Selasa, 15 Januari 2013

THE END OF COOL Part 6


ESOK PAGI…..

          Adrian sengaja menjemput Anya. Anya tidak menjawab tapi dia sudah duduk manis dengan sedikit polesan bedak yang bisa menyegarkan dia.
                   “ ready?”Tanya Adrian.
                   “ gue udah naik udah siap! Gak perlu meluk loe kan?!” tanyanya. Sontak Adrian tertawa. Cowok misterius itu tertawa. Dan suaranya yang nyaring itu membuat Anya terdiam dan terhenyak. Dia tak menyangka sosok Adrian pendiam jadi begini. Selama pelajaran dia terus mengajak Adrian yang serius berbicara. Diambilnya kameranya lalu memoto Adrian dari samping. Lalu diamatinya…
          Bener apa kata Vera selama ini. Adrian itu manis. Meskipun gak kayak Kevin Lukas dan Taemin. Tapi dia cool…  batinnya.
                   “ loe gak keluar?”Tanya Adrian sambil membereskan beberapa buku.
                   “ gak. Gue mau tidur. “kata Anya dengan cuek seperti biasa.
                   “ ya udah. Gue ke kantin dulu ya. Entar gue datang lagi. Titip tas gue ya! Jangan dibuka! “kata Adrian.
                   “ emang kenapa kalau gue buka? Nongol jin?”Tanya Anya. Adrian yang tadinya sudah mau melankah langsung berbalik lagi.
                   “ pokoknya gak boleh dibuka!” kata Adrian lagi.
                   “ ouh, loe bawa majalahhh..”
                   “ANYA!!! Intinya JANGAN DI BUKA!” katanya dengan nada tinggi. Anya kaget dan langsung menganggukkan kepalanya dengan reflex. Sadar Anya tertekan dia langsung minta maaf.

          Lima belas menit dengan rasa sabar, akhirnya dia merasa sudah cukup dia kemudian mengamati tas hitam keren itu. Lalu di bukanya dan nongol sebuah buku besar tipis berwarna coklat. Lalu dibukanya perlahan. Ada foto …
                   “ gue??...” gumamnya. Di bukanya kehalaman berikutnya.
                   “ ini waktu gue sama dodo di hukum, ini gue sama vera sophing! Ini waktu gue lagi ngantuk dikelas sampe kena marah bu Nani, ini waktu…. Iya! Ini waktu pertama kali gue denger suaranya!”kata Anya dengan heran. Tentang gue semua?! Apa’an nih! Wahh dia emang benar pengaggum gue! Pikirnya lagi.
                   “ jadi udah tau?’tanya Adrian dan meletakkan sebuah cup cappuccino. Anya langsung kepinggir dan merasa bersalah.
                   “ sori drian, abisnya gue..”
                   “ penasaran?”Tanya Adrian.
                   “ I….iya.ma….maaf.” kata Anya dengan gugup dan menundukkan kepalanya.
                   “ hufh. Bocor dehhh..”kata Adrian.
                   “ apanya?”Tanya Anya heran.
                   “ itu hadiah gue ke elo kalau elo ultah entar. Tapi .. ya udah deh. Gue kasih aja sekarang. “kata Adrian. Dia menyerahkan buku itu..keliatan tipis tapi aslinya,. Melebihi eniklopedia. Beuh!
                   “ini hadiah apa? Kan gue belum ultah. Bukannya loe bilang..”
                   “ itu sebagai tanda gue suka sama loe.”kata Adrian. Lalu meminum cappucinonya. Dia kemudian menyodorkan cup cappuccino ke depan Anya. Anya tertegun melihat hasil jepretan Adrian yang memang memiliki kualitas seni yang luar biasa. Sesekali anya tertawa kecil melihat hal tersebut.
                   “ jadi ini alasannya loe bawa camera tiap hari? Mulai dari dulu kita sekolah sampe sekarang?”Tanya anya.
                   “ iya. tapi bukan loe doang gue poto. Banyak. Cuma itu terspesial albumnya. “kata Adrian dan melihat senyum anya yang memancar.
                   “ nah, gini kan enak. Loe senyum.. dua hari loe cemberut gak jelas. Asem jadinya”kata Adrian lagi.
                   “ sialan! Eh, kok masih banyak yang sisa…?”Tanya Anya. Adrian kemudian memperbaiki posisi duduknya. Diaturnya juga Anya. Lalu Adrian menatap mata Anya lekat. Tatapan itu seakan hipnotis buat Anya.
                   “ gue udah lama jadi penggemar loe. dari twitter, facebook sampai blog loe tiap hari gue ikutin. Vera , dari Vera gue tau tentang loe anya. Gue jatuh cinta sama loe waktu loe di hukum sama Dodo. Loe menderita tapi loe tetap ketawa renyah..tawa loe buat gue tertarik. Awalnya loe Cuma objek gue. Tapi tiap gue liat loe di hasil foto gue, gue gak nyangka gue suka sama loe. gue sebenernya gak mau kuliah tapi karena loe bersikeras kuliah kata Vera, gue undur buat ambil Sekolah Photography di Paris.
          Mendengar nama Paris , dia langsung ngehh. Anya tertegun. Simisterius ini seperti ini ternyata. Dia diam dan bertindak gesit dan pasti. Tapi Anya sebenarnya agak sensian ketika mendengar dia Cuma jadi objek la, terus gak nyangka cara jatuh cinta Adrian jelek.
                   “ anya,…” Adrian menarik tangannya.
                   “ loe mau gak.. jadi cewe gue?”Tanya Adrian. Bibirnya kelu seakan susah mengeluarkan jawaban. Dua hari dia menangis dan setelah itu Adrian yang selalu ada di saat tak diharapkan kini datang dengan segudang pernyataan cinta. Akhirnya dia sadar, Adrian ini tipe orang yang memang ingin segalanya pasti. Tapi sifatnya itu  bisa ditandas dengan tenggang rasanya. Anya tau sorot mata seorang pria cemburu. apa lagi saat dirinya sedang dibisikkan oleh Kevin, tatapan itu tak pernah dilupakan. Anya akhirnya menangis.
                   “ kenapa loe nangis? Apa karena gue jelek? Atau telat?” Tanya Adrian. Anya tersenyum kesal lalu dia menjawab.
                   “ gue gak percaya apa yang loe bilang kemarin drian. Waktu loe bilang loe pengagum gue. Gue juga gak pernah ada ingin tau tentang loe, karena loe gue kira beneran pacaran sama Vera. Awal loe motret sana sini waktu di sekolah gue sempat tertarik tapi ketika banyak cewek yang suka sama loe gue gak terlalu mau lagi ikutin desas-desus loe. gimana loe sebenernya,. Gue gak mau tau. Apa lagi loe deket sama Vera. Gue sempat waswas tapi ternyata kalian Cuma teman. Jujur loe itu orang yang penuh dengan kejutan fantastis. “ kata Anya.
          Adrian lega dengan pernyataan Anya, itu pertanda singal setenah positif akan muncul.
                   “ iya gue mau jadi pacar loe!”kata Anya. Adrian dengan cepat memeluk Anya. Ini yang ditunggu-tunggunnya. Selama ini gadis itu hanya bisa ditatapnya dan membuatnya geram dan berpikir bagaimana caranya menyatakan perasaan itu yang akhirnya terjawab sudah.
SEKIAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar