“ apa yang kamu tau tentang
aku?”Tanya Rena berbalik tiba-tiba dengan tatapan dingin.
Dia merasa risih, sudah seminggu lebih orang itu
mengikutinya. Entah dia fans, atau
mungkin dia seorang psikopat, atau dia secret
admirer..? entahlah. Dia merasa kesal,membuat emosinya memuncak hingga
akhirnya dia membernikan diri untuk berhadapan dengan orang itu sekarang. Dia
memakai jacket hitam lengkap dengan tudungnya.
“ heh! Punya mulut kan?!! Kayak sakit
tenggorokan aja! Ku sumpahin kena kanker mulut kamu entar!”kata Rena lagi
semakin kesal.
“ maaf kalau sudah mengganggu selama
ini.”kata Suara itu. Suaranya terdengar lirih,seperti sedang menyesali sesuatu.
Tapi apa hubungannya dengan Rena?
“ siapa kau?! Dan apa maumu!” tanya
Rena tak ingin berbelit dan berlama-lama di tengah jalan sepi ini.
“ aku Dion.” Katanya singkat.
Kedua alis hitam yang tadinya melekung kesal kini
semakin merapat di tambah sorot mata yang heran.
“ terus? “ tanya Rena melunak. Dia
berusaha santai tapi jantungnya berdegup kencang. Dia penasaran dengan wajah di
balik tudung itu.
“ aku sering lihat kamu di
perpustakaan sendirian duduk. Aku sering lihat
kamu dari jauh. Aku tau isi pikiranmu sekarang. Pasti kamu kira aku psikopat.
Aku..Cuma ingin ...berteman.”kata Cowok itu sekarang. Rena serasa seperti orang
bego yang menunggu penjelasan yang sepertinya tak masuk akal. Sebenarnya masuk
akal. Tapi jika ingin berteman kenapa harus mengikutinya dalam dia setiap hari?
Kenapa tidak pernah ingin bicara? Kenapa seperti malaikat pencabut nyawa selalu
menutup diri dengan tudung-tudung kepala tak jelas seperti itu?.
“ terus kenapa harus seperti ini?
Cukup samperin atau loe gak biasa punya teman? Bukan gini caranya kalau pengen
berteman!” kata Rena yang ternyata masih dalam kekesalannya.
_
Setelah kejadian enam bulan yang lalu,
Dion dan Rena akrhinya berteman. Tak pernah ada yang tau Dion itu seperti apa,
karena penampilannya selalu bersama tudung-tudung kepala tak jelasnya itu.
Bahkan sampai sekarang, Dion masih melakukannya.
“ oke dion. Gue muak!” kata Rena
tiba-tiba menjauhkan makanannya dari depannya.” Dion kemudian menatap Rena
sekarang.
“ muak kenapa? Ada yang salah samaku?
Apa aku...bau?”tanya Dion.
“ penampilan loe. Kenapa sih loe
harus gitu? Pakai tudung-tudung gak jelas gitu. Gue gak bisa lihat loe, apalagi
natap loe sekarang. Loe nunduk mulu. Bungkuk baru tau rasa kayak nenek-nenek
peot!”kata Rena. Dion kemudian hanya tersenyum tipis.
“ aku biasa gini. Kemana-mana
gini.”kata Dion menyantap makanannya sekarang.
“ loe gak panasan? Atau pengen jadi objek perhatian
gitu? Atau loe emang suka caper?”Tanya Rena dengan tatapan penuh selidik.
“ aku pergi dulu. Thanks udah mau
nemanin makan ya ren. Sampai ketemu besok.”kata Dion.
Rena hanya terdiam. Dion selalu seperti itu,pergi
meninggalkannya seletah jam istirahat dan tak akan bertemu lagi. Setelah jam
sekolah usai dia biasa duduk di pinggir lapangan sambil melihat beberapa siswa
lainnya bermain basket di lapangan. Rena ? dia menunggu apa reaksi dion. Sudah
enam bulan mereka berteman, dan sekarang mereka sedang menuju semester akhir,
dimana semua masa sekolahnya akan berlalu. Rena Ardina dia gadis yang tak ada
apa-apanya dan hidupnya selalu flat.
Dia tak jarang jadi korban bullyan.
Hanya dia orang yang tak punya sahabat atau teman dekat dan kemana-mana dia
sendiri. Sejak SMP dia memang selalu seperti ini, dia tak punya teman atau
siapapun. Tak jarang orang tuanya selalu mengingatkannya agar dia segera
berbaur. Semenjak ada Dion, Rena merasa lega karena dia tak akan di omeli orang
tuanya lagi. Setidaknya ada yang mau berteman dengannya bukan..?
Dia membuka twitternya.
Dia bukan anak kudet atau kuper. Di dunia maya dia sangat terkenal karena di
bantu akun soundcloudnya. Dia bisa
bermain gitar, dan juga beberapa alat musik tiup seperti flute. Tak ada yang mengetahui bakat Rena kecuali kakaknya,Edgar.
Edgar kini sudah berkuliah di Institut Kesenian Jakarta. Ada tekad Rena untuk
mengikuti langkah kakaknya tapi dia sangat sungkan. Mereka jarang berbicara,
bahkan Saling sapa pun nyaris hanya terhitung beberapa kali semenjak mereka
lahir. Rena masih di sekolah, tepatnya ditaman. Dia malas melangkahkan kakinya
ke rumah karena dia tau tak akan ada suasana nyaman seperti sekarang di rumah.
Ada beberapa mention yang masuk.
@Merlo
Suara
kamu bagus na!
@Ard
Thnks J
@mochimochi
Tetap maju! I like your voice.
@Ard
Jgn maju terus ntar kecemplung. Bdw,
thns a lot yua.
@mochimochi
Hahaha. Lucu deh. Sip J
@ondyi
Baru buka soundcloud lo. Asik
jg. Coba lagu katty perry Roar.
Rena terdiam sebentar.
Jarang-jarang ada yang memberikan saran untuk membuat cover-an lagu. Dan cowok
ini baru mendengar soundcloudnya? Check accountnya kali ya... batinnya.
Dia mengklik akun twitter dengan nama
“ARMANDO.D.”. ava twitternya seorang pria dengan rambut gondrongnya
sedang bermain gitar. Sementara bionya bertuliskan “untouchable,unpredictiable! Friends with guitar,piano,violin”
kemudian ada situs soundclound milik pria itu.
Buat apa buka akun sc nya.
Males....
Buset! Follower sampe puluh
ribuan gini. Artis????
Eh, following Cuma seratus lima
puluh dua??? Ada gue gak ya???....
RENA
ARDIEYNA
Eh ada... artis beneran jangan-jangan.
“ ren?” dia kenal suara itu dan
kemudian menoleh ke samping. Benar. Dion.
“ hmm?” tanya Rena kembali
memperhatikan i-phonenya.
“ belum pulang?”Tanya Dion dan
mengambil posisi duduk disamping Rena sekarang.
“ belum. Males gue dirumah”kata Rena.
“ eh iya, UN bentar lagi ya. Rencana
mau lanjut mana nih?”tanya Dion tangannya masuk kedalam saku jacketnya dan lengkap dengan penutup
kepalanya.
“ gak tau. Paling lanjut ke
universitas daerah jakarta aja. Gue bingung ma-“
“ eh, aku pulang dulu ya. Udah
dijemput. Entar aku datang ke rumah kamu ya. Boleh?”tanya Dion
“ha? Yayya. Entar sms aja.” Kata
Rena. Kemudian teman anehnya itu pergi.
-
Sesuai tebakan Rena hari ini dia pasti merasa bosan
di rumah. Terbukti dia sendiri dan hanya bersama beberapa pembantu. Dia merasa
dirinya mengerikan, tak ada teman kecuali Dion. Tak mungkin kan seorang dion
mau bertukar cerita dengannya?
“ siang” suara bariton itu memasuki
ruang pikirnya. Edgar pulang lengkap dengan tas dan juga tampaknya lelah.
“ siang..” jawab Rena datar.
“ ahhh,...tumben udah pulang jam
segini ren” sapa Edgar. Kalian kira ini pasti baru kali ini terjadi kan? Itu
pertanyaan biasa yang di lakukan edgar dan itu pertanyaan terpanjang yang
pernah di tanyakan Edgar pada Rena.
“ iya. Guru lagi pada rapat.
Sebenarnya udah pulang jam sebelas. Tapi karena malas di rumah nyampe jam 3
deh. “
“ berarti udah sejam yang lalu dong
ya.”kata Edgar menatap sekilas jam tangannya dan kemudian memejamkan matanya.
“ iya. Aku ke atas dulu kak”kata
Rena. Saat akan beranjak tangannya tiba-tiba ditarik Edgar dan kemudian Edgar
membuka matanya. Mata coklat itu terlihat indah sama seperti mata coklat
miliknya.
“duduk dulu. Ada yang mau kakak
bicarain”kata Edgar dan kemudian Rena menurut.tumben..
“
mau bicara apa kak?”Tanya Rena.
“ gini. Kita kayak gak kakak beradik
ya? Kamu risih gak kayak gini?”Tanya Edgar.
“ hem, gimana ya kak. Sebenarnya gak
baik kayak gini. Mama papa juga sering protes sama ku. Cuma..aku gak terlalu
nanggapin”kata Rena tersenyum tipis.
“ maafin kakak ya ren, kalau selama
ini gak bisa jadi kakak yang baik buat kamu. Kita diam terus flat gitu aja.”kata Edgar menerawang
selama 19 tahun hidupnya, dan menerawang sikapnya terhadap Rena.
“ rena juga salah kak. Harusnya kan
Rena juga bisa jadi adiknya baik. Harusnya
kan Rena bisa lebih nanyain kakak atau berusaha dekat sama kakak, tapi Rena gak
biasa kak”kata Rena dengan pelan.
“ kakak juga
gitu. Mulai sekarang jangan sungkna bicara duluan sama kakak ya. yeah, kakak
tau kakak ini cakep jadi kamu rada grogi gitu deh”kata Edgar kini ada tatapan
jail di matanya. Rena mendongak kaget langsung mengernyit.
“ gak salah
denger..? aneh deh. Rena mau ke atas dulu, mau ganti pakaian.”kata Rena dan
kemudian Edgar tersenyum tipis. Lega…batin
Edgar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar