>>>>>>>>>>>>> Cheril
alone.
Cheril gak
menyesal dengan tingkah laku jailnya. Jika rasa penyesalan cheril muncul, dia
selalu berpikir kalau itu semua impas, kan dia juga yang buat gue jatuh tadi
sore di komplek, lalu tersenyum kemenangan. Cheril sekarang menyusn rencana
untuk mengerjai Radit tinggal. Tapi Cheril merasa, kalau radit itu , bukan tipe
orang yang suka jail-jailan.
“ entar
kalau gue kerjain, dia pasti gak mau lagi ngajak gue jalan, kan selama ini,
Radit andalan gue buat gue eksis di bibir anak-anak cewek penggosip di sekolah.
Hemp. Gak usah kerjain Radit deh,..”pikir Cheril dan kemudian memandang
gelapnya malam. Hanya ada bulan sabit yang menghiasi awan gelap berkabut malam
itu. Cheril hanya mendesah dan tak tau mau melakukan kegiatan apa-apa lagi.
>>>>>>>>>> Mimpi Radit,
Kabut putih
melingkari daerah sekitarnya. Radit mau-mau aja di jodohin sama cewek, karena
umurnya yang sudah layak untuk menikah tapi tak bisa mendapatkan kekasih yang
sesuai dengan hatinya. Jas putih dan nuansa Pelaminan ala Modern telah siap. Ia
kini tinggal menunggu calon mempelai Wanita.
“ cantik gak dia ya? Apa gue kenal..?”
pikir Radit. Musik pengiring pengantin langsung terdengar dan dari balik awan
yang semakin berkabut tebal muncul gaun putih kembang yang sangat indah, tapi
saat semakin sang mempelai wanita mendekat, rasanya semakin tebal kabut awan
yang mendekatinya. Tiba-tiba..Radit terbangun dari mimpi tak jelasnya. Dia
berpikir, kalau mungkin nanti dia nikah muda. Tapi keringat sudah meluncur di
sekitar pelipisnya dengan cepat.
“ ya
ampun!!” kata Radit dan mengusap wajahnya lalu tidur lagi karena jam masih
menunjukan pukul 5 Pagi.
>>>>>>>>>> READY, AND GO!!!
Radit sedikit berbeda hari ini. Dia sepertinya agak
melongo di pagi hari, seingga membuka peluang bagi Farel untuk mengejutkannya.
“ DAR!
Wuah, nak adit, pagi-pagi jangan melamun,.” Sentil Farel sejenak. Tapi Radit
tak memprotes. Muncul kerutan di tengah-tengah alisnya. Farel yang mau turun
karena tak dengar protesan langsung mundur kebelakang dan melihat kerutan di
antara dua buah alis matanyanya.
“ loe
kenapa??”tanya Farel dengan agak malas.
“ hem,
tadi pagi gue mimpi,.”kata Radit dengan singkat dan dengan nada yang agak
serius.
“ mimpi?.
Mimpi apa?.. “ tanya Farel terbawa suasana.
“ eh,
anak mama, kok bengong sih berdua,.. turun. Sarapan dulu donk, pagi gini kok
udah di buka sama bengongan..?” kata sang mama .
“ iya
ma,.”jawab Farel singkat.
“ ayo
cerita. Entar di panggil sama nyokap lagi noh,.”kata Farel mendesak.
“ nanti
aja deh,. Kita ke Cafe yok hari ini?? Loe gak ada janji kan sama
Cheril..?”tanya Radit mendesak balik.
“ haihh,
yaya. Emp. Tapi ajak Cheril yea..?” usul Farel.
“ Gilak
loe! Neh, Cuma antara loe and gue? Kalau loe gak mau, ya udah.. loe gue end!
Sebagai BROTHER!” kata Radit menggertak, kemudian Radit turun kebawah dan
mengambil Roti.
Pagi ini Cheril
di bangunin sama ??? ayo tebak siapa??. JAM BEKER lah. Dengan rambut yang kusut
dia turun dari anak tangga dan kemudian mendengar suara ketukan pintu rumah.
“ entar!” kata
Cheril sambil menguap. Di bukanya pintu dan muncul sosok Radit sambil memegang
sepedanya.
“
siapa??”tanya Cheril tanpa membuka matanya.
“ haihh,
buka dulu donk matanya, masa temen sendiri gak kenal,.”tanya Radit.
“ hemp.
HAH?! Eh, Radit,.”kata Cheril dengan melek spontan dan kemudian merapikan
rambutnya. Radit masuk dan kebetulan banget ada kaca di dekat pintu masuk,
cheril akhirnya berkaca dan di sisi kiri
bibirnya masih ada ileran(JOROK!). Cheril langsung lari ke kamar mandi dan
segera membasuh mukanya sejenak. Radit sempat kebingungan melihat tingkah
cheril tapi dia paham-paham aja. Seorang Cheril di hari libur bangun Pagi?
MUSTAHIL,..
“ hemp.
Loe ada masalah apa datang sepagi ini??”tanya Cheril lalu duduk di sofa
seberangnya di mana Radit duduk.
“ hah?
Loe bilang ini pagi banget?? Ini udah jam setengah sepuluh, mau masuk ke Siang.
Makanya, jadi cewek itu jangan bangun kesiangan. “ceramah Radit.
“
tunggu,tungu,tunggu! Loe datang kesini, Cuma mau ceramahin gue doank?? Ha?!”
tanya Cheril yang emosinya udah datang pertama.
“ yah,
gak gitu cher. Gue Cuma pengen nanyak sesuatu,. Bole?”tanya Radit dengan
lembut.
“ ah,
gak usah pakek basa-basi. Gerah gue loe ada disini,.cepetan mau ngomong
apa,.?”kata Cheril gregetan.
“ loe
kata gue Seytan?! Wuah,. Asem loe! Ini, semalam loe buat apa si Farel sampe dia
kocar-kacir kayak orang di serang Koloni?”tanya Radit.
“ oh,
itu. Minumnya gue kasih Merica sama Garem. Herannya gue, kakak loe mantap kali
neguknya. Ketauan hausnya,. Loe bayangin aja, orang kalau ada rasa garam Sama
merica itu kan pastinya udah tau dari awal, eh , ini malah gak! Tiba udah
setengah baru deh kakak loe bereaksi. Gue heran,. Kakak loe keturunan Spesies
manusia mana sih?”tanya Cheril sambil nyengir.
To BE Continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar