13 March 2013
Apa
yang aku utarakan semalam. Aku sudah lakukan! Aku melakukannya. Yap! Aku dengan
beraninya mengusir segala butiran debu yang menggangunya. Tau? Apa? Dia senang.
Entah yang dilakukannya benar atau tidak! Tapi yang pasti aku bisa membuatnya
tau siapa aku sebenarnya. Sekali lagi aku cek baris kata yang berbentuk rapi di
dinding yang di gerakkan benda ajaib yang bisa menjelajahi dunia itu. Tau ?
kata-kata semalam bagaikan sampah di onggokan tumpukan jutaan kata. Tak ada
gunanya. Ya. Tak ada gunanya.
Yakin.
Itu yang aku bisa simpulkan , kau takut dia yang pernah kau sukai di masa lalu
mengetahui. Aku tau, entah kau malu atau tidak. Tapi ya sudah, aku biarkan
saja. Lagipula aku mengingat, kita tanpa status :’). Hanya teman bertukar
kasih, dan pikiran serta menuntaskan segala hari demi hari bersama lewat pesan
singkat.
Tau.
Segala tentang mu saja aku tau lewat dia yang sudah ku anggap sahabat. Tentang
masa lalu mu saja aku tau dari dia yang aku anggap sahabat. Isi hati mu
kemarin? Mungkin tulus. Tapi apakah masih setulus sekarang..? sekarang semuanya
berbalik sepertinya roda berputar pada dunia yang terus melenggang bebas
menelusuri sang waktu. Aku hanya bisa menunggu, apa selanjutnya kisah
romantisme di hidupku. Apa hati ini menggantung, atau.. ada satu buah titik
cerah di balik kisah ku sekarang. Aku lelah. Iya…sungguh. Tapi sepertinya aku
tak mau menyerah. :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar