Jumat, 23 Maret 2012

Bukan Dia,Tapi aku.(BAB 6)


->>>> JOYFULL,.END(BRAKKKKKKKKKKKK).
          Semenjak Cheril tinggal di komplek ini, baru kali ini juga dia merasakan gimana nikmatnya pemandangan di sore hari dengan Sunset yang indah. Cheril mengkayuh sepedanya yang merupakan pemberian nyokapnya waktu dia ultah yang ke 15 tahun. Sampai sekarang masih terawat, karena Cheril anaknya gak terlalu suka dengan Sepeda. Dengan berani memejamkan mata melalui tiap butiran Kerikil yang sudah bercampur dengan Aspal, dia menikmati sejuknya udara di sore hati itu. But tiba-tiba,.
          “KRAKKKKKK,BRAKKKK!”
                   “ adouhhhhhhhhh! Mak ,. SAKIT!!!” teriak seseorang dari sebelah Kiri.
                   “ kaki Gue,adah,adah,adah,.. Nyut!!nyutan!” keluh di sebelah kanan.
                   “ kepala gue?? Gak apa-apa kan? Tangan gue??? Hah???!!!!!!!! LECET!!!!” teriak Cheril. Kemudian cheril celengak-celenguk liat kiri dan kanan. Di sisi kanan ada Farel, disisi Kiri ada Radit. Cheril kemudian bangun dan membenarkan sepedanya lalu berdiri bertolak pinggang melihat dua orang bodoh di sore hari yang menabraknya. Rasanya air panas yang baru saja di siram kan ke arah Cheril tak bisa di redam dengan senyuman Es batu dari Farel dan Radit secara bersamaan, entah mereka senyumnya ikhlas atau enggak. Jari telunjuk cheril bergerak menyuruh mereka berdua bangun.
                   “ sori cher, ini ide gila Radit,..”kata Farel menyanggah.
                   “ bukan!bukan! ini tantangan dari Farel , suer deh!”kata Radit sambil memainkan tangannya lagaknya say PEACE.
                   “ enak aja loe nuduh gue?! Yang punya ide buat main sepeda siapa??!!”seru Farel yang tak mau di salahkan.
                   “ eh! Yang nantangin buat balapan siapa?”tanya Radit.
                   “ eh.! Perasaan loe juga nantangin gue tadi! Cuma guenya aja yang gak mau, terus loe kasih gue kayak ledekan gitu jadinya gue,..”
                    “ STOPPPPPPPP!!!!! Kalian anggap apa Gue disini?!!! PENONTON?! Hah?!!. Malah berantem lagi berdua!! Sekarang loe berdua salah!! You know?!” Seru Cheril dengan penuh emosi dan campur aduk amarah yang tak dapat lagi di pendam.
                   “ i don’t know!” jawab Farel dan Radit sempat-sempatnya dan ini membuat Cheril kehilangan kendali emosi.
                   “ Dari pada gue disini bergaul sama orang bego gak penting kayak loe berdua, mending gue OUT!!!!” kata Cheril dengan Jutek dan kemudian membawa sepedanya yang tak terlalu rusak.
                   “ yahh,..yah,.. dia malah pergi.”kata Radit dengan amat di sayangkan.
                   “ ah. Padahal kan tadi Cuma canda doang...”desah Farel. Lalu Farel teringat sejenak akan janjinya dengan Cheril kalau mereka bakalan malam minggu.
                   “ ALAMAK!!! MAMPUS! Eh, gue duluan yea!”kata Farel pada adiknya ini.
                   “ eh.. mau kemana loe? Hah?!”tanya Radit dan kemudian berusaha memperbaiki rantai sepedanya yang sudah copot.
                   “ mau nyusul Cheril!”kata Farel.
                   “ pakek???”tanya Radit lagi dengan otak DONGOLnya.
                   “ SEPEDA !!!! ahh! IQ loe rendah banget sih!” Seru Farel lalu menggoet sepedanya dengan keadaan kaki yang terluka. Cheril tak terkalahkan, dia menggoet sepedanya terus sampai dia sampai di depan rumahnya. Farel tak mampu mengejarnya karena  kakinya yang luka semakin parah. Akhirnya dia memutuskan untuk pulang.

>>>>>>>>>>>>>>>> OCEHAN MAGRIB X_X
          Mama cheril langsung turun ke ruang tamu saat mendapati Cheril sudah luka-luka dan dia sudah lemas serta wajahnya pucat.
                   “ ya ampun sayang! Bentar yea, mama ambilin minum dulu.”kata mamanya dan kemudian kembali membawa segelas air putih.
                   “ luka kamu parah, mama ambil kotak P3K dulu yea!..”kata sang mama. Cheril hanya terdiam melihat sang mama yang mondar-mandir kayak setrikaan ngacir. Luka Cheril akhirnya di obati dan kemudian Cheril di suruh istirahat sama mamanya di kamar. Cheril mau-mau aja balik ke kamarnya, dia niat buat setel radio, tapi malas. Saat hendak menarik selimutnya, Handphone berbunyi.
                   1 message *
     From : no name
Cher, ntar jd kn?
By Farel.
     Replay ;
mw jd gmn? Bdn udh skit mwa!!!!
Ini gra2 xlan tw gg! X_X!
     From ; No name
y. kk mnta maap. Yd. Sbgai tnda mnta maap
kk dtg ke rmh kmu smbil jnguk kmu,.
Boleh?
     Cheril terdiam sejenak. “emp, kak farel mau datang?! Itu berarti gue malam minggu ini gak sendirian donk.! Yessssssssssssss!! Eh, tapi mama??? Arghhhhh!! Penghalang besar neh!. Tak lama kemudian sang mama berteriak dari bawah.
                   “cher , mama pergi ya. Besok pulang.! Jaga diri baik-baik. Istirahat yang cukup ya sayang,. Mama pergi!”kata mama cheril dan lalu diakhiri dengan bunyi pintu yang keras. Cheril yang mendengarnya langsung berhip-hip hura sejenak. Tapi ujung-ujungnya ngerasain rasa sakit tangannya.
                   Replay;
Ok! Dtg bwa mknn!
          From; No name
Seip! J

>>>>>>>>>> Ready???..
          Farel mondar-mandir buka lemarinya yang menurut pandangan adiknya, gak terlalu banyak baju atau pakaian, tapi kualitas pakaian farel di atas rata-rata radit. Farel itu orang nya fashionable buanget, dia itu termasuk orang yang pilah-pilih. Radit yang hendak turun ke bawah kebetulan lewat dari kamar kakaknya bertekad mampir sejenak.
                   “ wessshh! Mau pinang anak siapa malam ini???”tanya Radit hanya nongol setengan badan.
                   “ haha. Gue mau kerumah si Cheril. Mau jenguk dia.,”kata Farel sambil mencocok-cocokan pakaian.
                   “ jiaah! Mati gila.! Mau ke rumah orang aja kok Modis banget! Hayo, mau sekalian malam minggu an yea?? Eh! Kaki loe kan belum sembuh, sok kuat banget loe?!”kata Radit sedikit songong.
                   “ emang gue kuat kan. Buktinya yang sampai rumah dengan keadaan luka siapa? Farel!”kata Farel berbangga hati.
                   “ DASAR NORAK! Banggain diri sendiri. Hishh!”kata Radit lalu turun.
                   “ Iri nie,..hakhakhak!”kata Farel membalas. Radit menuruni anak tangga dengan khayalan. Dia berpikir beruntung banget kakak gue bisa gaet anak cewek di sekolah gue. Anak sekolah gue kan terkenal dengan matrenya,terkenal pemilihnya dan terkenal orang kayanya, la gue??? Nasib,...nasib. tapi kok Cheril mau nyantol sama dia ya?.
                   “ jangan melamun den, entar gak dapat pacar...”kata Bi minah.
                   “ huuu! Si bibi, mitos lama itu ,..”kata Radit dan kemudian ngacir kedapur ambil segelas susu dan setoples Kue kering di makan dah tuh di depan teras rumah sambil main gitar. Farel keluar dengan pakaiannya yang modis sambil bersiul santai.
                   “UMP! Aroma parfumnya kayak gue kenal??!!”kata Radit sejenak dan mencium sekali lagi aroma parfumnya. Dogy-dogy kesayangan Radit langsung datang dan mengong-gong.
                   “ heheehehe! Ehh diem loe Dogy!!”kata Farel.
                   “ Punya gue kan! Wuahh, malam minggu gak modal banget loe! Entar gue bilangin ke Cheril baru tau rasa loe!”kata Radit dengan agak sensian.
                   “ ah, sama kakak sendiri gitu,.. pelit banget loe,..”kata Farel dan kemudian dia pergi berlalu dengan sepeda motor kesayangannya.
                   “ hati-hati! Ada orang pacaran tabrak aja,!”kata Radit. Farel hanya tertawa terbahak-bahak mendengar Radit yang mungkin tingkat ke-Stresannya meningkat. Maklum, Kalau Farel keluar malam minggu kan biasanya ajak Radit. Itu jadi kebiasaan semenjak Farel putus dari Andien, teman satu kuliahnya yang sudah nikah sama Dosen muda di fakultasnya. Yeah, radit jadi pelampiasan deh, karena gak ada teman buat malam mingguan.
                   “Apes,apes! Ngeri idup gue,..!”desah Radit dan merenung.


_________________________To be continued

Senin, 19 Maret 2012

Bukan Dia,Tapi aku.(BAB 5)


>>>>>>>>>>>>>>> HOME SWEET HOME.
                   “ thanks kak udah di anterin,.”kata Cheril dan kemudian beranjak dari tempat duduk motornya.
                   “ ehh, tunggu. Bayar.”kata Farel dengan senyum.
                   “ ha?? Di bayar yea? Yahh. Gue gak ada duit kak, tunggu hari lebaran dehh,,.”kata Cheril.
                   “ buset. Ini baru bulan berapa non... hahah. Bayarannya ada cara lain. Mau gak??” tanya Farel.
                   “ apa??” tanya Cheril lagi balik penasaran.
                   “ minta nomor hape.!”kata Farel dengan tersenyum dan kemudian mengeluarkan pena.
                   “ lohh??!==! Buat apa? “ tanya Cheril kebingungan.
                   “ nanti tagihannya kakak kirim lewat hape,.. hehehe. Mana?? cepetan.”Pinta Farel dengan agak memaksa. Cheril mau-mau aja kasih nomor hapenya. Lagi pula di dalam pikirannya kan lumayan buat nambah-nambah kenalan, anak kuliah pula lagi tajir, ganteng, populer lagi. Behh! “PAS MANTAB” dehh. Akhirnya Farel mendapatkan nomor Cheril dan kemudian cheril masuk kedalam rumah.
          Rumah keluarga Farel seperti  biasa, sepi dan sunyi di siang hari. Paling hanya ada Radit, Si dogy-dogy, pembantu dan barang-barang yang bisa buat berisik di rumahnya. Farel siang itu ngantuk dan kelelahan karena terlalu banyak makan juga sih. Ini membuat Radit yang hendak turun kebawah karena gak biasanya melihat Farel langsung tumbang di medan pertempuran Mimpi.
                   “ hoy! Baru pulang makan kok dah tidur! Gemuk entar..”kata Radit mengejutkan dan kemudian memasang televisi. Radit tau kesukaan Farel, yaitu makan di luar rumah.
                   “ ahh! Dasar DONGOL! Gue gak tidurr,!”kata Farel dengan agak berteriak,
                   “ jadi apa???!”tanya Radit yang bego.
                   “ MEREM!”jawab Farel singkat.
                   “ intinya kan sama aja DONGOL! Dasar Ikan BENGGOL!”kata Radit dan kemudian membuat Farel bangkit bank Zombie kemudian berjalan dengan mata agak tertutup.
                   “ ahh, dasar ZOMBIE DONGOL! :_:!” kata Radit dengan agak sedikit geram. Radit kemudian mengambil cemilan di meja yang ada didepannya. Saat hendak mengambil, dia melihat ada kertas putih kecil dekat sudut sofa. Kemudian Radit mengambilnya dan membukanya.
                   “ apa an neh?? Awas aja dia menang lotre. Gak bagi-bagi, APES dia!!”kata Radit. Saat di buka Radit langsung terbelalak matanya saat melihat ada nama Cheril dan nimprung juga nomor hapenya.
                   “ cheril mana neh??! Wuahhh, jangan,... jangann,,................” Radit terdiam dan kemudian menyusul radit ke atas Kamar.

>>> HOME SWEET HOME at Afternoon..............................____
Play RADIO FM...
          Komat kamit dari sang penyiar radio yang di dengar cheril membuatnya mengundang juta tanya.
                   “ malam minggu gene mang penyiar radio kagak ada kerjaan ya? Kerjanya asyik nyiar mulu?? Emang gak di marah ama ceweknya??” pikir Cheril sambil mendengar radio yang ada di sampignya dan tanganya di hiasi dengan pena warna-warni.
                   “ okey, di depan udah ada lagunya dari Coldplay-PARADISE so keep stay tune in here,.!”kata Sipenyiar dan mengakhiri komat-kamitnya dengan Lagu yang amat nyentrik.
                   “ kalau udah lari ke lagu, terus dia ngapain?????” pikir Cheril lagi. Lama-lama cheril muak dengan sejumlah pertanyaan yang muncul di pikirannya akhirnya dia memutuskan untuk siap-siap jalan keluar sendiri dengan sepedanya sampai menjelang magrib nanti.
>>>>>>>RADIT vs FAREL.
          Radit segera ke atas ke kamar Farel dan membangunkan Farel yang baru saja terlelap sebentar.Teriak sekerasnya tak membuat Farel juga bangun. Akhirnya Radit mengambil langkah selanjutnya yaitu, Memukulnya dengan bantal guling.
                   “ WOY!!! Apa-apan  Loe! “ seru Farel langsung terbangun.
                   “ hahaha! Bangun juga loe akhirnya..! ini! Apa’an neh?”tanya Radit sambil merentangkan kertas yang tak seberapa lebar.
                   “ eh! Itu kan punya gue! Dapat dari mana loe??!”tanya Farel dan kemudian merampas kertasnya lalu berusaha memperbaiki karena udah kusut.                     “ Sofa. Loe minta nomornya Cheril langsung yea?”tanya Radit dengan nada yang agak datar dan rada cemburu gimana gitu.
                   “ iya. Tadi pas pulang sekolah , gue jumpa dia lewat dari daerah RESTAURANT TRADISIONAL, eh, pas di depan RMP gue berpapasan ma dia, ya udah gue traktir aja makan. Terus gue antar balik kerumah  gue minta deh nomornya,..”Jelas Farel secara Rangkum.
                   “ ouhhhh,.” Kata Radit lalu keluar dari kamar Farel dengan angguk-angguk.Farel terdiam sejenak lalu kemudian segera beranjak dari kamar lalu menyusul Radit yang ada di garasi. Radit sedang mengelus-elus sepeda kebanggannya dulu waktu SMP. Radit punya beberapa koleksi sepeda yang sangat amazing. Dia pecinta sepeda. Tiap hari minggu terkadang Dua orang bersaudara ini meluangkan waktu untuk bersepeda ke Pusat jakarta.
                   “ cie,.. in memoriam nie,..”ledek Farel yang datang ke garasi dengan setelan celana pendek versi Boxer.
                   “ apa’an? Gue udah lama gak main sepeda. Yok, main yok,.. kita balapan di daerah taman Komplek sebelah..mau gak??” tantang Radit. Radit hobinya menantang orang tapi selalu kalah. Tapi Radit selalu tetap senang karena semua tantangannya itu adalah musuh bagi diri dia sendiri(eakkkkkk! Gag nyambung!).
                   “ ke komplek sebelah? Kenapa harus di komplek sebelah, kenapa gak ke area balapan sepeda aja??”tanya Farel dengan mata menyipit.
                   “ memang ada sirkuit khusus balap sepeda??”tanya Radit dengan begonya(==!).
                   “ nah, itu dia yang gak gue tau brother Dongol, yok ah, CAPCUS!!” kata Farel naik ke Sepeda dan kemudian menggoet sepedanya. Sepanjang perjalann menuju komplek sebelah, Radit dari tadi melihat gaya style kakaknya yang dianggapnya terlalu pamer.
                   “ loe kok pakek TankTop sihh??”tanya Radit sambil menggoet sepedanya tepat di samping Farel.
                   “ otot gue kan okE! Lah eluu?? Memang loe ada otot?? Kagak ada kan,(:P)..” ledek Farel dan tertawa. Farel anaknya selain hobi jogging dan sepeda, dia suka kadang iseng-iseng ke tempat olahraga yang temanya buat Otot gitu.
                   “ alah! Baru gitu doang udah bangga!”saat Radit mengatakan itu, tiba-tiba segerombolan cewek yang lagi jogging sesusia Radit lewat dan tersenyum-senyum liat Farel.
                   “ haiiii, cowok....”kata si gadis yang ber-Tanktop Pink.
                   “ ihh, kakak unyu banget sihh!” kata Cewek satu lagi yang gaya pakaiannya KOREAN abis!(huuuufffh).
                   “ tuhh, loe masih berani selepein otot gue?”tanya Farel dan kemudian mulai menantang Radit dengan satu goetan yang kencang. Radit akhirnya terpancing mereka berlomba bak sebuah Atlet Sepeda yang sudah profesional.
-To be Continue 

Bukan Dia,Tapi aku.(BAB 4)


>>>>>>>>>>>>>>>>> BREAK,BREAK,BREAK..
          Cantin penuh, daerah sekitar kantin juga sama. Onggi dan yenita hanya melongo tapi Cheril?? Kemana dia?.
                   “ gue LAPUERRRRRRRRRRRRRR guys!”seru cheril sambil memegang perutnya seperti anak kecil.
                   “ ihhhhh! Mank loe pikir kita enggak?!!” seru Onggi dengan cuek.
                   “ sama Cher,. Ya udah. Kita cari makan pulang sekolah nanti aja yuk,.”ajak Yenita sambil memegang perutnya yang sudah keroncongan bulat.
                   “ No!No! NO!NO! eh, nanti malam itu malming, malamnya para anak remaja. Loe gila apa?! Duit gue pas-pasan,..!” seru Onggi yang sudah darting. Ehem. Onggi kalau lagi laper,capek dan malas, dia gak boleh di ganggu sebenarnya. Soalnya darah tingginya Melunjak! Bisa-bisa yang ada di sampingnya di omelin, dicaci, di hina,di Marah-marahin bahkan kalau kuat, pasti di lempar layaknya SUPARMAN melayangkan musuhnya(eh salah SUPERMAN maksud saya,.).
                   “ ih! Masa loe lebih pentingin malam minggu dari pada perut di siang bolong? Tragis loe,..!”desah Yenita yang mengeluh dan mengeluh. Ehem. Yenita itu anaknya manja dan apa yang di bilang harus di turutin sama dia. Dia itu setia kawan banget. Kalau satu makan, makan semua, satu menderita menderita semua. Lahhhh, kalau satu mati??? Terus gimana donk??(apa dia ikut mati juga?? ==! Impossible!ALAy).
                   “ hahhh! DASAR KANTIN MINI!!!!”teriaknya dan menendang kaleng yang ada di depannya. Tiba-tiba di balik rumput yang tingginya hanya 1 meter, ada suara teriakan cowok kesakitan.
                   “ aAWWWWWWW!”
                   “ Oh my god! Kena ya gi??”tanya Yenita khawatir dan berhenti merengut.
                   “ ya ampun nggi, jangan sampe loe maksa kita lari dehh, gue gak kuat..” keluh Cheril sambil mengehentak-hentakkan kakinya.
                   “ ehh,ehh! Diem! Sst! “kata Onggi menenangkan temannya yang mulai khawatir.
                   “ siapa yang lempar nehh?!”seru cowok berkulit coklat tinggi dan badannya badan cowok diinginkan banget gak kekar tapi yeah berisi tapi bugar(seakkkk).
                   “ WUADUHH! Itu kan Gama! “ kata Onggi keheranan.
                   “ ITU COWOK POPULAR ANAK BASKET KAN??!!”teriak Yenita dan Cheril serempak.
                   “ Gawat!!” kata Onggi dan memukul jidat. Gama berjalan menuju ke arah Onggi ,Cheril ,Dan Yenita. Yenita lebay banget! Dia hampir aja pingsan karena mereka di hadapkan dengan prajuritnya Gama yang wuaw,wuaw, banget. Sementara Cheril berusaha rileks menghadapi semua yang di depannya dan berusaha Pasrah(gue banget !!^^3)
                   “ loe yang LEMPAR??!” tanya Gama songong.
                   “ iya, .... kenapa emang??.....NYA?!” balas Onggi. Awalnya Onggi berusaha untuk menghargai Gama karena teringat reputasinya yang WUAW bangets! Tapi berhubung si Gamanya Songong duluan, BUYARRR deh semua.
                   “ oh! Berani banget loe yea! Ngelempar SAMPAH sama gue?! Loe pikir gue (melirik Onggi dari atas sampai ke bawah) TONG SAMPAH?!” tanya Gama dengan songong.
                   “ oh. Jadi MASALAH BUAT GUE???????! Heh, asal loe tau yea,.. tuh SAMPAH mendarat ke loe karena dia itu punya kontak BATIN sama loe!! “ ledek Onggi.
                   “ jadi Maksud loe?! Gue KEMBARAN SAMA SAMPAH??! Songong banget LOE!!!! Loe pikir dengan gaya TOMBOY loe, loe udah bisa buat takut! NO!” kata Gama dengan Songong dan penuh dengan ketegasan. Semua anak-anak yang ada di kantin langsung berkumpul.
                   “ haduh,(sambil memeriksa kuku bak cewek centil). Bagus banget deh loe ngaku. Sok PAKEK TANYA lagi,..!”kata Onggi dengan dingin.
                   “ okey. Terserah. Gue gak mau ada daftar nama orang yang sakit hati atau punya daftar bebuyutan sama gue, so, kita ambil cara damai aja girls.. you say sorry. I forgive you,.”kata Gama dengan senyum terpaksa.
                   “ what! NGIMPI loe,..! NOWAY. Emang gue salah! Tapi NAJIS SERIBU NAJIS banget minta maaf sama loe..!! CABUT guys..”kata Onggi dengan yakin dan kemudian mengajak Cheri dan Yenita pergi dari kerumunan massa. Gama hanya terdiam dan kemudian bergumam,.
                   “ liat aja loe, tunggu pembalasan gue.,.”kata Gama tersenyum PICIK.
>>> TRIP TO GO HOME,.......................___...........................
          Cheril hanya terdiam sepanjang perjalanan karena tak mau ikut campur dengan omongan Onggi dan Yenita yang sibuk mengatur jadwal buat malam minggu nanti.
                   “ okeh. Jumpa di CAFE yeah Yen,. Bye..” kata Onggi pamitan.
                   “ bye,..”sahut Cheril dan Yenita bersama. Yenita kemudian menatap ke arah Cheril yang penuh dengan kepasrahan dan pengharapan.
                   “ kenapa Cher,..? hem. Loe gak ada temen buat Keluar entar yea??”tanya Yenita dengan hati-hati takut melukai perasaan Cheri.
                   “ iya,. Tapi gak sepenuhnya itu yang gue pikirin. Gue Cuma pengen cepat pulang sekarang. Habisnya ,gue luaperrr,..!”kata Cheril.
                   “ ump. Yang sabar aja yea,. Ya udah. Gue belok yeah,.. soalnya motong jalan dari sini cepet. Bye, bye,.”kata Yenita dan berlalu pergi. Kini tinggalah Cheril sendiri doank melongo selama perjalanan.
                   “ bego,..bego. kenapa tadi gak naik bus aja cher,..!!! PANAS banget lagi. Siapa pangeran GUE?????????”tanya Cheril dalam hati. Saat di persimpangan dekat RUMAH MAKAN PADANG, sebuah motor Ninja berhenti di sampingnya.
                   “ Titttt!” bunyi klakson motor tersebut. Cheril melirik ke samping sejenak dan kemudian celengak-celenguk melihat ke samping dan kekanan. Si pengendara motor turun dari motornya dan kemudian menghampiri Cheril yang terdiam layaknya orang bego.
                   “ Cheril kan??”tanya orang yang masih memakai helmnya tersebut.
                   “ iya! Siapa ya mas??”tanya Cheril yang berusaha menunjukkan ekspresi di tengah-tengah teriknya matahari yang berpijar menyengit. Si pengendara tadi membuka helmnya dan tersenyum.
                   “ ini gue,. Farel. Masa lupa? Kata Farel.
                   “ ohh,! Kak Farel. Emmmp. Pakek helm sih, aman Cheril tau,.. heehehehe. Ada apa kak,.?”tanya Cheril.
                   “ gak ada. Kebetulan ketemua kamunya aja disini. Kakak mau makan. Mau ikut??”tanya Farel sambil membuka jaketnya.
                   “ ha??! Hemm,..(sambil melirik jam tangannya).”Cheril antara iya dan tidak,antara Neraka dan Surga, antara Manis dan pahit,Antara Dunia dan AKHIRAT! Soalnya susah banget jawabnya(GUBRAKKKKKKKKKKK!==!).
                   “ jangan lama-lama cher,... kakak dah lapar soalnya,.. hehe”kata Farel mengeluh karena “TERLALU LAMA”.
                   “ aaaaaaaaaaaaaaaaaa, ya udah deh. Cheril ikut. Asal ndak repotin dompet kak Farel aja yea??”seru Cheril sambil tersenyum girang.
                   “OKOK. Aman itu.!”kata Farel. Lalu mereka masuk.
PESANAN FAREL :
Nasi+Rendang+Jengkol Semur+Ayam Goreng+Kerupuk bayem+Teh obeng Versi JUMBO= Rp 56.000,-
PESANAN CHERIL:
Nasi+Pete Goreng+Semur Jengkol+Gulai Ayam+Lalapan+Sate sambal Cabe Kering+Kerupuk ikan+3 Tahu Goreng isi bakso+Teh Obeng Versi jumbo 2 gelas=Rp 97.800,.
                   “ahhhhhhhhhhhhhhhhh! Kenyang.” Desah Cheril saat Farel pergi membayar tagihan.
                   “ sooo??? Udah non? Udah kenyang??”tanya Farel kembali menarik kursi dan duduk.
                   “ udah kakk,. Thanks yea udah di traktir... hehe.” Kata Cheril dengan malu-malu.
                   “ yoi. Ya udah. Kamu pulang lewat mana? “ tanya Farel tanpa basa-basi.
                   Buset dahh, kagak ada nanyak enak gak makanannya? Kamu kok makannya sampe segitunya, ato apalah?? Ini main tanya pulang!! Pikirnya dalam hati.
                   “ emmp. Kalau pulang aku sendirian aja kak, kan udah di traktir masa dianterin lagi?..”kata Cheril sungkan.
                   “ hahaha. Kan satu paket. Emang gak baca tadi??”tanya Farel.
                   “ emang ada tulisannya? Mana?mana??”tanya Cheril terpancing bercanda.
                   “ gak ada sih,.. ya udah yuk. Disini negbosanin.”ajak Farel dan beranjak. Cheril berpikir kalau Farel bukan tipe orang yang romantis dan orangnya gak suka basa-basi. Wuahhhh SPONTAN donk. Cheril akhirnya di antar pulang sama Farel dengan rasa malu dan agak percaya diri dalam diri Cheril, akhirnya dia mau.
 -to be continued,..

Minggu, 18 Maret 2012

Bukan Dia,Tapi aku.( BAB 3)


>>>>>>>>>>>> ON THE HOME.
          Rasa lelah,Kantuk,dan capek campur aduk semua di alami Cheril sekarang. Setelah selesai ganti pakaian dan Mandi, Cheril turun kebawah dan menemui sang mama yang lagi asyik membaca majalah Fashion di iringi musik Classic.
                   “ kamu kok lemes sih cher,. Mana ada keturunan mama kayak kamu lemesnya,.”ledek sang Mama dengan wajah yang serius.
                   “ capek mah, tadi pulang sekolah jalan..”kata Cheril dan menaikkan lututnya ke kursi.
                   “ emp. Sama Radit ya?”tanya sang mama dan menatap Cheril di seberang sofa.
                   “ ha??! Kok mama Tau?! Wuahh, mama gak enak buanget sih! Mata-matain Cheril yea??!” seru Cheril dengan ekspresi campur aduk.
                   “ haha! Tau donk, mama mu ini kan bak sebuah GPS. Hehe. Tadi si Onggi sama yenita datang cariin kamu. Terus mama bilang kamu gak ada dirumah, eh malah mereka berdua teriak serempak PASTI JALAN BARENG RADIT!. Hah,.. kayak orang bego berdua..”kata sang mama dan menyeruput cookies yang ada di meja.
                   “ emang tu dua orang bego kale ma,..”kata Cheril dengan selepedan selewengan.
                   “ hahhhh. Kamu mau jalan sama siapa kek terserah. Asal ingat, jangan kecantolan Cinta terlalu dalem, entar atit hati,.. “kata sang mama meledek dan menasihati Cheril.
                   “ ya ela ma,.. sok tau urusan anak muda,. Hooo!”seru Cheril tak mau kalah.
                   “ eh, mama kan pernah muda, makanya mama tau urusan anak muda,.! Udah ah,mama mau ke kamar dulu yea. Capek, mau istirahat. “kata sang mama lalu berjalan bak model ke dalam kamarnya. Cheril hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan bergumam “ kasian mama gue,. Masa Muda Tak Bahagia..” desahnya.
>>>>>>>>>>>>> RADIT HOME’s.

          Radit asyik membolak-balik majalah otomotif yang di ambilnya dari kamar Farel beberapa menit yang lalu tanpa permisi. Saat menemukan kertas halaman yang dicari, pintu kamar Radit langsung terdengar di ketok seseorang.
                   “ bibi ya? Masuk bi,.”kata Radit tanpa berpikir panjang. Pintu di buka dan dibaliknya adalah,.
                   “ heh! Loe ambil majalah gue ya! “ tuduh Farel tanpa basa-basi.
                   “ wehh, sejak kapan Bi minah berubah jadi Farel????”ragu Radit.
                   “ dasar Dongol! Gue emang dah dasarnya Farel, KUPRIT! Sini Majalah gue,.! Gak modal banget sih loe,..”seru Farel dengan geram. Majalahnya langsung di tarik bak developer. Radit hanya bisa diam dan menggerutu. Sementara Farel langsung keluar. Tapi beberapa saat kemudian Farel balik lagi.
                   “ apa lagi??! Mau aniaya gue?!”tanya Radit dengan muka pasrah.
                   “ eh,. Loe kenal sama  Cheril anak SMA 79?”tanya Farel lalu perlahan-lahan menutup pintu.
                   “ iya. Oh yea, ini kaset loe! “ kata Radit dengan jutek.
                   “ oh . thanks. (diam sejenak menatap Kaset.) eh, kok loe berani pergi ke toko Kaset sendirian?”tanya Farel tak percaya.
                   “ gue gak sendirian, tapi di temenin.”kata Radit.
                   “ sama ???? hantu ?! jelas lah, loe kan temannya hantu . “kata Farel langsung menyambar cepat.
                   “ iya! Berarti loe Abangnya HANTU donk!! Hahaha! Dasar DONGOL! Gue di temenin sama Cheril.”kata Radit meledek balik.
                   “ ohhhh! “kata Farel singkat dan berlalu tak ingin menanggapi lagi. Suasana kamar Radit sejenak Sepi dan kemudian dia lama-lama terlelap karena keheningan.

>>>>>>>>>> SATURDAY MORNING...

          Cheril melongo diam sejenak saat hendak memakaikan sepatunya. Dia berpikir bakalan apa yang dia lakukan habis pulang sekolah nanti. Terutama malam ini.
                   “ ini kan malam minggu,. Wuah! Harus cari teman keluar neh,..”gumamnya dan kemudian berteriak “ pergi ya mam!” pamit Cheril lalu segera menyesuaikan aspal dengan telapak sepatunya. Hari ini cheril pakai pakaian olahraga, jadi dia bebas melangkah lebar dan gak harus angkat-angkat rok lagi. Pagi yang panas segar dan udara yang bersahabat membuat Cheril memilih kenapa dia hari ini berjalan kaki dan pergi sekolah lebih awal. Cheril berniat untuk menjadi remaja yang semangat dan gak mau ada lemak di tubuhnya. Akhirnya sampai juga di depan sekolah. Cheril sejenak terdiam memandang tullisan SMA 79 dan ukiran di antara tulisan nama tersebut. Dari kejauhan Motor Mio Fino melaju dengan kencang lalu tak lama saat hendak mendekati dimana posisi Cheril berdiri, terdengar suara klakson yang sangat keras. Cheril memandang ke arah sumber suara, cheril ingin mengelak tapi semua organ tubuhnya terasa kaku.
                   “ siapa pahlawan ku??..!! TOLONGGG!!!!” teriaknya dalam hati sambil menutup matanya. Saat motor hendak mendekati tubuh cheril, tubuh cheril langsung di Tolak hingga jatuh ke Aspal. Dia hanya memejamkanmatanya dan bererah diri pada Tuhan. Semuanya berlalu dengan cepat, Motor mio fino hasil modifan ini akhirnya berlalu ketika melihat sang calon korban ternyata tak apa-apa. Radit memukul wajah Cheril diman posisi Cheril masih tertidur entah dia beneran atau gak.
                   “cher,..cher.!” kata Radit sambil menepuk-nepuk pipinya.
                   “ ha??! Ha..? gue ... selamat ya?!”tanyanya dan kemudian berdiri lalu membersihkan tubuhnya dengan cepat.
                   “ loe? Yang nolongin gue??”tanya dengan mata meyipit.
                   “ hehehe,..”radit hanya Berhehe.
                   “ tangan gue, LUKA!!!!” teriak Cheril seketika. Radit hanya terdiam dan tak percaya kalau cheril bisa teriak sekeras itu. Semua Siswa-siswi yang hendak masuk ke sekolah seketika berhenti dan terheran-heran melihat tingkah laku Cheril yang mendadak teriak Disko.
                   “ ini bukan tebing dongol!”kata Radit lalu menarik tangannya dengan cepat. Radit membawa Cheril masuk kedalam UKS. Karena hari ini hanya Olahraga doang, jadi Cheril bisa di inap sementara di UKS.
                   “ udah gue obatin sebagai tanda permohonan maap. So,.. utang gue Lunas kan,.??”tanya Radit dengan bego.
                   “ emang yang anggap utang sapa??!”tanya Cheril seleweran dan menghembus-hembus tangannya.
                   “ hah! Gue ke lapangan dulu yea.”kata Radit dengan kesal. Saat hendak di ambang pintu, Cheril langsung menarik tangannya dan berkata “Thanks BODOH!..hihihihih”kata Cheril lalu dia pergi berlalu ke dalan Toilet UKS. Radit hanya bengong melihat tingkah Cheril yang dianggapnya terlalu berlebihan. Itu lah alasannya kenapa dari dulu Radit malas dekat sama Cewek. Cewek itu kalau udah di puji, apalagi kalau udah di bantuin gelagaknya lebay abiess!. Whatever, Radit langsung ke Lapangan dan mengikuti senam bersama-sama murid lainnya.

-to be continue

Bukan Dia,Tapi aku.(BAB 2)


>>>>>> ESOK DI SEKOLAH...

          Cheril hari ini sengaja gak langsung masuk kedalam kelas, pasalnya dia hendak menunggu Radit dan membuat janji, keburu di seser sama Onggi dan Yenita. Hampir setengah jam dia menunggu, dan akhirnya lima menit sebelum bel, batang hidung Radit nongol.
                   “ Dit!!! “ panggil Cheril dan melangkah ragu menuju Radit.
                   “ ada apa cher?”tanya Radit dengan memasang wajah yang tak menyangka, Cheril mencari nya sepagi ini.
                   “ loe kemarin, jadi pergi ke Toko Musik sendirian?”tanya Cheril dengan ragu-ragu.
                   “ gak. Soalnya abang gue juga lagi gak di rumah kebetulan, jadi gue gak ada kawan.”kata Radit sambil memainkan tangannya di tali tas ranselnya.
                   “ ouw,, gitu. Emp, gimana gue nemenin loe hari ini. Ya sebagai ganti hari semalam..”kata Cheril menawarkan diri.
                   “ ok. No problemo. Gue tunggu di halte bus, habis pulang sekolah yea..” kata Radit dengan bangga.
                   “ ya.”jawab singkat cheril dan mereka berdua saling pamitan masuk kekelas masing-masing.
>>>>>>>>>>>>>> Jam Istirahat.
          Cheril tidak pergi ke kantin hari ini untuk mengisi perutnya. Ini membuat Yenita dan Onggi penasaran. Mereka kemudian menghampiri kelas Cheril. Dari jendela tampak cheril sedang duduk sendirian di dalam kelas.
                   “ hoy! Gak takut sama hantu bangku kosong..??”kejut Onggi dari kaca.
                   “ hah!!! Kurang ASEM! Loe udah neriakin gue dari kaca aja dah buat gue takut! Gila loe! “kata Cheril sambil memegang dadanya.
                   “ loe kenapa , gak ke kantin??”tanya Yenita.
                   “ gue lagi males, lagi penghematan!!” kata Cheril dengan nada agak pelan.
                   “ heleh! Bilang aja lagi bokek!” kata Onggi.
                   “ gak! Gue itu lagi hemat uang, buat kawanin Radit entar ke Toko music!!!”Seru Cheril yang geram karena ledekannya Onggi. Yenita dan Onggi saling bertatap muka dengan bego, kemudian mereka memandang Cheril yang berdiri tegas untuk membenarkan pernyataan tersebut.
                   “ Loe ,..mau ke Toko musik balik sekolah bareng Si CUPU??” kata Onggi perlahan.
                   “ kok cupu sih??... Radit itu gak cupu, dia baik sama orang! Coba deh loe deketin dia. Kita bisa belajar banyak hal dari dia. Loe bayangin aja, dia itu selalu rajin dengerin music dan habis itu dia bakalan nulis kata indah yang di anggapnya berarti banget sama dia.” Jelas Cheril dan dari sorotan mata Cheril, Onggi dan Yenita mengira, bahwa dia pasti sedang tidak sadar...
                   “ so? Hal itu yang buat loe deket ma dia, nd sekarang loe mulai suka sama dia...?? ya kan??!” tanya Onggi.
                   “ gak! Gue gaksuka sama dia. Dia Cuma gue anggap sebagai temen, gak jauh gak lebih, just netral.”kata Cheril dengan geram. Telinga cheril terasa panas karena sudah mendengar kata-kata dua orang sahabatnya yang menyatakan kalau dia suka sama Radit.
                   “ alahhh! Bilang aja loe gak mau akuin! Takut malu sama anak-anak laen! “ sindir Onggi dengan gaya songongnya.
                   “ ya ampun,. Tenang aja kali Cher,.. kita gak bakalan Bochor kok!”kata Yenita meyakinkan Cheril yang memasang muka bak penyelidik.
                   “ gue gak anggap  kalian bochor kok! Memangnya kalian Pembalut apa?! Udah deh! Sebenarnya tujuan kalian datang kesini apa? Mau ngeledek gue ya?! Hah!”tanya Cheril dengan tangan bertolak pinggang.
                   “ hehehe, tak lebih tak kurang, yeahhhh seperti itu lah,..”kata Onggi dan Yenita serempak dan kemudian mereka kabur karena sudah melihat Cheril mengangkat lengan bajunya bak preman pasar Jakarta.
         
          Bel sudah berbunyi dan pertanda jam Pelajaran mulai lagi. Pelajaran kebetulan pelajaran Kimia. Pelajaran ini memang agak membosankan bagi Cheril tapi secara ya kan, dia anak IPA, gak mungkin dia lewatin jam pelajaran ini. Saat guru sedang menerangkan materi di depan, Cheril mengeluarkan jam tangan hitam mungilnya yang sudah lama di simpannya di tas. Kemudian di pajangnya di depan bukunya lalu menatapnya sesekali. Di jam pelajaran Kimia, anak-anak dilarang menoleh kebelakang melihat Jam dinding. Karena ini di anggap mengganggu konsentrasi Guru mengajar(dasar LEBAYY!). Cheril super duper boring. Akhirnya dia putuskan untuk memandang jam tangannya terus.
                   “ cheril!! Apa yang kamu liat dari tadi di meja??”tanya Ibu guru dengan sorotan mata tajam. Cheril tak menjawab dan gugup serta panik. Secepat kilat di masukkannya Jam tangannya ke dalam tasnya. Guru mendatangi mejanya dan melihat meja serta menatap cheril.
                   “ apa yang kamu liat disini dari tadi? Hah?!”tanya guru tersebut.
                   “ gak ada bu, kan ibu liat sendiri ,. Disini Cuma ada Buku,Pena , kotak Pensil Doank,.”kata Cheril berusaha santai.
                   “ hah. Awas kamu kalau macam-macam.”kata Guru tersebut menggertak. Kemudian Ali, ketua kelas tertawa melihat tingkah lau Cheril yang membegoi guru.
>>>>>>>>KRINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG!
          Time’s is UP! Ini yang di tunggu Cheril dari tadi. Cheril segera memotong barisan depan untuk keluar kelas dan kemudian memperlambat langkahnya, demi waspada dengan dua dayang-dayang Master BUAWEl.
                   “ Cher! God job!”kata Ali lewat dan mengacungkan jempolnya lalu terburu-buru berlalu karena tanganya udah di tarik sama pacarnya.
                   “ thanks TANKALI” ujar Cheril meledek. Cheril mengendap-endap berlari ke kelas Radit. Dari jendela dia mengintip aktivitas kelas yang masih dalam suasana belajar. Cheril akhirnya bersandar ke dinding luar kelas Radit dan mulai sedikit agak kecewa.
                   “Kok loe kecewa sih cher?,. apa yang di lakuin Radit itu imbang sama perbuatan loe kemarin tau! Dasar tolol loe, kok gak mikir pula,. Makanya dari awal jangan suka boongin orang!”teriaknya dalam Hati. 30 menit menunggu di lluar, berbuah keberhasilan. Radit akhirnya keluar dari kelas IPS unggulan 1.
                   “ eh , sori ya Cher lama,. Tadi ada pelajaran tambahan, soalnya gurunya besok gak masuk..”kata Radit.
                   “ iya, gak apa-apa. Yok!”Gegas Cheril. Sepanjang perjalanan di Bus cheril dan Radit membahas musik-musik mancanegara baru yang keluar. Ada canda, tawa dan Gurauan yang mereka selipkan hingga hampir melewati Toko Musik yang mereka tuju.
                   “ loe mau apa? POP?dangdut?balada? “tanya Radit dan menilik kearah Cheril yang pendeknya sebahu Radit.
                   “ dangdut aja kali yea??”usul Cheril.
                   “ ha?? Hahaha, selera loe selera emak-emakk Arisan..”ledek Radit dan kemudian melangkah ke barisan musik ROCK/POP. Cheril diam sejenak dan kemudian pergi kebarisan musik Jazz. Tak berapa lama kemudian mereka bertemu di kasir dan memberikan masing-masing kaset yang mereka beli.
                   “ hem, selera loe jelek ama Dit,.”ledek Cheril saat keluar dari Toko musik.
                   “ ha??! Enak aja loe. Ini itu pesanan kakak Gue.”kata Radit sambil memperbaiki kacamatanya.
                   “ ouh. Kakak loe yang sering pergi ke alun-alun itu yea??”kata Cheril sambil memperhatikan daftar list Musik dari kaset yang di belinya.
                   “ loh!? Kok tau?”spontan Radit kemudian berhenti melangjah di dpan Cheril.
                   “ ya iya lah,.. gue itu jumpa kemarin waktu dia jogging bareng temen-temen satu kuliahnya!”kata Cheril lalu kemudian melangkah melewati Radit yang masih bengong. Mereka kemudian berpisah di persimpangan jalan dan masing-masing dia mahluk ini pulang kerumahnya.

-to be continued,.