Selasa, 08 Mei 2012

Bukan Dia Tapi aku.(BAB 8)


>>>>>>>>>>>>> Cheril alone.
          Cheril gak menyesal dengan tingkah laku jailnya. Jika rasa penyesalan cheril muncul, dia selalu berpikir kalau itu semua impas, kan dia juga yang buat gue jatuh tadi sore di komplek, lalu tersenyum kemenangan. Cheril sekarang menyusn rencana untuk mengerjai Radit tinggal. Tapi Cheril merasa, kalau radit itu , bukan tipe orang yang suka jail-jailan.
                   “ entar kalau gue kerjain, dia pasti gak mau lagi ngajak gue jalan, kan selama ini, Radit andalan gue buat gue eksis di bibir anak-anak cewek penggosip di sekolah. Hemp. Gak usah kerjain Radit deh,..”pikir Cheril dan kemudian memandang gelapnya malam. Hanya ada bulan sabit yang menghiasi awan gelap berkabut malam itu. Cheril hanya mendesah dan tak tau mau melakukan kegiatan apa-apa lagi.
>>>>>>>>>> Mimpi Radit,
          Kabut putih melingkari daerah sekitarnya. Radit mau-mau aja di jodohin sama cewek, karena umurnya yang sudah layak untuk menikah tapi tak bisa mendapatkan kekasih yang sesuai dengan hatinya. Jas putih dan nuansa Pelaminan ala Modern telah siap. Ia kini tinggal menunggu calon mempelai Wanita.
                   “ cantik gak dia ya? Apa gue kenal..?” pikir Radit. Musik pengiring pengantin langsung terdengar dan dari balik awan yang semakin berkabut tebal muncul gaun putih kembang yang sangat indah, tapi saat semakin sang mempelai wanita mendekat, rasanya semakin tebal kabut awan yang mendekatinya. Tiba-tiba..Radit terbangun dari mimpi tak jelasnya. Dia berpikir, kalau mungkin nanti dia nikah muda. Tapi keringat sudah meluncur di sekitar pelipisnya dengan cepat.
                   “ ya ampun!!” kata Radit dan mengusap wajahnya lalu tidur lagi karena jam masih menunjukan pukul 5 Pagi.
>>>>>>>>>> READY, AND GO!!!
          Radit  sedikit berbeda hari ini. Dia sepertinya agak melongo di pagi hari, seingga membuka peluang bagi Farel untuk mengejutkannya.
                   “ DAR! Wuah, nak adit, pagi-pagi jangan melamun,.” Sentil Farel sejenak. Tapi Radit tak memprotes. Muncul kerutan di tengah-tengah alisnya. Farel yang mau turun karena tak dengar protesan langsung mundur kebelakang dan melihat kerutan di antara dua buah alis matanyanya.
                   “ loe kenapa??”tanya Farel dengan agak malas.
                   “ hem, tadi pagi gue mimpi,.”kata Radit dengan singkat dan dengan nada yang agak serius.
                   “ mimpi?. Mimpi apa?.. “ tanya Farel terbawa suasana.
                   “ eh, anak mama, kok bengong sih berdua,.. turun. Sarapan dulu donk, pagi gini kok udah di buka sama bengongan..?” kata sang mama .
                   “ iya ma,.”jawab Farel singkat.
                   “ ayo cerita. Entar di panggil sama nyokap lagi noh,.”kata Farel mendesak.
                   “ nanti aja deh,. Kita ke Cafe yok hari ini?? Loe gak ada janji kan sama Cheril..?”tanya Radit mendesak balik.
                   “ haihh, yaya. Emp. Tapi ajak Cheril yea..?” usul Farel.
                   “ Gilak loe! Neh, Cuma antara loe and gue? Kalau loe gak mau, ya udah.. loe gue end! Sebagai BROTHER!” kata Radit menggertak, kemudian Radit turun kebawah dan mengambil Roti.
          Pagi ini Cheril di bangunin sama ??? ayo tebak siapa??. JAM BEKER lah. Dengan rambut yang kusut dia turun dari anak tangga dan kemudian mendengar suara ketukan pintu rumah.
          “ entar!” kata Cheril sambil menguap. Di bukanya pintu dan muncul sosok Radit sambil memegang sepedanya.
                   “ siapa??”tanya Cheril tanpa membuka matanya.
                   “ haihh, buka dulu donk matanya, masa temen sendiri gak kenal,.”tanya Radit.
                   “ hemp. HAH?! Eh, Radit,.”kata Cheril dengan melek spontan dan kemudian merapikan rambutnya. Radit masuk dan kebetulan banget ada kaca di dekat pintu masuk, cheril akhirnya berkaca  dan di sisi kiri bibirnya masih ada ileran(JOROK!). Cheril langsung lari ke kamar mandi dan segera membasuh mukanya sejenak. Radit sempat kebingungan melihat tingkah cheril tapi dia paham-paham aja. Seorang Cheril di hari libur bangun Pagi? MUSTAHIL,..
                   “ hemp. Loe ada masalah apa datang sepagi ini??”tanya Cheril lalu duduk di sofa seberangnya di mana Radit duduk.
                   “ hah? Loe bilang ini pagi banget?? Ini udah jam setengah sepuluh, mau masuk ke Siang. Makanya, jadi cewek itu jangan bangun kesiangan. “ceramah Radit.
                   “ tunggu,tungu,tunggu! Loe datang kesini, Cuma mau ceramahin gue doank?? Ha?!” tanya Cheril yang emosinya udah datang pertama.
                   “ yah, gak gitu cher. Gue Cuma pengen nanyak sesuatu,. Bole?”tanya Radit dengan lembut.
                   “ ah, gak usah pakek basa-basi. Gerah gue loe ada disini,.cepetan mau ngomong apa,.?”kata Cheril gregetan.     
                   “ loe kata gue Seytan?! Wuah,. Asem loe! Ini, semalam loe buat apa si Farel sampe dia kocar-kacir kayak orang di serang Koloni?”tanya Radit.
                   “ oh, itu. Minumnya gue kasih Merica sama Garem. Herannya gue, kakak loe mantap kali neguknya. Ketauan hausnya,. Loe bayangin aja, orang kalau ada rasa garam Sama merica itu kan pastinya udah tau dari awal, eh , ini malah gak! Tiba udah setengah baru deh kakak loe bereaksi. Gue heran,. Kakak loe keturunan Spesies manusia mana sih?”tanya Cheril sambil nyengir.




To BE Continued 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar