Minggu, 18 Maret 2012

Bukan Dia,Tapi aku.(BAB 2)


>>>>>> ESOK DI SEKOLAH...

          Cheril hari ini sengaja gak langsung masuk kedalam kelas, pasalnya dia hendak menunggu Radit dan membuat janji, keburu di seser sama Onggi dan Yenita. Hampir setengah jam dia menunggu, dan akhirnya lima menit sebelum bel, batang hidung Radit nongol.
                   “ Dit!!! “ panggil Cheril dan melangkah ragu menuju Radit.
                   “ ada apa cher?”tanya Radit dengan memasang wajah yang tak menyangka, Cheril mencari nya sepagi ini.
                   “ loe kemarin, jadi pergi ke Toko Musik sendirian?”tanya Cheril dengan ragu-ragu.
                   “ gak. Soalnya abang gue juga lagi gak di rumah kebetulan, jadi gue gak ada kawan.”kata Radit sambil memainkan tangannya di tali tas ranselnya.
                   “ ouw,, gitu. Emp, gimana gue nemenin loe hari ini. Ya sebagai ganti hari semalam..”kata Cheril menawarkan diri.
                   “ ok. No problemo. Gue tunggu di halte bus, habis pulang sekolah yea..” kata Radit dengan bangga.
                   “ ya.”jawab singkat cheril dan mereka berdua saling pamitan masuk kekelas masing-masing.
>>>>>>>>>>>>>> Jam Istirahat.
          Cheril tidak pergi ke kantin hari ini untuk mengisi perutnya. Ini membuat Yenita dan Onggi penasaran. Mereka kemudian menghampiri kelas Cheril. Dari jendela tampak cheril sedang duduk sendirian di dalam kelas.
                   “ hoy! Gak takut sama hantu bangku kosong..??”kejut Onggi dari kaca.
                   “ hah!!! Kurang ASEM! Loe udah neriakin gue dari kaca aja dah buat gue takut! Gila loe! “kata Cheril sambil memegang dadanya.
                   “ loe kenapa , gak ke kantin??”tanya Yenita.
                   “ gue lagi males, lagi penghematan!!” kata Cheril dengan nada agak pelan.
                   “ heleh! Bilang aja lagi bokek!” kata Onggi.
                   “ gak! Gue itu lagi hemat uang, buat kawanin Radit entar ke Toko music!!!”Seru Cheril yang geram karena ledekannya Onggi. Yenita dan Onggi saling bertatap muka dengan bego, kemudian mereka memandang Cheril yang berdiri tegas untuk membenarkan pernyataan tersebut.
                   “ Loe ,..mau ke Toko musik balik sekolah bareng Si CUPU??” kata Onggi perlahan.
                   “ kok cupu sih??... Radit itu gak cupu, dia baik sama orang! Coba deh loe deketin dia. Kita bisa belajar banyak hal dari dia. Loe bayangin aja, dia itu selalu rajin dengerin music dan habis itu dia bakalan nulis kata indah yang di anggapnya berarti banget sama dia.” Jelas Cheril dan dari sorotan mata Cheril, Onggi dan Yenita mengira, bahwa dia pasti sedang tidak sadar...
                   “ so? Hal itu yang buat loe deket ma dia, nd sekarang loe mulai suka sama dia...?? ya kan??!” tanya Onggi.
                   “ gak! Gue gaksuka sama dia. Dia Cuma gue anggap sebagai temen, gak jauh gak lebih, just netral.”kata Cheril dengan geram. Telinga cheril terasa panas karena sudah mendengar kata-kata dua orang sahabatnya yang menyatakan kalau dia suka sama Radit.
                   “ alahhh! Bilang aja loe gak mau akuin! Takut malu sama anak-anak laen! “ sindir Onggi dengan gaya songongnya.
                   “ ya ampun,. Tenang aja kali Cher,.. kita gak bakalan Bochor kok!”kata Yenita meyakinkan Cheril yang memasang muka bak penyelidik.
                   “ gue gak anggap  kalian bochor kok! Memangnya kalian Pembalut apa?! Udah deh! Sebenarnya tujuan kalian datang kesini apa? Mau ngeledek gue ya?! Hah!”tanya Cheril dengan tangan bertolak pinggang.
                   “ hehehe, tak lebih tak kurang, yeahhhh seperti itu lah,..”kata Onggi dan Yenita serempak dan kemudian mereka kabur karena sudah melihat Cheril mengangkat lengan bajunya bak preman pasar Jakarta.
         
          Bel sudah berbunyi dan pertanda jam Pelajaran mulai lagi. Pelajaran kebetulan pelajaran Kimia. Pelajaran ini memang agak membosankan bagi Cheril tapi secara ya kan, dia anak IPA, gak mungkin dia lewatin jam pelajaran ini. Saat guru sedang menerangkan materi di depan, Cheril mengeluarkan jam tangan hitam mungilnya yang sudah lama di simpannya di tas. Kemudian di pajangnya di depan bukunya lalu menatapnya sesekali. Di jam pelajaran Kimia, anak-anak dilarang menoleh kebelakang melihat Jam dinding. Karena ini di anggap mengganggu konsentrasi Guru mengajar(dasar LEBAYY!). Cheril super duper boring. Akhirnya dia putuskan untuk memandang jam tangannya terus.
                   “ cheril!! Apa yang kamu liat dari tadi di meja??”tanya Ibu guru dengan sorotan mata tajam. Cheril tak menjawab dan gugup serta panik. Secepat kilat di masukkannya Jam tangannya ke dalam tasnya. Guru mendatangi mejanya dan melihat meja serta menatap cheril.
                   “ apa yang kamu liat disini dari tadi? Hah?!”tanya guru tersebut.
                   “ gak ada bu, kan ibu liat sendiri ,. Disini Cuma ada Buku,Pena , kotak Pensil Doank,.”kata Cheril berusaha santai.
                   “ hah. Awas kamu kalau macam-macam.”kata Guru tersebut menggertak. Kemudian Ali, ketua kelas tertawa melihat tingkah lau Cheril yang membegoi guru.
>>>>>>>>KRINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG!
          Time’s is UP! Ini yang di tunggu Cheril dari tadi. Cheril segera memotong barisan depan untuk keluar kelas dan kemudian memperlambat langkahnya, demi waspada dengan dua dayang-dayang Master BUAWEl.
                   “ Cher! God job!”kata Ali lewat dan mengacungkan jempolnya lalu terburu-buru berlalu karena tanganya udah di tarik sama pacarnya.
                   “ thanks TANKALI” ujar Cheril meledek. Cheril mengendap-endap berlari ke kelas Radit. Dari jendela dia mengintip aktivitas kelas yang masih dalam suasana belajar. Cheril akhirnya bersandar ke dinding luar kelas Radit dan mulai sedikit agak kecewa.
                   “Kok loe kecewa sih cher?,. apa yang di lakuin Radit itu imbang sama perbuatan loe kemarin tau! Dasar tolol loe, kok gak mikir pula,. Makanya dari awal jangan suka boongin orang!”teriaknya dalam Hati. 30 menit menunggu di lluar, berbuah keberhasilan. Radit akhirnya keluar dari kelas IPS unggulan 1.
                   “ eh , sori ya Cher lama,. Tadi ada pelajaran tambahan, soalnya gurunya besok gak masuk..”kata Radit.
                   “ iya, gak apa-apa. Yok!”Gegas Cheril. Sepanjang perjalanan di Bus cheril dan Radit membahas musik-musik mancanegara baru yang keluar. Ada canda, tawa dan Gurauan yang mereka selipkan hingga hampir melewati Toko Musik yang mereka tuju.
                   “ loe mau apa? POP?dangdut?balada? “tanya Radit dan menilik kearah Cheril yang pendeknya sebahu Radit.
                   “ dangdut aja kali yea??”usul Cheril.
                   “ ha?? Hahaha, selera loe selera emak-emakk Arisan..”ledek Radit dan kemudian melangkah ke barisan musik ROCK/POP. Cheril diam sejenak dan kemudian pergi kebarisan musik Jazz. Tak berapa lama kemudian mereka bertemu di kasir dan memberikan masing-masing kaset yang mereka beli.
                   “ hem, selera loe jelek ama Dit,.”ledek Cheril saat keluar dari Toko musik.
                   “ ha??! Enak aja loe. Ini itu pesanan kakak Gue.”kata Radit sambil memperbaiki kacamatanya.
                   “ ouh. Kakak loe yang sering pergi ke alun-alun itu yea??”kata Cheril sambil memperhatikan daftar list Musik dari kaset yang di belinya.
                   “ loh!? Kok tau?”spontan Radit kemudian berhenti melangjah di dpan Cheril.
                   “ ya iya lah,.. gue itu jumpa kemarin waktu dia jogging bareng temen-temen satu kuliahnya!”kata Cheril lalu kemudian melangkah melewati Radit yang masih bengong. Mereka kemudian berpisah di persimpangan jalan dan masing-masing dia mahluk ini pulang kerumahnya.

-to be continued,.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar