Cheril,Onggi, dan
yenita, adalah tiga sahabat yang sudah lama saling kenal. Hari ini cheril
berjalan sendiri di lorong gang sekolah.
“ Cherill...! cher..!!”
panggil kedua sahabatnya tersebut.
“ ada apa’an sih?”tanya
Cheril yang saat itu juga membalikkan badan.
“ jadikan?..” tanya Onggi.
“ kita ke alun-alun ???”
lanjut Yenita.
“ haduh,.. kalian kok gak
bilang sih, gue tuh ada janji ma Radit, mau ke toko kaset.!”kata Cheril.
“ kan kita dah ngerencanain
ini dari kemarin,.”kata Onggi.
“ iya. Lagi pula, masa loe
lebih milih si Radit yang gaje itu dari pada kita..”kata Yenita dengan wajah
cemberut.
“iya, tapi.. yah, gak enak
lah ngebatalin janji..!”kata Cheril lagi.
“ wuah,.. jangan-jangan loe,
suka yea ma Radit?”tanya Onggi menebak-nebak.
“ enak aja loe!! Radit itu,
gak ada apa-apanya ma gue! Dia juga bukan tipe gue!!” kata Cheril membantah
dugaan Onggi dan Yenita. Kata Cheril dengan perasaan bersalah dan tanpa di duga
Radit sudah ada di belakang mereka.
“ oh. Ok deh, next time
maybe..” kata Radit lalu pergi meniggalkan cheril. Perasaan cheril campur aduk,
ada perasan bersalah dan ada juga perasaan kasihan pokoknya campur aduk.
Sepanjang perjalanan menuju alun-alun
cheril selalu merengut dan menggerutu. Dia merasa perjalanannya dengan dua
orang sahabat gokilnya ini gak menarik lagi, ditambah lagi Cuma dia sendiri
yang jomblo.
“ eh, Kevin nelpon gue, entar
dia nya nyusul ke alun-alun..”kata Onggi dengan bahagia.
“ gue, juga, si Jefri. Ye,..
gak boring deh kita bertiga!!” kata yenita gembira meloncat-loncat di
alun-alun.
“ kalian enak! Gue?...” kata
Cheril sambil menunjuk wajahnya dengan jari telunjuknya yang di hiasi kutek
warna transparan abu-abu.
“ tenang bebh! Loe bakalan
punya seseorang kok,...” kata Yenita sambil mencubit pipinya Cheril.
“ kalian jodohin gue sama
siapa lagi? Gak mood, gue.!!” Kata Cheril.
“ ah, brisik loe!” kata Onggi
dengan gaya khas tomboynya.
Cheril terkadang
mikir, kenapa bisa onggi dan Yenita lebih laku duluan dari pada dirinya,
padahal sebelumnya, cheril itu banyak menarik minat kakak kelas, tapi sayangnya
aja, mereka pada Cuma ngeggombalin doang. Si cherilnya juga gak ada respect,
jadi susah deh semuanya.
Mereka duduk di tengah taman
alun-alun. Alun-alun kota bandung hari itu berawan cerah, bunga bermekaran
sempurna, rumput pun gak kering gak basah, cocok buat anak-anak yang baca buku,
plus denger i-pod. Tapi, cheril dan 2 sahabatnya ini duduk melonggok di kursi
taman.
“ so,... kita ngapain?”tanya
cheril , bertanya tanpa memandang wajah Yenita dan Onggi.
“ gue bosen bebh,..”kata
Yenita sambil bersandar di bahu Onggi.
“ nah,.. ini!!!” kata Onggi
sambil mengeluarkan kamera “CANON” dari bagnya yang penuh dengan hiasan
tengkorak.
“ wuaw!! Loe pinter banget
nggi!” kata yenita teriak kegembiraan. Cheril semakin memasang wajah yang
suram, seakan seperti kata pepatah”Mati segan Hidup tak Mampu” haha( by:RCM).
“ hunting !! yok!” ajak
onggi. Yenita dan onggi beranjak dari tempat duduknya. Ketika sudah menjauh
melangkah, dia baru teringat bahwa ada masih yang tertinggal. Lalu yenita dan
onggi menoleh kebelakang.
“ heh?! Loe gak
ikutan?..”tanya Onggi.
“ gak, gue disini aja..” kata
Cheril dengan kesal kemudian dia berpangku tangan.
Cheril hampir mau mampus menunggu
teman-temannya kembali.
“ hah, tau gini mending gue
nemenin si radit aja! Dasar anak-anak, giliran hunting poto aja, lupa ma temen
disini!” desahnya. Tiba-tiba segerombolan cowok lewat dari depan matanya. Tak
lama kemudian dari gerembolan cowok ini, ada seorang cowo ini yang duduk di
samping Cheril.
“ sori ya,..” kata cowo ini
dan kemudian membetulkan sepatunya. Cheril hanya kebingungan, kenapa cowok ini
malah minta maaf.
“ i...i..ya..” kata cheril
dengan ragu-ragu kemudian dia kembali berpangku tangan.
“ gue Farel..” kata cowok ini
sambil memberikan tangannya.
“ Cheril.” Kata cheril tanpa
menjabat tangan Farel.
“ oh. Sekolah atau
kuliah?”tanya Farel dengan ramah.
“ Masih sekolah.” Jawab
singkat cheril. Cheril itu sering banget dapat kenalan di alun-alun, tapi gak
pernah ada yang jelas gitu.
“ ouh. Sekolah dimana??”tanya
Farel yang semakin penasaran saja dengan cheril. Pasalnya, Farel gak pernah
dapat kenalan cewek yang gak pernah nanyak balik tentang diri dia alias CUEK
“Cuek-cuek Bebek”!.
“ SMA 79.” Kata Cheril lagi.
Dia makin lama makin kalang kabut, karena dia itu gak biasa ngobrol lama ma
orang yang dikenal, apalagi sampai nanyain sekolah.
“ ouh. Berarti loe kenel adek
gue donk. Loe kelas berapa?”tanya Farel yang serasa makin akrab saja dengan
cheril.
“ gue kelas 3 jurusan IPA
BIOLOGI. “ kata Cheril kali ini dia mulai gugup dan kalau gugup, cheril
biasanya mainin bibirnya.
“ wuah. Loe kenal sama
Raditya Armansyah?”tanya Farel sambil tersenyum ramah.
“ kenal,kenal,kenal. Yang
pake kacamata gede itu kan, terus kalau pakai kemeja OSIS dia gayanya culun,
tapi stay cool..” kata Cheril dengan gembira.
“ hah?..ng. iya kali ya..
heheh” kata Farel. Farel bingung, kenapa cheril tau gaya pakaian Radit sampai
segitunya. Apa mungkin Cheril suka sama Radit?. Farel kemudian memutuskan untuk
akrab dengan Cheril.
“ heio. Gak ngelanjutin
jogging nya?” tanya cheril lugu.
“ ha? Ng. Udah capek.” Kata
farel lalu mendesahkan nafasnya panjang guna meyakinkan Cheril.
“ so, kamu kuliah di mana?”
tanya Cheril. Pertanyaan cheril membuat Farel heran. Kenapa Cheril bisa tau
kalau dia anak kuliahan.
“ kok tau aku kuliah?”tanya
Cheril.
“ ya elah. Pertanyaan
gampang. Coba liat, anak-anak yang main
di alun-alun ini kan, mayoritas Kuliah. Terus, tampang-tampang anak kuliah itu
sangat-sangat meyakinkan.” Kata Cheril.
“ ha? Meyakinkan apa
maksudnya?”tanya Farel.
“ yah meyakinkan..!!” kata
cheril dengan agak sedikit tegas. Farel masih saja tampak bingung. “ muka anak
kuliah itu,penampilan, cara ngomong dan lain-lain itu lebih dewasa.” Kata
Cheril. Baru raut wajah Farel langsung sumringah.
“ ouwh. Gitu. Kamu tau gaya
style Radit sampe segitu nya , apa karena kamu suka sama dia ya?”tanya Farel
tanpa basi-basi.
“ maksudnya??!” tanya Cheril
yang agak terkejut dengan pertanyaan Farel.
“ ya, iya. Gak biasanya ada
cewe sampe segitunya perhatiin gaya style orang. Orang kayak gitu kan, biasanya
punya perasaan tersendiri. “ kata Farel dengan senyum meledek.
“ gak tuh! Biasa aja kali!
Gue anggap Radit Cuma temen,..gak lebih!”kata Cheril membantah.
“ loh, yang bilang kalau kamu
pacarnya Radit emang siapa??, aku tuh Cuma bilang kalau kamu itu adalah, orang
yang suka sama Radit.. iya kan??”tanya Farel lagi dan tak pernah lepas dari
Senyum ledekannya.
“ gak asik banget sih, ngbrol
bareng sama loe!!!! “desah Cheril dan beranjak dari tempat duduknya. Farel
kebingungan dan kemudian dia tertawa.
Onggi, dan yenita keheranan
melihat Cheril yang tiba-tiba mengajak mereka pulang. Padahal Couple mereka
udah mau datang.
“ lantas, hanya karna tuh
anak kuliahan,.. loe ajak kita pulang?. Gitu??”tanya Onggi yang gak habis pikir
dengan tingkah laku Cheril yang kekanak-kanakan.
“ lagian kan cher, dia Cuma
nuduh loe doank kalau loe suka sama Radit..”kata yenita dengan nada memanja.
“ eh,! Gue gak setuju loe
bilang kata NUDUH. Si Farel itu beranggapan kalau gue suka sama Radit.!!”kata
Cheril menjelaskan.
“but, the acctually,.. Loe
suka kan..!” kata Onggi.
“ udah ah,..gak usah
ribut,..kita sekarang gini aja deh , telpon telpon Kevin sama Jefri kalau
mereka gak usah jadi datang.”kata Yenita. Onggi segera melaksanakannya. Selama
perjalanan semua saling merungut-ungut. Trio BF ini menggerutu terus, karena
Refreshing mereka terganggu.
-to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar