>>>>>>>>>>>>>>>
HOME SWEET HOME.
“ thanks kak udah di
anterin,.”kata Cheril dan kemudian beranjak dari tempat duduk motornya.
“ ehh, tunggu. Bayar.”kata
Farel dengan senyum.
“ ha?? Di bayar yea? Yahh.
Gue gak ada duit kak, tunggu hari lebaran dehh,,.”kata Cheril.
“ buset. Ini baru bulan
berapa non... hahah. Bayarannya ada cara lain. Mau gak??” tanya Farel.
“ apa??” tanya Cheril lagi
balik penasaran.
“ minta nomor hape.!”kata
Farel dengan tersenyum dan kemudian mengeluarkan pena.
“ lohh??!==! Buat apa? “
tanya Cheril kebingungan.
“ nanti tagihannya kakak
kirim lewat hape,.. hehehe. Mana?? cepetan.”Pinta Farel dengan agak memaksa.
Cheril mau-mau aja kasih nomor hapenya. Lagi pula di dalam pikirannya kan
lumayan buat nambah-nambah kenalan, anak kuliah pula lagi tajir, ganteng,
populer lagi. Behh! “PAS MANTAB” dehh. Akhirnya Farel mendapatkan nomor Cheril
dan kemudian cheril masuk kedalam rumah.
Rumah keluarga Farel seperti biasa, sepi dan sunyi di siang hari. Paling
hanya ada Radit, Si dogy-dogy, pembantu dan barang-barang yang bisa buat berisik
di rumahnya. Farel siang itu ngantuk dan kelelahan karena terlalu banyak makan
juga sih. Ini membuat Radit yang hendak turun kebawah karena gak biasanya
melihat Farel langsung tumbang di medan pertempuran Mimpi.
“ hoy! Baru pulang makan kok
dah tidur! Gemuk entar..”kata Radit mengejutkan dan kemudian memasang televisi.
Radit tau kesukaan Farel, yaitu makan di luar rumah.
“ ahh! Dasar DONGOL! Gue gak
tidurr,!”kata Farel dengan agak berteriak,
“ jadi apa???!”tanya Radit
yang bego.
“ MEREM!”jawab Farel singkat.
“ intinya kan sama aja
DONGOL! Dasar Ikan BENGGOL!”kata Radit dan kemudian membuat Farel bangkit bank
Zombie kemudian berjalan dengan mata agak tertutup.
“ ahh, dasar ZOMBIE DONGOL!
:_:!” kata Radit dengan agak sedikit geram. Radit kemudian mengambil cemilan di
meja yang ada didepannya. Saat hendak mengambil, dia melihat ada kertas putih
kecil dekat sudut sofa. Kemudian Radit mengambilnya dan membukanya.
“ apa an neh?? Awas aja dia
menang lotre. Gak bagi-bagi, APES dia!!”kata Radit. Saat di buka Radit langsung
terbelalak matanya saat melihat ada nama Cheril dan nimprung juga nomor
hapenya.
“ cheril mana neh??! Wuahhh,
jangan,... jangann,,................” Radit terdiam dan kemudian menyusul radit
ke atas Kamar.
>>> HOME
SWEET HOME at Afternoon..............................____
Play RADIO FM...
Komat kamit dari sang penyiar radio
yang di dengar cheril membuatnya mengundang juta tanya.
“ malam minggu gene mang penyiar radio kagak ada kerjaan ya? Kerjanya
asyik nyiar mulu?? Emang gak di marah ama ceweknya??” pikir Cheril sambil
mendengar radio yang ada di sampignya dan tanganya di hiasi dengan pena
warna-warni.
“ okey, di depan udah ada
lagunya dari Coldplay-PARADISE so keep stay tune in here,.!”kata Sipenyiar dan
mengakhiri komat-kamitnya dengan Lagu yang amat nyentrik.
“ kalau udah lari ke lagu, terus dia ngapain?????” pikir Cheril
lagi. Lama-lama cheril muak dengan sejumlah pertanyaan yang muncul di
pikirannya akhirnya dia memutuskan untuk siap-siap jalan keluar sendiri dengan
sepedanya sampai menjelang magrib nanti.
>>>>>>>RADIT
vs FAREL.
Radit segera ke atas ke kamar Farel
dan membangunkan Farel yang baru saja terlelap sebentar.Teriak sekerasnya tak
membuat Farel juga bangun. Akhirnya Radit mengambil langkah selanjutnya yaitu,
Memukulnya dengan bantal guling.
“ WOY!!! Apa-apan Loe! “ seru Farel langsung terbangun.
“ hahaha! Bangun juga loe
akhirnya..! ini! Apa’an neh?”tanya Radit sambil merentangkan kertas yang tak
seberapa lebar.
“ eh! Itu kan punya gue!
Dapat dari mana loe??!”tanya Farel dan kemudian merampas kertasnya lalu
berusaha memperbaiki karena udah kusut. “
Sofa. Loe minta nomornya Cheril langsung yea?”tanya Radit dengan nada yang agak
datar dan rada cemburu gimana gitu.
“ iya. Tadi pas pulang
sekolah , gue jumpa dia lewat dari daerah RESTAURANT TRADISIONAL, eh, pas di
depan RMP gue berpapasan ma dia, ya udah gue traktir aja makan. Terus gue antar
balik kerumah gue minta deh
nomornya,..”Jelas Farel secara Rangkum.
“ ouhhhh,.” Kata Radit lalu
keluar dari kamar Farel dengan angguk-angguk.Farel terdiam sejenak lalu
kemudian segera beranjak dari kamar lalu menyusul Radit yang ada di garasi.
Radit sedang mengelus-elus sepeda kebanggannya dulu waktu SMP. Radit punya
beberapa koleksi sepeda yang sangat amazing. Dia pecinta sepeda. Tiap hari
minggu terkadang Dua orang bersaudara ini meluangkan waktu untuk bersepeda ke
Pusat jakarta.
“ cie,.. in memoriam
nie,..”ledek Farel yang datang ke garasi dengan setelan celana pendek versi
Boxer.
“ apa’an? Gue udah lama gak main
sepeda. Yok, main yok,.. kita balapan di daerah taman Komplek sebelah..mau
gak??” tantang Radit. Radit hobinya menantang orang tapi selalu kalah. Tapi
Radit selalu tetap senang karena semua tantangannya itu adalah musuh bagi diri
dia sendiri(eakkkkkk! Gag nyambung!).
“ ke komplek sebelah? Kenapa
harus di komplek sebelah, kenapa gak ke area balapan sepeda aja??”tanya Farel
dengan mata menyipit.
“ memang ada sirkuit khusus
balap sepeda??”tanya Radit dengan begonya(==!).
“ nah, itu dia yang gak gue
tau brother Dongol, yok ah, CAPCUS!!” kata Farel naik ke Sepeda dan kemudian
menggoet sepedanya. Sepanjang perjalann menuju komplek sebelah, Radit dari tadi
melihat gaya style kakaknya yang dianggapnya terlalu pamer.
“ loe kok pakek TankTop
sihh??”tanya Radit sambil menggoet sepedanya tepat di samping Farel.
“ otot gue kan okE! Lah
eluu?? Memang loe ada otot?? Kagak ada kan,(:P)..” ledek Farel dan tertawa.
Farel anaknya selain hobi jogging dan sepeda, dia suka kadang iseng-iseng ke
tempat olahraga yang temanya buat Otot gitu.
“ alah! Baru gitu doang udah
bangga!”saat Radit mengatakan itu, tiba-tiba segerombolan cewek yang lagi
jogging sesusia Radit lewat dan tersenyum-senyum liat Farel.
“ haiiii, cowok....”kata si
gadis yang ber-Tanktop Pink.
“ ihh, kakak unyu banget
sihh!” kata Cewek satu lagi yang gaya pakaiannya KOREAN abis!(huuuufffh).
“ tuhh, loe masih berani
selepein otot gue?”tanya Farel dan kemudian mulai menantang Radit dengan satu
goetan yang kencang. Radit akhirnya terpancing mereka berlomba bak sebuah Atlet
Sepeda yang sudah profesional.
-To be Continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar