>>>>>>
ESOK DI SEKOLAH...
Cheril hari ini sengaja gak langsung
masuk kedalam kelas, pasalnya dia hendak menunggu Radit dan membuat janji,
keburu di seser sama Onggi dan Yenita. Hampir setengah jam dia menunggu, dan
akhirnya lima menit sebelum bel, batang hidung Radit nongol.
“ Dit!!! “ panggil Cheril dan
melangkah ragu menuju Radit.
“ ada apa cher?”tanya Radit
dengan memasang wajah yang tak menyangka, Cheril mencari nya sepagi ini.
“ loe kemarin, jadi pergi ke
Toko Musik sendirian?”tanya Cheril dengan ragu-ragu.
“ gak. Soalnya abang gue juga
lagi gak di rumah kebetulan, jadi gue gak ada kawan.”kata Radit sambil
memainkan tangannya di tali tas ranselnya.
“ ouw,, gitu. Emp, gimana gue
nemenin loe hari ini. Ya sebagai ganti hari semalam..”kata Cheril menawarkan
diri.
“ ok. No problemo. Gue tunggu
di halte bus, habis pulang sekolah yea..” kata Radit dengan bangga.
“ ya.”jawab singkat cheril
dan mereka berdua saling pamitan masuk kekelas masing-masing.
>>>>>>>>>>>>>>
Jam Istirahat.
Cheril tidak pergi ke kantin hari ini
untuk mengisi perutnya. Ini membuat Yenita dan Onggi penasaran. Mereka kemudian
menghampiri kelas Cheril. Dari jendela tampak cheril sedang duduk sendirian di
dalam kelas.
“ hoy! Gak takut sama hantu
bangku kosong..??”kejut Onggi dari kaca.
“ hah!!! Kurang ASEM! Loe
udah neriakin gue dari kaca aja dah buat gue takut! Gila loe! “kata Cheril
sambil memegang dadanya.
“ loe kenapa , gak ke
kantin??”tanya Yenita.
“ gue lagi males, lagi
penghematan!!” kata Cheril dengan nada agak pelan.
“ heleh! Bilang aja lagi
bokek!” kata Onggi.
“ gak! Gue itu lagi hemat
uang, buat kawanin Radit entar ke Toko music!!!”Seru Cheril yang geram karena
ledekannya Onggi. Yenita dan Onggi saling bertatap muka dengan bego, kemudian
mereka memandang Cheril yang berdiri tegas untuk membenarkan pernyataan tersebut.
“ Loe ,..mau ke Toko musik
balik sekolah bareng Si CUPU??” kata Onggi perlahan.
“ kok cupu sih??... Radit itu
gak cupu, dia baik sama orang! Coba deh loe deketin dia. Kita bisa belajar
banyak hal dari dia. Loe bayangin aja, dia itu selalu rajin dengerin music dan
habis itu dia bakalan nulis kata indah yang di anggapnya berarti banget sama
dia.” Jelas Cheril dan dari sorotan mata Cheril, Onggi dan Yenita mengira,
bahwa dia pasti sedang tidak sadar...
“ so? Hal itu yang buat loe
deket ma dia, nd sekarang loe mulai suka sama dia...?? ya kan??!” tanya Onggi.
“ gak! Gue gaksuka sama dia.
Dia Cuma gue anggap sebagai temen, gak jauh gak lebih, just netral.”kata Cheril
dengan geram. Telinga cheril terasa panas karena sudah mendengar kata-kata dua
orang sahabatnya yang menyatakan kalau dia suka sama Radit.
“ alahhh! Bilang aja loe gak
mau akuin! Takut malu sama anak-anak laen! “ sindir Onggi dengan gaya
songongnya.
“ ya ampun,. Tenang aja kali
Cher,.. kita gak bakalan Bochor kok!”kata Yenita meyakinkan Cheril yang
memasang muka bak penyelidik.
“ gue gak anggap kalian bochor kok! Memangnya kalian Pembalut
apa?! Udah deh! Sebenarnya tujuan kalian datang kesini apa? Mau ngeledek gue
ya?! Hah!”tanya Cheril dengan tangan bertolak pinggang.
“ hehehe, tak lebih tak
kurang, yeahhhh seperti itu lah,..”kata Onggi dan Yenita serempak dan kemudian
mereka kabur karena sudah melihat Cheril mengangkat lengan bajunya bak preman
pasar Jakarta.
Bel sudah berbunyi dan pertanda jam
Pelajaran mulai lagi. Pelajaran kebetulan pelajaran Kimia. Pelajaran ini memang
agak membosankan bagi Cheril tapi secara ya kan, dia anak IPA, gak mungkin dia
lewatin jam pelajaran ini. Saat guru sedang menerangkan materi di depan, Cheril
mengeluarkan jam tangan hitam mungilnya yang sudah lama di simpannya di tas.
Kemudian di pajangnya di depan bukunya lalu menatapnya sesekali. Di jam
pelajaran Kimia, anak-anak dilarang menoleh kebelakang melihat Jam dinding.
Karena ini di anggap mengganggu konsentrasi Guru mengajar(dasar LEBAYY!). Cheril
super duper boring. Akhirnya dia putuskan untuk memandang jam tangannya terus.
“ cheril!! Apa yang kamu liat
dari tadi di meja??”tanya Ibu guru dengan sorotan mata tajam. Cheril tak
menjawab dan gugup serta panik. Secepat kilat di masukkannya Jam tangannya ke
dalam tasnya. Guru mendatangi mejanya dan melihat meja serta menatap cheril.
“ apa yang kamu liat disini
dari tadi? Hah?!”tanya guru tersebut.
“ gak ada bu, kan ibu liat
sendiri ,. Disini Cuma ada Buku,Pena , kotak Pensil Doank,.”kata Cheril berusaha
santai.
“ hah. Awas kamu kalau
macam-macam.”kata Guru tersebut menggertak. Kemudian Ali, ketua kelas tertawa
melihat tingkah lau Cheril yang membegoi guru.
>>>>>>>>KRINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG!
Time’s is UP! Ini yang di tunggu
Cheril dari tadi. Cheril segera memotong barisan depan untuk keluar kelas dan
kemudian memperlambat langkahnya, demi waspada dengan dua dayang-dayang Master
BUAWEl.
“ Cher! God job!”kata Ali
lewat dan mengacungkan jempolnya lalu terburu-buru berlalu karena tanganya udah
di tarik sama pacarnya.
“ thanks TANKALI” ujar Cheril
meledek. Cheril mengendap-endap berlari ke kelas Radit. Dari jendela dia
mengintip aktivitas kelas yang masih dalam suasana belajar. Cheril akhirnya
bersandar ke dinding luar kelas Radit dan mulai sedikit agak kecewa.
“Kok loe kecewa sih cher?,. apa yang di lakuin Radit itu imbang sama
perbuatan loe kemarin tau! Dasar tolol loe, kok gak mikir pula,. Makanya dari
awal jangan suka boongin orang!”teriaknya dalam Hati. 30 menit menunggu di
lluar, berbuah keberhasilan. Radit akhirnya keluar dari kelas IPS unggulan 1.
“ eh , sori ya Cher lama,.
Tadi ada pelajaran tambahan, soalnya gurunya besok gak masuk..”kata Radit.
“ iya, gak apa-apa.
Yok!”Gegas Cheril. Sepanjang perjalanan di Bus cheril dan Radit membahas
musik-musik mancanegara baru yang keluar. Ada canda, tawa dan Gurauan yang
mereka selipkan hingga hampir melewati Toko Musik yang mereka tuju.
“ loe mau apa?
POP?dangdut?balada? “tanya Radit dan menilik kearah Cheril yang pendeknya
sebahu Radit.
“ dangdut aja kali yea??”usul
Cheril.
“ ha?? Hahaha, selera loe
selera emak-emakk Arisan..”ledek Radit dan kemudian melangkah ke barisan musik
ROCK/POP. Cheril diam sejenak dan kemudian pergi kebarisan musik Jazz. Tak
berapa lama kemudian mereka bertemu di kasir dan memberikan masing-masing kaset
yang mereka beli.
“ hem, selera loe jelek ama
Dit,.”ledek Cheril saat keluar dari Toko musik.
“ ha??! Enak aja loe. Ini itu
pesanan kakak Gue.”kata Radit sambil memperbaiki kacamatanya.
“ ouh. Kakak loe yang sering
pergi ke alun-alun itu yea??”kata Cheril sambil memperhatikan daftar list Musik
dari kaset yang di belinya.
“ loh!? Kok tau?”spontan
Radit kemudian berhenti melangjah di dpan Cheril.
“ ya iya lah,.. gue itu jumpa
kemarin waktu dia jogging bareng temen-temen satu kuliahnya!”kata Cheril lalu
kemudian melangkah melewati Radit yang masih bengong. Mereka kemudian berpisah
di persimpangan jalan dan masing-masing dia mahluk ini pulang kerumahnya.
-to be continued,.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar