Senin, 13 Januari 2014

RANDOM 2

Edgar Pov;
                Terhitung semenjak gadis yang bernama Rena Ardina mengoyak keheningan di kehidupannya, dia tak pernah sedikitpun berbicara pada gadis yang menjadi adiknya itu. Semenjak Rena lahir, gadis itu menyita semua perhatian kedua orang tuanya yang tadinya kepadanya. Bukannya Edgar frustasi tapi dia merasa tenang. Selama 19 tahun hingga detik ini dia tak pernah berbicara banyak bahkan saling tertawa  pun tak pernah.
                                “ harusnya loe bisa lebih baik ke dia Gar”kata Kiki.
                                “ kenapa harus gitu.?so far she is fine.”kata Edgar sesekali memetik gitarnya.
                                “ adek gue eca udah ngasih tau ke gue kalau Rena itu kemana-mana selalu sendiri. Dia gak punya temen sebiji pun.”kata Kiki. Gadis itu terkadang emosi dengan sikap Edgar yang tak mau peduli.
                                “ loe selidikin adek gue?”Tanya Edgar tetap santai dan datar.
                                “ engga. Tapi Eca selalu nanyakin kenapa Rena itu gitu. Adek gue kan tau kalau loe itu sohib gue sering datang ke rumah tapi gak pernah bawa Rena. Dan asal loe lebih tau, dia itu selalu jadi korban bul”yan"kata Kiki.
                                Rena gak pernah punya teman dan selalu jadi korban bullyan..?! astaga Rena…
                                “ kenapa loe peduli banget sama dia?”Tanya Edgar.
                                “ karena dia adek loe. Dan dia adek gue juga, dan Eca merasa kasian sama dia. Terkadang Eca mau samperin Rena tapi Eca gak berani. Eca terkadang takut, apa memang Rena pengen sendiri ? jadi dia ngerasa takut gimana gitu kalau pengen deket. Loe harusnya bisa jadi teman sekaligus kakak yang baik buat dia gar. Entar kalau loe pulang loe usahain bisa deket sama dia. Apalagi sekarang udah mau UN merekanya disinilah peran kita sebagai kakak bisa jadi wakil orang tua kita.”kata Kiki lagi.
                Kiki Salendra, gadis itu tomboy feminism dan dia itu sudah lama kenal dengan Edgar. Kiki itu punya jiwa social tinggi, dia sangat sayang dengan Eca,Kesha Salendrinansyah. Dia dan Kesha akrab , dan dia sangat penasaran dengan Edgar. Apa yang membuatnya penasaran? Bukan hatinya tapi entah kenapa Edgar selalu curhat  tentang Rena tapi Edgar tak pernah bertindak sebagai kakak yang benar. Dia tau kalau Edgar sayang pada Rena tapi entah kenapa Edgar terkesan dingin pada Rena. Apalagi jika Kiki datang berkunjung, pasti Rena hanya tersenyum tipis, Edgar menyapa seadanya dan setelahnya hening dan tak ada lagi perbincangan atau canda-candaan antara mereka.
                                “ dia gak pernah berani ngobrol sama gue ki. Makanya gue bingung”kata Edgar menerawang.
                                “ loe yang harusnya bertindak duluan. Gue gak mau tau pokoknya loe harus bisa jadi kakak yang baik buat Rena. Beri dia motivasi!”kata Kiki dan kemudian beranjak dari sisi Edgar.
-
                Rena hanya menatap gitarnya, dia merasa bosan. Ada sisi ingin menyentuhnya tapi tekadnya tertepis sejenak. Dia melihat jam dinding di kamarnya. Sudah jam enam sore dan Dion belum datang? Dia mengingat janji Dion yang ingin berkunjung ke rumahnya. Aneh sih memang tiba-tiba saja Dion ingin berkunjung. Masih banyak yang ingin dia korek tentang Dion. Saat sedang berkhayal tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk.
                                “ iya??” teriak Rena.
                                “ ada tamu tuh dek.”kata Edgar. Dia bisa menjelas suara itu kalau itu milik Edgar. Rena membuka pintu kamarnya.
                                “ siapa kak?”Tanya Rena.
                                “ gak tau. Kamu kan gak pernah bawa bawa teman kerumah”kata edgar.
                                “ cieee yang perhatian sama adeknya.hahaha. cowok?”Tanya Rena masih tersenyum.
                                “ iiiiiiiiiiiiyaaaaa. Nah! Ketauan! Pacar ya?! wuahhhhh”kata Edgar. Kilatan jail itu muncul lagi.
                                “ enak aja! Udah ah kasian dion nunggu dibawah. Kakak ikutan juga ya kebawah biar aku kenalin sama teman akrabku,Dion”kata Rena.
                                “ iya..iya..tapi cakep loh dek. Kulitnya putih banget.”kata Edgar lagi sambil mengikuti langkah Rena dari belakang.
                                “ hah?! Dia bukannya pakai tudung-tudung?”Tanya Rena polos.
                                “ engga. Kakak aja tadi heran, dia itu malaikat atau manusia”kata Edgar menerawang pertemuannya dengan cowok yang kata Rena bernama Dion. Entah kenapa Rena cepat-cepat turun kebawah menelusuri anak tangga dan  kemudian sudah mendapati seorang cowok duduk memakai baju hitam. Rambutnya coklat terang, dan kulitnya benar-benar putih.sekali. Mungkin karena pakai baju hitam jadi kelihatan kontras.
                                “ D..Di..Dion?” kata Rena serak.
                                “ hai..sori ya datang jam segini”kata Dion yang kini sudah berdiri dan berhadapan dengannya. Rena terdiam dan susah payah dia menelan ludahnya. Dia sedikit tercengang dan tak menyangka kalau di balik tudung hitam itu ada sebuah wajah…tampan.
                                “ ren..ren……hei” Dion mengguncang tubuh Rena.
                                “ so. Sori. Gu..ng…gu” Rena tergugup.
                                “ iya. It’s oke. Aku tau aku cakep. Haha”kata Dion menggaruk tengkuknya padahal tak gatal
                                “ ini dion ya? pacar Rena?”Tanya Edgar. Dengan cepat Rena berpaling menatap Edgar horror.
                                “kak! Sopan dong sama tamu. Ini teman aku. Bukan pacar..”kata Rena. Dia merasa malu dengan tingkah Edgar kakaknya yang sok tau.
                                “ kakak kan gak tau Ren. Oh ya saya Edgar Daniel” kata Edgar tersenyum mengulurkan tangannya.
                                “ Dion. Dion Armando”kata Dion tersenyum ramah dan menyambut tangan kekar itu.

                                “ yaudah. Kalian ngbrol dulu. Kakak mau keatas mau ngurus tugas. Entar kalau udah kelar PDKT nya,Rena kamu ambilin gitar di gudang ya. kakak mau perbaiki. Hehehe”kata Edgar dan melenggang pergi dengan siulan menggoda. Sialan kak edgar..batinnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar