>>>>> PLAN – PLANING
Radit pulang
dengan agak semangat dari Rumah Cheril. Ini membuat si Nyokap yang lagi nyiram
kembang curiga liat anak cowoknya yang lagi semangat 45 menang PERANG.
“ ada
yang lagi bahagia nie,.”sosor Farel dari atas balkon. Sang mama langsung
melihat picik ke atas.
“ sibuk
banget loe! Ma, siram kembangnya, jangan liatin kak Farel gitu, entar
kembangnya cemburu loh,.”kata Radit mengingatkan sambil meledek. Sang mama
langsung menatap Radit dengan picik ketika sang anak meledeknya.
“ haha!
Ma, ma.. kayaknya lagi datang bulan nehh,”ledek Farel dari atas.
“ bukan!
Datang Matahari,..”kata Radit karena sudah melihat wajah sang mama memerah.
“ kalau
datang Matahari itu untuk Anak Cowok !” ketus sang mama.
“
ahahahahahahahah! Ada aja deh mama ini,..”kata Farel kayak banci ngondek. Sang
mama tak tahan akhirnya menyiram Farel dari bawah. Radit langsung cepat-cepat
masuk kedalam rumah keburu disusul sama selang air. Radit langsung naik kekamar
Farel.
“
Krempeng,. “ panggil Radit.
“ apa
SISPEK??”tanya Farel.
“
ngeledek yeah?”tanya radit sambil masuk kedalam kamar dan menutup pintu.
“ yang
mulai loe duluan, ya gue sambut la,.! Mau apa loe?”tanya Farel dengan agak
garang.
“ Plan,
to Cafe, Cheril agree with it.”kata Radit dengan mempromosikan bahasa
inggrisnya. Farel langsung sigap menatap Radit. Ia ingin memastikan kalau Radit
gak main-main.
“ why
you look at me like that?..”ledek Radit.
“ are
you , seriously??!!”tanya Farel semakin mendekatkan wajahnya. Tiba-tiba sang Bi
minah lewat dari ruangan keluarga dan agak syok melihat dua orang mahluk yang
di puja keponakannya ini berpandangan lekat dan sangat nekat.
“ den!
Ya ampun! Gak nyangka bibi. Aden,aden ini punya kelainan!!”kata Sang bibi.
Seketika Farel dan Radit tersadar.
“ngasal
nih bibi ngomong!..”kata Farel sambil mengucek-ucek matanya.
“ tauk!
Adu mata neh bi!”kata Radit yang juga ikutan setelah mendapat kode dari Farel
supaya mengucek-ucek mata agar si bibi gak curiga.
“ ouh.
Kirain.....”kata si bibi dan kemudian berlalu ke Dapur. Farel dan Radit
menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah laku bibi yang serba-serbi curiga
mulu sama mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar