It’s November Rain.. with
Distance.
Ini November, seperti yang ku ketahui sama
seperti November sebelum-sebelum-sebelum dan sebelumnya lagi, seperti 17 tahun
lebih lamanya aku mengetahui bahwa November itu identik dengan hujan menurutku.
Ada sekilas bayangan embun di setiap kaca.
Tadi, itu tadi ya…aku mengukir namamu ,
di sebuah kaca yang dibasahi ribuan bahkan miliaran tetes hujan yang mengenai
kaca jendela angkutan umum yang kutumpangi. Rasanya geli, mengukir namamu
disana dengan senyum dan bahagia karena aku merasakan betapa bersyukurnya
hingga detik ini kita masih bersama.
Ketika
tanganku dengan lihai mengukir setiap huruf diatas embun aku sejenak berpikir
betapa bodohnya aku mengukir namamu di kaca yang berembun. Kau tau sifat embun
di kaca kan? Bertahan hanya ketika ada perpaduan dingin dan hangat. Dingin itu
dari luar dan hangat itu dari dalam setelahnya hanya ada debu.
Coba
kau bayangkan jika, embun itu adalah Cinta kita. Dingin itu aku dan panas itu
dirimu. Kenapa aku mengistilahkan ku dengan ‘Dingin’ aku bersabar dengan semua
yang ada pada dirimu. Menerima sikapmu dan perlakuanmu dan meskipun kau tau itu
egois tapi kau tetap menghantamnya ke dalam pikiran lewat kata demi kata yang
engkau kirimkan. Aku bisa melebur, dan aku datang hanya musiman. Musim itu
seperti warna sifatku setiap aku kerap kali gerah dengan kata-katamu hingga aku
tak sekali dua kali bahkan lebih berkali-kali untuk mengatakan “bagaimana kalau kita putus..aku capek”
dan dengan secepat kilat aku menyambar ku untuk meyakinkan ku. Aku senang tapi
disisi lain rasanya seperti kau hari itu memberikan ku apel yang tampaknya
manis, tapi rasanya asam dan aku berusaha membuangnya lalu kau berikan gula
atau madu untuk memberikan rasa manis kembali tapi kesannya palsu dan aku tak
tau itu.
Kenapa
kau ku istilahkan ‘Panas’? karena menurut ku kau selalu meleburkan
kepercayaanku. Berusaha membuat segala sekelilingmu bisa kau leburkan hingga
mereka seperti mengatakan “ ia ! buat dia
begitu hingga dia menderita. Dia terlalu pasif” dan kemudian kau tertawa
dan aku hanya tersenyum masam.
Kita
bisa bersatu, jika kau mengimbangiku bukan berusaha mendahuluiku. Aku bukan
bermaksud menuduhmu dan menekan disin kalau perasaan dan bentuk rasa cinta mu
salah, tapi aku sekedar menuntut hak ku.
Ini
November, kau berusaha membuatku bahagia. Jika kau ingin tau apa yang membuatku
bahagia , bukan sesuatu yang mewah atau sesuatu yang sangat mahal yang bisa
membentuk lekukan senyum terpintas diwajahku. Hati ikhlas ,senyummu dan rindumu
serta rasa sayang yang membawamu datang kepadaku dan ada kesempatan untuk
sebuah kebersamaan kita, itu sudah berarti berharga bagiku bahkan lebih. Kenapa
aku tidak mau memaksa karena aku ingin kau melakukannya dengan tulus dan itu
dari keinginanmu sendiri. Karenan aku
tidak ingin memaksa…………….Karena cintaku tulus…meskipun ada perbedaan sangat
besar diantara kita, tapi aku butuh balasan yang TULUS. Itulah CINTA ..
Love
You.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar