Senin, 04 November 2013

It’s November Rain.. with Distance.

It’s November Rain.. with Distance.


             Ini November, seperti yang ku ketahui sama seperti November sebelum-sebelum-sebelum dan sebelumnya lagi, seperti 17 tahun lebih lamanya aku mengetahui bahwa November itu identik dengan hujan menurutku. Ada sekilas bayangan embun di setiap kaca.
            Tadi, itu tadi ya…aku mengukir namamu , di sebuah kaca yang dibasahi ribuan bahkan miliaran tetes hujan yang mengenai kaca jendela angkutan umum yang kutumpangi. Rasanya geli, mengukir namamu disana dengan senyum dan bahagia karena aku merasakan betapa bersyukurnya hingga detik ini kita masih bersama.
            Ketika tanganku dengan lihai mengukir setiap huruf diatas embun aku sejenak berpikir betapa bodohnya aku mengukir namamu di kaca yang berembun. Kau tau sifat embun di kaca kan? Bertahan hanya ketika ada perpaduan dingin dan hangat. Dingin itu dari luar dan hangat itu dari dalam setelahnya hanya ada debu.
            Coba kau bayangkan jika, embun itu adalah Cinta kita. Dingin itu aku dan panas itu dirimu. Kenapa aku mengistilahkan ku dengan ‘Dingin’ aku bersabar dengan semua yang ada pada dirimu. Menerima sikapmu dan perlakuanmu dan meskipun kau tau itu egois tapi kau tetap menghantamnya ke dalam pikiran lewat kata demi kata yang engkau kirimkan. Aku bisa melebur, dan aku datang hanya musiman. Musim itu seperti warna sifatku setiap aku kerap kali gerah dengan kata-katamu hingga aku tak sekali dua kali bahkan lebih berkali-kali untuk mengatakan “bagaimana kalau kita putus..aku capek” dan dengan secepat kilat aku menyambar ku untuk meyakinkan ku. Aku senang tapi disisi lain rasanya seperti kau hari itu memberikan ku apel yang tampaknya manis, tapi rasanya asam dan aku berusaha membuangnya lalu kau berikan gula atau madu untuk memberikan rasa manis kembali tapi kesannya palsu dan aku tak tau itu.
            Kenapa kau ku istilahkan ‘Panas’? karena menurut ku kau selalu meleburkan kepercayaanku. Berusaha membuat segala sekelilingmu bisa kau leburkan hingga mereka seperti mengatakan “ ia ! buat dia begitu hingga dia menderita. Dia terlalu pasif” dan kemudian kau tertawa dan aku hanya tersenyum masam.
            Kita bisa bersatu, jika kau mengimbangiku bukan berusaha mendahuluiku. Aku bukan bermaksud menuduhmu dan menekan disin kalau perasaan dan bentuk rasa cinta mu salah, tapi aku sekedar menuntut hak ku.
            Ini November, kau berusaha membuatku bahagia. Jika kau ingin tau apa yang membuatku bahagia , bukan sesuatu yang mewah atau sesuatu yang sangat mahal yang bisa membentuk lekukan senyum terpintas diwajahku. Hati ikhlas ,senyummu dan rindumu serta rasa sayang yang membawamu datang kepadaku dan ada kesempatan untuk sebuah kebersamaan kita, itu sudah berarti berharga bagiku bahkan lebih. Kenapa aku tidak mau memaksa karena aku ingin kau melakukannya dengan tulus dan itu dari keinginanmu sendiri. Karenan aku tidak ingin memaksa…………….Karena cintaku tulus…meskipun ada perbedaan sangat besar diantara kita, tapi aku butuh balasan yang TULUS. Itulah CINTA ..


Love You.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar