Pagi menghirup udara segar , salah! udara Segar itu sudah di telan oleh Polusi dari kendaraan yang ada di sekitar ku tadi pagi. Sekilas aku tak sadar dengan kondisi ku dengan setengah sadar sambil menghantarkan ayahku ke tempat dia menunggu Mobil Bus Kerjanya. selama perjalanan, banyak lamunan yang aku pikirkan. entah kenapa sejak kemarin aku memikirkan melihat wajahku di cermin dan bertanya pada diriku sendiri,.. bagaimana jika aku di lahirkan dengan kondisi Laki-laki? apa yang akan aku lakukan ketika berhadapan dengan para Gadis yang berusaha menggoda ku?..
Apa aku ini cocok untuk di jadikan pasangan mereka ke mall-mall , menemani mereka dalam balutan kain yang sedang ngetrendy dan kemudian memegang kantong bermerek dari butik-butik lalu di iringi dengan kecupan di pipi, sambil menikmati makan siang tempat anak-anak kece. itu sisi ku berandai-andai jika aku menjadi seorang Pria.
Jika aku menjadi seorang pria apa aku bisa sepopuler mereka-mereka yang tinggal di pusat perhatian kota??. naik motor saja sudah membuat para wanita bangga memiliki sosok pria seperti itu. Parfume beraroma jantan, kemudian buliran Keringat yang mengucur yang mengeluarkan bau khas dari pria dan kemudian menarik perhatian para gadis. tatapan mata yang tajam, jakun yang tumbuh dan rambut yang di tata dengan gel. kumis yang tipis melambangkan kedewasaan yang sudah mulai tampak pada diri sendiri. gagah dengan otot yang terbentuk meski kecil. tapi berpikiran dengan logika itu kepribadian yang tak pernah di terima Wanita. Wanita hanya mengharapkan sisi keromantisan Pria. jujur itu ku akui. Wanita suka di sanjung, dan Pria lebih senang menyanjung. mengapa sistem di dunia ini seperti itu? rasanya gengsi jika wanita melakukan itu.
TransGender menjadi alternatif buat mereka yang ingin merasakan jati diri mereka dimana mereka bertemu dengan sisi lain.bayangan semu yang selama ini menunggu mereka dan berusaha menghasut mereka. lihat dua orang Pria berstatus wanita dan melakukan operasi di bagian yang membuktikan bahwa mereka itu ingin menjadi seperti wanita Tulen. terkadang aku merasa mereka tak berhak seperti itu,, karena sama saja tak menghargai apa yang sudah Tuhan Ciptakan buat mereka. tapi di sisi lain aku memandang. mungkin memang seharusnya mereka dilahirkan seperti Wanita, tapi tuhan memberikan mereka status Pria, tapi dalam hati diri mereka lagi ada sisi lain yang menanti mereka untuk berbuat Dosa.
Jam tetap berlalu. kali ini kulayangkan pandangan ke Restoran tempat tongkrongan anak muda yang tampaknya sepi di irngi dengan sepinya Mall yang aku kunjungi tapi tetap menarik perhatian banyak orang. memang usam, tapi apa yang mereka cari tidak ada di tempat lain. seorang pemuda berkemeja putih melayangkan senyumnya padaku tanpa ku sadari. dia orang yang ku kenal tapi berusaha tak ku kenal. aku tak mau memuaikan kisah lama yang sudah ku tutup rapat. pergi ke sebuah toko elektronik dan berjumpa musuh di tempat yang sama. sesama wanita saling pandang berusia sama, kali ini dia menegur tapi aku senyum paksa.
lagi-lagi muncul pandangan. sebenarnya jika di jabarkan dengan sistem adam Dan hawa Versi agama ku, perempuan itu memang berdosa.. dan jika menurut ku hukuman yang terbesar di akhirat itu yang berhak menerimanya adalah Perempuan.
Lagi-Lagi aku berpikir aku ingin menjadi sosok Pria. yang hanya diam jika dia bisa melihat wanita di sukainya ada didekatnya, Pria lebih dominan berusaha menarik perhatian wanita. ketika sudah terpancing,, wanita terbuai dan melakukan apa saja dan mengorbankan sekitarnya untuk mendapatkan cinta , lebih tepatnya kepuasan dalan Cinta. setelah itu, pria hanya berlakon sebagai aktor yang di posisikan di Pemberi harapan, lebih tepatnya Pemberi harapan palsu. dan ini, menurutku Pria yang berdosa.
memandang Dua sisi memang sulit, apa lagi berlakon sebagai dua orang yang bersisi beda. memiliki dua status di lahirkan di dunia. bagaimana dengan mereka yang memiliki gender ganda? apa yang mereka lakukan? memilih atau menjalani hidup mereka dengan pasrah. jujur, jika aku menjadi seperti mereka, aku lebih baik diam dan menunggu kepastian kapan ajal menjemput ku. terkesan pasrah? tapi itulah aku, dari pada selalu berkeinginan tapi dosa yang menanti. inti dari dua sisi yang dari tadi aku pandang itu adalah, sebuah penantian kapan berakhirnya hidup ku ...
SEKIAN. by Ruth clara..
Rabu, 22 Agustus 2012
Jumat, 17 Agustus 2012
MOTIVASI
Sahabat itu seindah Matahari yang terbit,
seindah Bintang di langit
Sejuknya persahabatan seperti malam menusuk tulang
Aroma persahabatan seperti di bumbui ciri khas aroma bunga yang wangi dan segar
di ikuti embun yang lembab
membuai kita menajadi bersama dan untuk selamanya bersama :)
seindah Bintang di langit
Sejuknya persahabatan seperti malam menusuk tulang
Aroma persahabatan seperti di bumbui ciri khas aroma bunga yang wangi dan segar
di ikuti embun yang lembab
membuai kita menajadi bersama dan untuk selamanya bersama :)
Langganan:
Komentar (Atom)