Anya ogah-ogahan
kesana. Alasannya dia pengen cabut dan pergi ke Univeristas tempat dia
melanjutkan kuliahnya. Tapi Vera tetap menyeret sahabatnya ini. Sebenarnya dia
ingin menghindari antara kacangan Vera dan Adrian. Pasalnya kalau mereka berdua
sudah dekat, mereka bakalan lupa ada orang yang lagi membego mandangin mereka
dengan setianya.
“ ikh! Alasan banget sih loe
..bilang aja loe mau liat pemain basket disana! Iya kan?!”Tanya Vera.
Kemarin-kemarin waktu selesai packing
barang Vera, Anya bercerita tentang ada anak basket yang memukau hatinya. Mata
itu tertuju padanya. Untungnya aja dia makai sepatu high heels jadi kelihatan
tinggi. Dan untung banget dia lagi gerai rambut dan pakai jepit rambut
kesayangannya. Pokoknya pertemuan perdana itu untung banget deh! YES!
“ ih, sok tau loe! emang udah
timenya gue anter ini formulirnya.
Loe mau gue jadi orang yang gak berpendidikan, terpontang-panting menatap jalan
sambil berteriak, Minta mbak…pak,.mas..saya belum makan seratus hari satu
malam..”kata Anya dengan wajah seperti pengemis dijalanan. Vera sempat berpikir
cocok banget sahabat gue jadi pengemis! Wadaw.
“ ah, gak mau tau pokoknya
loe harus bantuin gue!” kata Vera.
“ NO-AWAY!” Anya menghentak
badannya kebelakang dan lari.
Adrian tiba-tiba
saja berdiri lalu menatap Anya kebingungan.
“ aneh temen loe. kenapa
dia?”Tanya Adrian membuka pembicaraan.
“ biasa. Alesan. Dah yuk,
kita kerjain drian.. entar ibu Nani marah. Malas gue denger omelan.”kata Vera
mengajak Adrian dan mereka terbenam dengan keseriusan. Anak kelas mereka sudah
pada tau antara Adrian dan Vera. Mereka sudah akrab , dan kayak orang pacaran.
Tinggi Adrian 175 sementara Vera 168. Mereka serasi apalagi wajah mempesona
Vera dan Adrian hampir mirip. Mata Adrian memang seperti mata campuran orang
jepang, arab dan Indonesia. Gak terlalu sipit, tapi agak tajam dan kalau
mandang orang tanpa di iringi senyum kesannya,..ANGKER.
Anya berniat Cuma mengantarkan
formulir itu. Karena dia malu dengan seragamnya yang terang-terangan kalau dia
memang anak SMA PERDANA. Waktu melangkah memang jalan sepi, tapi waktu masuk
menyusuri lorong-lorong yang dipenuhi dengan para senior-senior dia merasa
ragu. Sejenak ingin berbalik namun apalah daya. Yang ditunggu nongol.
“ nyari ruangan informasi
pasti ya?”Tanya cowok yang masih lengkap dengan pakaian basketnya.
“ i..iya. kak.”kata Anya
dengan rada-rada gugup.
“ mau gue anterin ???”Tanya
dengan wajah yang memang cukup bersimpati.
“ emp. ..” wuah lumayan
langka nih kesempatan!
“ boleh deh…”kata Anya dengan
sungkan. Sesekali mata ramah itu menunjukkan beberapa ruangan yang sebenarnya
sudah diketahui Anya waktu dia tanpa sengaja berjumpa dengan sepupunya Adrian.
Namanya Bella. Si cewek imut manis ini memang sangat mengetahui seluk beluk
tempat itu. Jelas aja! Dia kan anak pemilik yayasan. Pfttt…..
“ dan yang ini ruangan
informasinya.” Menunjukkan ruangan petak dengan ornament-ornamen kecil di
dindingnya. Sebenarnya bukan ornamen. Tapi lebih ke data-data mahasiswa yang
tertempel di dinding. Heheh.
“ ouh. Ini… saya masuk dulu
ya kak..”kata Anya lalu membuka pintu yang hanya setengah bagian. Itu luh.
Bagian atas sama bawah terbelah dua gitu.
Perasaan lega di pancarkan Anya waktu
keluar dari ruangan mini itu. Dia langsung tersenyum-senyum setelah dikabarkan
kalau dia masuk top ten nilai tertinggi. Jelas lah, dia kan nilai tertinggi
untuk pelajarn Bahasa inggris sama Bahasa Indonesia. Makanya, Anya disini
ngambil jurusan Sastra dan Budaya. Maklum lah, slogan cinta Indonesia gak pernah
luput dari gadis yang bersikeras pergi terbang bersama Kevin Lukas ke Paris!.
“ loh, masih disini
kak?”Tanya Anya, kali ini dia sudah tidak kikuk lagi. Sebenarnya, dia gak kikuk
sama cowok senior ini. Tapi dia dag dig dug bisa dapet beasiswa atau enggak. Eh
taunya?! Puji Tuhan banget! dia dapat.
“ iya. Gak baik udah di
persilahkan masuk kerumah, eh malah pulang gak di anterin minimal yah, pintu
masuk tadi..”kata cowok ini. Jiahh! Senyumnya manis banget! mukanya rada-rada
kayak orang korea, terus rambutnya mirip sama personil Shinee “TAEMIN” beuhhh!
“ ouh. Hehehe. Gak nyasar kok
sayanya kak. Tenang aja,.”kata Anya memberikan kepastian.
“ haha. Bukan masalah nyasar
atau gaknya, Cuma gak sopan aja. Oh ya. Yuk saya anter,”kata Cowok ini. Anya
tergerak langsung dia dengan senang hati menerima ajakan cowok ini. Beh, jalan
serasa di padang gurun. Melalui hektaran pasir dengan panas yang membara di
hati. Sampai di depan pintu masuk, anya mulai pengen waktu berputar lagi.
Dimana pertama kali cowok ini nyapa! Itu doang.
“ nah, udah sampe di depan
pintu. Jadi, kalau entar jadi orang baru gak usah sungkan lagi..”kata Cowok itu
sambil menggenggam air mineralnya. Wah! Gila, emang face gue nunjukkin kayak
orang sungkan gitu ya?! Batin anya
“ hhe iya deh., kalau gitu
gue pergi dulu ya kak.” Anya makin melonjak. Dia belum tua pasti. Gak mungkin
pakek saya, kamu dia. Pokoknya kata baku untuk orang.
“ eh, tunggu!” kata Cowok
itu. Anya yang udah melangkah hampir di gerbang langsung memutar balikkan
tubuhnya.
“ nama kamu siapa?”Tanya
cowok itu. Hore! Hore! Hore! Jarang-jarang ada cowok cakep ngajak anya kenalan.
Terakhir dulu Niko. Mantannya. Kalau dihitung sampai sekarang dia udah jadian
hampir 3 tahun. Tapi waktu pecan kedua mereka putus! DONE maksudnya! Biasa ABG
labil. Padahal Anya pengennya serius.
“ Anya..”kata Anya dengan
cuek,
“ apa? Acha? Acha septriasa?
Penyanyi itu ya?”Tanya Cowok itu. Jail! Pikir Anya,
“ bukan! Gue Anya. Seorang
cewek apa adanya gak bisa di ungkapin
pake kata-kata jika melihat wujudnya.”kata Anya.
“ hahahaha, loe lucu nya.
Yaudah gue tunggu loe jadi murid MOS gue ya.”kata cowok itu.
“ oh ya! Gue Kevin. Kevin
Martin.”kata Kevin dan tersenyum simpul. What?!!!! Omegosh! KEVIN????? Mukanya
sih gak mirip! Lebih mirip TAEMIN! Tapi namanya hampir mirip. Wuah gak apa-apa
deh. Hehe.
“ oh ya?! “kata Anya dengan
suara naik satu oktaf.
“kenapa?”Tanya Kevin dengan
alis sedikit terangkat.
“ mirip sama nama idola gue.
Kevin Lukas. Hehe”kata Anya sambil nyengir.
“ oh dia. Gue kenal dia..”kata
Kevin sambil menerawang.
“ loe? kenal dia?
Serius!?”Tanya anya lagi semangat.
“ iya. Dia kan Artis lagi
tenar kan?”kata-kata itu serasa menusuk jantung Anya. Yahh kalau itu seluruh
mayat di bumi yang sudah minggat pun tau! Dasar KOPLOK!
“ deuhhh, mau ngelawak tapi
garing. Udah dulu deh ya kak. Gue mau cabut. Soalnya tadi gue ninggalin sohib
gue di sekolah. Bye..”kata Anya lalu pergi. Kevin mengangguk dan juga ikut
berbalik badan. Tapi perkenalan unik tadi tersimpan sebuah cerita tersendiri buat
Kevin.
continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar