Minggu, 18 Maret 2012

Bukan Dia,Tapi aku.( BAB 3)


>>>>>>>>>>>> ON THE HOME.
          Rasa lelah,Kantuk,dan capek campur aduk semua di alami Cheril sekarang. Setelah selesai ganti pakaian dan Mandi, Cheril turun kebawah dan menemui sang mama yang lagi asyik membaca majalah Fashion di iringi musik Classic.
                   “ kamu kok lemes sih cher,. Mana ada keturunan mama kayak kamu lemesnya,.”ledek sang Mama dengan wajah yang serius.
                   “ capek mah, tadi pulang sekolah jalan..”kata Cheril dan menaikkan lututnya ke kursi.
                   “ emp. Sama Radit ya?”tanya sang mama dan menatap Cheril di seberang sofa.
                   “ ha??! Kok mama Tau?! Wuahh, mama gak enak buanget sih! Mata-matain Cheril yea??!” seru Cheril dengan ekspresi campur aduk.
                   “ haha! Tau donk, mama mu ini kan bak sebuah GPS. Hehe. Tadi si Onggi sama yenita datang cariin kamu. Terus mama bilang kamu gak ada dirumah, eh malah mereka berdua teriak serempak PASTI JALAN BARENG RADIT!. Hah,.. kayak orang bego berdua..”kata sang mama dan menyeruput cookies yang ada di meja.
                   “ emang tu dua orang bego kale ma,..”kata Cheril dengan selepedan selewengan.
                   “ hahhhh. Kamu mau jalan sama siapa kek terserah. Asal ingat, jangan kecantolan Cinta terlalu dalem, entar atit hati,.. “kata sang mama meledek dan menasihati Cheril.
                   “ ya ela ma,.. sok tau urusan anak muda,. Hooo!”seru Cheril tak mau kalah.
                   “ eh, mama kan pernah muda, makanya mama tau urusan anak muda,.! Udah ah,mama mau ke kamar dulu yea. Capek, mau istirahat. “kata sang mama lalu berjalan bak model ke dalam kamarnya. Cheril hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan bergumam “ kasian mama gue,. Masa Muda Tak Bahagia..” desahnya.
>>>>>>>>>>>>> RADIT HOME’s.

          Radit asyik membolak-balik majalah otomotif yang di ambilnya dari kamar Farel beberapa menit yang lalu tanpa permisi. Saat menemukan kertas halaman yang dicari, pintu kamar Radit langsung terdengar di ketok seseorang.
                   “ bibi ya? Masuk bi,.”kata Radit tanpa berpikir panjang. Pintu di buka dan dibaliknya adalah,.
                   “ heh! Loe ambil majalah gue ya! “ tuduh Farel tanpa basa-basi.
                   “ wehh, sejak kapan Bi minah berubah jadi Farel????”ragu Radit.
                   “ dasar Dongol! Gue emang dah dasarnya Farel, KUPRIT! Sini Majalah gue,.! Gak modal banget sih loe,..”seru Farel dengan geram. Majalahnya langsung di tarik bak developer. Radit hanya bisa diam dan menggerutu. Sementara Farel langsung keluar. Tapi beberapa saat kemudian Farel balik lagi.
                   “ apa lagi??! Mau aniaya gue?!”tanya Radit dengan muka pasrah.
                   “ eh,. Loe kenal sama  Cheril anak SMA 79?”tanya Farel lalu perlahan-lahan menutup pintu.
                   “ iya. Oh yea, ini kaset loe! “ kata Radit dengan jutek.
                   “ oh . thanks. (diam sejenak menatap Kaset.) eh, kok loe berani pergi ke toko Kaset sendirian?”tanya Farel tak percaya.
                   “ gue gak sendirian, tapi di temenin.”kata Radit.
                   “ sama ???? hantu ?! jelas lah, loe kan temannya hantu . “kata Farel langsung menyambar cepat.
                   “ iya! Berarti loe Abangnya HANTU donk!! Hahaha! Dasar DONGOL! Gue di temenin sama Cheril.”kata Radit meledek balik.
                   “ ohhhh! “kata Farel singkat dan berlalu tak ingin menanggapi lagi. Suasana kamar Radit sejenak Sepi dan kemudian dia lama-lama terlelap karena keheningan.

>>>>>>>>>> SATURDAY MORNING...

          Cheril melongo diam sejenak saat hendak memakaikan sepatunya. Dia berpikir bakalan apa yang dia lakukan habis pulang sekolah nanti. Terutama malam ini.
                   “ ini kan malam minggu,. Wuah! Harus cari teman keluar neh,..”gumamnya dan kemudian berteriak “ pergi ya mam!” pamit Cheril lalu segera menyesuaikan aspal dengan telapak sepatunya. Hari ini cheril pakai pakaian olahraga, jadi dia bebas melangkah lebar dan gak harus angkat-angkat rok lagi. Pagi yang panas segar dan udara yang bersahabat membuat Cheril memilih kenapa dia hari ini berjalan kaki dan pergi sekolah lebih awal. Cheril berniat untuk menjadi remaja yang semangat dan gak mau ada lemak di tubuhnya. Akhirnya sampai juga di depan sekolah. Cheril sejenak terdiam memandang tullisan SMA 79 dan ukiran di antara tulisan nama tersebut. Dari kejauhan Motor Mio Fino melaju dengan kencang lalu tak lama saat hendak mendekati dimana posisi Cheril berdiri, terdengar suara klakson yang sangat keras. Cheril memandang ke arah sumber suara, cheril ingin mengelak tapi semua organ tubuhnya terasa kaku.
                   “ siapa pahlawan ku??..!! TOLONGGG!!!!” teriaknya dalam hati sambil menutup matanya. Saat motor hendak mendekati tubuh cheril, tubuh cheril langsung di Tolak hingga jatuh ke Aspal. Dia hanya memejamkanmatanya dan bererah diri pada Tuhan. Semuanya berlalu dengan cepat, Motor mio fino hasil modifan ini akhirnya berlalu ketika melihat sang calon korban ternyata tak apa-apa. Radit memukul wajah Cheril diman posisi Cheril masih tertidur entah dia beneran atau gak.
                   “cher,..cher.!” kata Radit sambil menepuk-nepuk pipinya.
                   “ ha??! Ha..? gue ... selamat ya?!”tanyanya dan kemudian berdiri lalu membersihkan tubuhnya dengan cepat.
                   “ loe? Yang nolongin gue??”tanya dengan mata meyipit.
                   “ hehehe,..”radit hanya Berhehe.
                   “ tangan gue, LUKA!!!!” teriak Cheril seketika. Radit hanya terdiam dan tak percaya kalau cheril bisa teriak sekeras itu. Semua Siswa-siswi yang hendak masuk ke sekolah seketika berhenti dan terheran-heran melihat tingkah laku Cheril yang mendadak teriak Disko.
                   “ ini bukan tebing dongol!”kata Radit lalu menarik tangannya dengan cepat. Radit membawa Cheril masuk kedalam UKS. Karena hari ini hanya Olahraga doang, jadi Cheril bisa di inap sementara di UKS.
                   “ udah gue obatin sebagai tanda permohonan maap. So,.. utang gue Lunas kan,.??”tanya Radit dengan bego.
                   “ emang yang anggap utang sapa??!”tanya Cheril seleweran dan menghembus-hembus tangannya.
                   “ hah! Gue ke lapangan dulu yea.”kata Radit dengan kesal. Saat hendak di ambang pintu, Cheril langsung menarik tangannya dan berkata “Thanks BODOH!..hihihihih”kata Cheril lalu dia pergi berlalu ke dalan Toilet UKS. Radit hanya bengong melihat tingkah Cheril yang dianggapnya terlalu berlebihan. Itu lah alasannya kenapa dari dulu Radit malas dekat sama Cewek. Cewek itu kalau udah di puji, apalagi kalau udah di bantuin gelagaknya lebay abiess!. Whatever, Radit langsung ke Lapangan dan mengikuti senam bersama-sama murid lainnya.

-to be continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar