Kamis, 24 Oktober 2013

Hurt


Untuk mu..
Dari Ketulusan hatiku..

            Kau tau semilir angin sedang tak bertiup hari ini. cuaca pun tak menunjukkan keseriusannya. Semenjak memasuki bulan oktober sejenak aku merasakan jenuh tapi tetap didalam teduh. Jenuh itu karena aku merasakan banyak spasi diantara kita. Sama seperti jarak yang berusaha kita minimize sekarang. Yang kusadari selama beberapa bulan ini adalah aku menyianyiakan perhatian mu, dalam mineset ku adalah, karena kau cuek maka aku juga seperti itu.
            Teduh itu saat aku bisa merasakan ketulusanmu. Teduh itu ada disaat aku mengingat kembali janjimu, bagaimana dirimu memperlakukanku dulu. Manis, sopan, lucu, penuh dengan canda. Aku mengecewakanmu beberapa kali dan kau tetap menganggap ku bahwa “aku yang terbaik dalam hidupmu.” Aku tak tau itu benar atau tidak…..
            Jenuh itu disaat aku mengetahui bahwa banyaknya aku membuat mu kecewa, kau menghitungnya hingga aku kaku dan takut berbuat kesalahan lagi. Hingga aku bodoh menahan semua kerinduanku yang harusnya kuluapkan tapi aku tak punya nyali. Ya, akhir-akhir ini aku tak memiliki nyali, semangat, dan  hobiku menyendiri. Bibir ini tertawa, suara ini riang menyambut hari , tapi hati ku? …….
            Teduh disaat kau meyakinkan ku, disaat kau membuat semuanya seakan indah, disaat kau kembali menggenggam ku, mengucapkan “percayalah semuanya akan baik-baik saja” kau selalu menang. Dan aku dengan lugunya berpikir, “dia benar serahkan saja semuanya kepada Tuhan.” Hingga aku membawanya dalam doa.
            Jenuh saat aku harus menunggu mu, menghapus semua pikiran negative ku jika kau tak memberiku kabar. Kau tak pernah tau, pernah suatu hari sehabis pulang kuliah tepat pukul setengah tujuh malam, karena rindu ini tak terbendung lagi, aku pulang melewati jalan biasa engkau pulang kuliah dulu. Aku melewati komplek perumahan mu dan memutar lagu itu.
            Teduh. Nyaris tak ada teduh. Tapi kau selalu meyakinkan ku…
            Jenuh. Disaat semuanya bertanya, “Kenapa kau begitu sabar menghadapinya? Lihat perlakuannya” aku hanya tersenyum. “ apa kau nyaman bersamanya?” “cukup hanya aku dan Tuhan yang tau…. “ hampir meneteskan pilu.
            Menyerah. Aku beberapa kali berpikir seperti itu, tapi melihat perjuanganmu, melihat semua upayamu.. aku iri. Kau bisa kenapa aku tidak?.

            Aku memang pecemburu. Melihat semua sikap mu dengan wanita terkadang aku sakit hati. Tapi apa yang aku lakukan? Aku hanya menutup mata dan meyakinkan diri sendiri “cinta dan sayangnya  yang sebenarnya hanya untukmu…” dan aku pasrah. Terkadang aku tertawa melihat teman-teman ku yang berkata “jika aku menjadi dirimu, aku mungkin sudah marah besar dan aku mungkin sudah mengakhiri hubungan.”, kalian tak tau kalau dia yang ku cintai sekarang adalah hasil dari doaku selama setahun lebih. Dia sudah lama kutunggu.. jika kalian melalui semuanya sama seperti ku, kalian juga tidak akan menyianyiakannya. Karena entah kenapa … semenjak aku mengenalnya aku berusaha menghargai waktu yang sudah diberikan Tuhan kepadaku. Dan setelah itu , aku hanya bisa menangis….kenapa aku menangis? Karena bagiku kau berharga. Aku menghargaimu, aku mendengarkan semua apa yang kau ceritakan. Meskipun semuanya tidak menarik, tapi aku berusaha menjadi tempat curhat yang baik juga. Aku menerima keluh kesahmu, sikapmu yang terkadang brengsek kepadaku dengan tulus. Aku tau kau lelah, aku bersedia menjadi tempat lelahmu, tempat pengaduanmu selain kau mengadu kepada Tuhan.
Untukmu.. dariku.
Dear  my love ..
Jika suatu hari nanti kau tak bisa melihatku,merasakan bibirku,merasakan detak jantungku,merasakan hangatnya pelukanku, merasakan eratnya genggaman tanganku, melihat senyumku, melihat jatuhnya air mataku secara langsung, mendengarkan suaraku, melewati hari baik suka dan duka bersama ku kelak, Percayalah cinta ini dan seluruh perasaan ini hanya untukmu dan pernah menjadi milikmu. Ingatlah aku dan hapus setiap momen indah, kata-kata indah yang pernah kita buat. Hapus kenangan itu dan yang ku inginkan belajarlah dari apa yang  sudah kita lalui bersama.”



Love.you.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar