Jumat, 10 Januari 2014

RANDOM 1

Ini cerita baru dari aku. Khusus untuk para pembaca yang setia. :) enjoy. 


“ apa yang kamu tau tentang aku?”Tanya Rena berbalik tiba-tiba dengan tatapan dingin.
                Dia merasa risih, sudah seminggu lebih orang itu mengikutinya. Entah dia fans, atau mungkin dia seorang psikopat, atau dia secret admirer..? entahlah. Dia merasa kesal,membuat emosinya memuncak hingga akhirnya dia membernikan diri untuk berhadapan dengan orang itu sekarang. Dia memakai jacket hitam lengkap dengan tudungnya.
                                “ heh! Punya mulut kan?!! Kayak sakit tenggorokan aja! Ku sumpahin kena kanker mulut kamu entar!”kata Rena lagi semakin kesal.
                                “ maaf kalau sudah mengganggu selama ini.”kata Suara itu. Suaranya terdengar lirih,seperti sedang menyesali sesuatu. Tapi apa hubungannya dengan Rena?
                                “ siapa kau?! Dan apa maumu!” tanya Rena tak ingin berbelit dan berlama-lama di tengah jalan sepi ini.
                                “ aku Dion.” Katanya singkat.
                Kedua alis hitam yang tadinya melekung kesal kini semakin merapat di tambah sorot mata yang heran.
                                “ terus? “ tanya Rena melunak. Dia berusaha santai tapi jantungnya berdegup kencang. Dia penasaran dengan wajah di balik tudung itu.
                                “ aku sering lihat kamu di perpustakaan sendirian duduk. Aku sering lihat kamu dari jauh. Aku tau isi pikiranmu sekarang. Pasti kamu kira aku psikopat. Aku..Cuma ingin ...berteman.”kata Cowok itu sekarang. Rena serasa seperti orang bego yang menunggu penjelasan yang sepertinya tak masuk akal. Sebenarnya masuk akal. Tapi jika ingin berteman kenapa harus mengikutinya dalam dia setiap hari? Kenapa tidak pernah ingin bicara? Kenapa seperti malaikat pencabut nyawa selalu menutup diri dengan tudung-tudung kepala tak jelas seperti itu?.
                                “ terus kenapa harus seperti ini? Cukup samperin atau loe gak biasa punya teman? Bukan gini caranya kalau pengen berteman!” kata Rena yang ternyata masih dalam kekesalannya.
_
                Setelah  kejadian enam bulan yang lalu, Dion dan Rena akrhinya berteman. Tak pernah ada yang tau Dion itu seperti apa, karena penampilannya selalu bersama tudung-tudung kepala tak jelasnya itu. Bahkan sampai sekarang, Dion masih melakukannya.
                                “ oke dion. Gue muak!” kata Rena tiba-tiba menjauhkan makanannya dari depannya.” Dion kemudian menatap Rena sekarang.
                                “ muak kenapa? Ada yang salah samaku? Apa aku...bau?”tanya Dion.
                                “ penampilan loe. Kenapa sih loe harus gitu? Pakai tudung-tudung gak jelas gitu. Gue gak bisa lihat loe, apalagi natap loe sekarang. Loe nunduk mulu. Bungkuk baru tau rasa kayak nenek-nenek peot!”kata Rena. Dion kemudian hanya tersenyum tipis.
                                “ aku biasa gini. Kemana-mana gini.”kata Dion menyantap makanannya sekarang.
                                “ loe gak panasan? Atau pengen jadi objek perhatian gitu? Atau loe emang suka caper?”Tanya Rena dengan tatapan penuh selidik.
                                “ aku pergi dulu. Thanks udah mau nemanin makan ya ren. Sampai ketemu besok.”kata Dion.
                Rena hanya terdiam. Dion selalu seperti itu,pergi meninggalkannya seletah jam istirahat dan tak akan bertemu lagi. Setelah jam sekolah usai dia biasa duduk di pinggir lapangan sambil melihat beberapa siswa lainnya bermain basket di lapangan. Rena ? dia menunggu apa reaksi dion. Sudah enam bulan mereka berteman, dan sekarang mereka sedang menuju semester akhir, dimana semua masa sekolahnya akan berlalu. Rena Ardina dia gadis yang tak ada apa-apanya dan hidupnya selalu flat. Dia tak jarang jadi korban bullyan. Hanya dia orang yang tak punya sahabat atau teman dekat dan kemana-mana dia sendiri. Sejak SMP dia memang selalu seperti ini, dia tak punya teman atau siapapun. Tak jarang orang tuanya selalu mengingatkannya agar dia segera berbaur. Semenjak ada Dion, Rena merasa lega karena dia tak akan di omeli orang tuanya lagi. Setidaknya ada yang mau berteman dengannya bukan..?
                Dia membuka twitternya. Dia bukan anak kudet atau kuper. Di dunia maya dia sangat terkenal karena di bantu akun soundcloudnya. Dia bisa bermain gitar, dan juga beberapa alat musik tiup seperti flute. Tak ada yang mengetahui bakat Rena kecuali kakaknya,Edgar. Edgar kini sudah berkuliah di Institut Kesenian Jakarta. Ada tekad Rena untuk mengikuti langkah kakaknya tapi dia sangat sungkan. Mereka jarang berbicara, bahkan Saling sapa pun nyaris hanya terhitung beberapa kali semenjak mereka lahir. Rena masih di sekolah, tepatnya ditaman. Dia malas melangkahkan kakinya ke rumah karena dia tau tak akan ada suasana nyaman seperti sekarang di rumah. Ada beberapa mention yang masuk.
                @Merlo
                Suara kamu bagus na!
@Ard
Thnks J
                @mochimochi
                Tetap maju! I like your voice.
@Ard
Jgn maju terus ntar kecemplung. Bdw, thns a lot yua.
                @mochimochi
                Hahaha. Lucu deh. Sip J
                @ondyi
                Baru buka soundcloud lo. Asik jg. Coba lagu katty perry Roar.
Rena terdiam sebentar. Jarang-jarang ada yang memberikan saran untuk membuat cover-an lagu. Dan cowok ini baru mendengar soundcloudnya? Check accountnya kali ya... batinnya. Dia mengklik akun twitter dengan nama  “ARMANDO.D.”. ava twitternya seorang pria dengan rambut gondrongnya sedang bermain gitar. Sementara bionya bertuliskan “untouchable,unpredictiable! Friends with guitar,piano,violin” kemudian ada situs soundclound  milik pria itu.
                Buat apa buka akun sc nya. Males....
                Buset! Follower sampe puluh ribuan gini. Artis????
                Eh, following Cuma seratus lima puluh dua??? Ada gue gak ya???....
                RENA ARDIEYNA
                Eh ada... artis beneran jangan-jangan.
                                “ ren?” dia kenal suara itu dan kemudian menoleh ke samping. Benar. Dion.
                                “ hmm?” tanya Rena kembali memperhatikan i-phonenya.
                                “ belum pulang?”Tanya Dion dan mengambil posisi duduk disamping Rena sekarang.
                                “ belum. Males gue dirumah”kata Rena.
                                “ eh iya, UN bentar lagi ya. Rencana mau lanjut mana nih?”tanya Dion tangannya masuk kedalam saku jacketnya dan lengkap dengan penutup kepalanya.
                                “ gak tau. Paling lanjut ke universitas daerah jakarta aja. Gue bingung ma-“
                                “ eh, aku pulang dulu ya. Udah dijemput. Entar aku datang ke rumah kamu ya. Boleh?”tanya Dion
                                “ha? Yayya. Entar sms aja.” Kata Rena. Kemudian teman anehnya itu pergi.

-
                Sesuai tebakan Rena hari ini dia pasti merasa bosan di rumah. Terbukti dia sendiri dan hanya bersama beberapa pembantu. Dia merasa dirinya mengerikan, tak ada teman kecuali Dion. Tak mungkin kan seorang dion mau bertukar cerita dengannya?
                                “ siang” suara bariton itu memasuki ruang pikirnya. Edgar pulang lengkap dengan tas dan juga tampaknya lelah.
                                “ siang..” jawab Rena datar.
                                “ ahhh,...tumben udah pulang jam segini ren” sapa Edgar. Kalian kira ini pasti baru kali ini terjadi kan? Itu pertanyaan biasa yang di lakukan edgar dan itu pertanyaan terpanjang yang pernah di tanyakan Edgar pada Rena.
                                “ iya. Guru lagi pada rapat. Sebenarnya udah pulang jam sebelas. Tapi karena malas di rumah nyampe jam 3 deh. “
                                “ berarti udah sejam yang lalu dong ya.”kata Edgar menatap sekilas jam tangannya dan kemudian memejamkan matanya.
                                “ iya. Aku ke atas dulu kak”kata Rena. Saat akan beranjak tangannya tiba-tiba ditarik Edgar dan kemudian Edgar membuka matanya. Mata coklat itu terlihat indah sama seperti mata coklat miliknya.
                                “duduk dulu. Ada yang mau kakak bicarain”kata Edgar dan kemudian Rena menurut.tumben..
                                “ mau bicara apa kak?”Tanya Rena.
                                “ gini. Kita kayak gak kakak beradik ya? Kamu risih gak kayak gini?”Tanya Edgar.
                                “ hem, gimana ya kak. Sebenarnya gak baik kayak gini. Mama papa juga sering protes sama ku. Cuma..aku gak terlalu nanggapin”kata Rena tersenyum tipis.
                                “ maafin kakak ya ren, kalau selama ini gak bisa jadi kakak yang baik buat kamu. Kita diam terus flat gitu aja.”kata Edgar menerawang selama 19 tahun hidupnya, dan menerawang sikapnya terhadap Rena.
                                “ rena juga salah kak. Harusnya kan Rena juga bisa jadi adiknya baik. Harusnya kan Rena bisa lebih nanyain kakak atau berusaha dekat sama kakak, tapi Rena gak biasa kak”kata Rena dengan pelan.
                                “ kakak juga gitu. Mulai sekarang jangan sungkna bicara duluan sama kakak ya. yeah, kakak tau kakak ini cakep jadi kamu rada grogi gitu deh”kata Edgar kini ada tatapan jail di matanya. Rena mendongak kaget langsung mengernyit.

                                “ gak salah denger..? aneh deh. Rena mau ke atas dulu, mau ganti pakaian.”kata Rena dan kemudian Edgar tersenyum tipis. Lega…batin Edgar. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar