Minggu, 18 Maret 2012

Bukan Dia,Tapi aku. (BAB 1)


Cheril,Onggi, dan yenita, adalah tiga sahabat yang sudah lama saling kenal. Hari ini cheril berjalan sendiri di lorong gang sekolah.
                   “ Cherill...! cher..!!” panggil kedua sahabatnya tersebut.
                   “ ada apa’an sih?”tanya Cheril yang saat itu juga membalikkan badan.
                   “ jadikan?..” tanya Onggi.
                   “ kita ke alun-alun ???” lanjut Yenita.
                   “ haduh,.. kalian kok gak bilang sih, gue tuh ada janji ma Radit, mau ke toko kaset.!”kata Cheril.
                   “ kan kita dah ngerencanain ini dari kemarin,.”kata Onggi.
                   “ iya. Lagi pula, masa loe lebih milih si Radit yang gaje itu dari pada kita..”kata Yenita dengan wajah cemberut.
                   “iya, tapi.. yah, gak enak lah ngebatalin janji..!”kata Cheril lagi.
                   “ wuah,.. jangan-jangan loe, suka yea ma Radit?”tanya Onggi menebak-nebak.
                   “ enak aja loe!! Radit itu, gak ada apa-apanya ma gue! Dia juga bukan tipe gue!!” kata Cheril membantah dugaan Onggi dan Yenita. Kata Cheril dengan perasaan bersalah dan tanpa di duga Radit sudah ada di belakang mereka.
                   “ oh. Ok deh, next time maybe..” kata Radit lalu pergi meniggalkan cheril. Perasaan cheril campur aduk, ada perasan bersalah dan ada juga perasaan kasihan  pokoknya campur aduk.

          Sepanjang perjalanan menuju alun-alun cheril selalu merengut dan menggerutu. Dia merasa perjalanannya dengan dua orang sahabat gokilnya ini gak menarik lagi, ditambah lagi Cuma dia sendiri yang jomblo.
                   “ eh, Kevin nelpon gue, entar dia nya nyusul ke alun-alun..”kata Onggi dengan bahagia.
                   “ gue, juga, si Jefri. Ye,.. gak boring deh kita bertiga!!” kata yenita gembira meloncat-loncat di alun-alun.
                   “ kalian enak! Gue?...” kata Cheril sambil menunjuk wajahnya dengan jari telunjuknya yang di hiasi kutek warna transparan abu-abu.
                   “ tenang bebh! Loe bakalan punya seseorang kok,...” kata Yenita sambil mencubit pipinya Cheril.
                   “ kalian jodohin gue sama siapa lagi? Gak mood, gue.!!” Kata Cheril.
                   “ ah, brisik loe!” kata Onggi dengan gaya khas tomboynya.
Cheril terkadang mikir, kenapa bisa onggi dan Yenita lebih laku duluan dari pada dirinya, padahal sebelumnya, cheril itu banyak menarik minat kakak kelas, tapi sayangnya aja, mereka pada Cuma ngeggombalin doang. Si cherilnya juga gak ada respect, jadi susah deh semuanya.

          Mereka duduk di tengah taman alun-alun. Alun-alun kota bandung hari itu berawan cerah, bunga bermekaran sempurna, rumput pun gak kering gak basah, cocok buat anak-anak yang baca buku, plus denger i-pod. Tapi, cheril dan 2 sahabatnya ini duduk melonggok di kursi taman.
                   “ so,... kita ngapain?”tanya cheril , bertanya tanpa memandang wajah Yenita dan Onggi.
                   “ gue bosen bebh,..”kata Yenita sambil bersandar di bahu Onggi.
                   “ nah,.. ini!!!” kata Onggi sambil mengeluarkan kamera “CANON” dari bagnya yang penuh dengan hiasan tengkorak.
                   “ wuaw!! Loe pinter banget nggi!” kata yenita teriak kegembiraan. Cheril semakin memasang wajah yang suram, seakan seperti kata pepatah”Mati segan Hidup tak Mampu” haha( by:RCM).
                   “ hunting !! yok!” ajak onggi. Yenita dan onggi beranjak dari tempat duduknya. Ketika sudah menjauh melangkah, dia baru teringat bahwa ada masih yang tertinggal. Lalu yenita dan onggi menoleh kebelakang.
                   “ heh?! Loe gak ikutan?..”tanya Onggi.
                   “ gak, gue disini aja..” kata Cheril dengan kesal kemudian dia berpangku tangan.

          Cheril hampir mau mampus menunggu teman-temannya kembali.
                   “ hah, tau gini mending gue nemenin si radit aja! Dasar anak-anak, giliran hunting poto aja, lupa ma temen disini!” desahnya. Tiba-tiba segerombolan cowok lewat dari depan matanya. Tak lama kemudian dari gerembolan cowok ini, ada seorang cowo ini yang duduk di samping Cheril.
                   “ sori ya,..” kata cowo ini dan kemudian membetulkan sepatunya. Cheril hanya kebingungan, kenapa cowok ini malah minta maaf.
                   “ i...i..ya..” kata cheril dengan ragu-ragu kemudian dia kembali berpangku tangan.
                   “ gue Farel..” kata cowok ini sambil memberikan tangannya.
                   “ Cheril.” Kata cheril tanpa menjabat tangan Farel.
                   “ oh. Sekolah atau kuliah?”tanya Farel dengan ramah.
                   “ Masih sekolah.” Jawab singkat cheril. Cheril itu sering banget dapat kenalan di alun-alun, tapi gak pernah ada yang jelas gitu.
                   “ ouh. Sekolah dimana??”tanya Farel yang semakin penasaran saja dengan cheril. Pasalnya, Farel gak pernah dapat kenalan cewek yang gak pernah nanyak balik tentang diri dia alias CUEK “Cuek-cuek Bebek”!.
                   “ SMA 79.” Kata Cheril lagi. Dia makin lama makin kalang kabut, karena dia itu gak biasa ngobrol lama ma orang yang dikenal, apalagi sampai nanyain sekolah.
                   “ ouh. Berarti loe kenel adek gue donk. Loe kelas berapa?”tanya Farel yang serasa makin akrab saja dengan cheril.
                   “ gue kelas 3 jurusan IPA BIOLOGI. “ kata Cheril kali ini dia mulai gugup dan kalau gugup, cheril biasanya mainin bibirnya.
                   “ wuah. Loe kenal sama Raditya Armansyah?”tanya Farel sambil tersenyum ramah.
                   “ kenal,kenal,kenal. Yang pake kacamata gede itu kan, terus kalau pakai kemeja OSIS dia gayanya culun, tapi stay cool..” kata Cheril dengan gembira.
                   “ hah?..ng. iya kali ya.. heheh” kata Farel. Farel bingung, kenapa cheril tau gaya pakaian Radit sampai segitunya. Apa mungkin Cheril suka sama Radit?. Farel kemudian memutuskan untuk akrab dengan Cheril.
                   “ heio. Gak ngelanjutin jogging nya?” tanya cheril lugu.
                   “ ha? Ng. Udah capek.” Kata farel lalu mendesahkan nafasnya panjang guna meyakinkan Cheril.
                   “ so, kamu kuliah di mana?” tanya Cheril. Pertanyaan cheril membuat Farel heran. Kenapa Cheril bisa tau kalau dia anak kuliahan.
                   “ kok tau aku kuliah?”tanya Cheril.
                   “ ya elah. Pertanyaan gampang. Coba  liat, anak-anak yang main di alun-alun ini kan, mayoritas Kuliah. Terus, tampang-tampang anak kuliah itu sangat-sangat meyakinkan.” Kata Cheril.
                   “ ha? Meyakinkan apa maksudnya?”tanya Farel.
                   “ yah meyakinkan..!!” kata cheril dengan agak sedikit tegas. Farel masih saja tampak bingung. “ muka anak kuliah itu,penampilan, cara ngomong dan lain-lain itu lebih dewasa.” Kata Cheril. Baru raut wajah Farel langsung sumringah.
                   “ ouwh. Gitu. Kamu tau gaya style Radit sampe segitu nya , apa karena kamu suka sama dia ya?”tanya Farel tanpa basi-basi.
                   “ maksudnya??!” tanya Cheril yang agak terkejut dengan pertanyaan Farel.
                   “ ya, iya. Gak biasanya ada cewe sampe segitunya perhatiin gaya style orang. Orang kayak gitu kan, biasanya punya perasaan tersendiri. “ kata Farel dengan senyum meledek.
                   “ gak tuh! Biasa aja kali! Gue anggap Radit Cuma temen,..gak lebih!”kata Cheril membantah.
                   “ loh, yang bilang kalau kamu pacarnya Radit emang siapa??, aku tuh Cuma bilang kalau kamu itu adalah, orang yang suka sama Radit.. iya kan??”tanya Farel lagi dan tak pernah lepas dari Senyum ledekannya.
                   “ gak asik banget sih, ngbrol bareng sama loe!!!! “desah Cheril dan beranjak dari tempat duduknya. Farel kebingungan dan kemudian dia tertawa.

                   Onggi, dan yenita keheranan melihat Cheril yang tiba-tiba mengajak mereka pulang. Padahal Couple mereka udah mau datang.
                   “ lantas, hanya karna tuh anak kuliahan,.. loe ajak kita pulang?. Gitu??”tanya Onggi yang gak habis pikir dengan tingkah laku Cheril yang kekanak-kanakan.
                   “ lagian kan cher, dia Cuma nuduh loe doank kalau loe suka sama Radit..”kata yenita dengan nada memanja.
                   “ eh,! Gue gak setuju loe bilang kata NUDUH. Si Farel itu beranggapan kalau gue suka sama Radit.!!”kata Cheril menjelaskan.
                   “but, the acctually,.. Loe suka kan..!” kata Onggi.
                   “ udah ah,..gak usah ribut,..kita sekarang gini aja deh , telpon telpon Kevin sama Jefri kalau mereka gak usah jadi datang.”kata Yenita. Onggi segera melaksanakannya. Selama perjalanan semua saling merungut-ungut. Trio BF ini menggerutu terus, karena Refreshing mereka terganggu.

-to be continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar