ESOK PAGI…..
Adrian sengaja menjemput Anya. Anya
tidak menjawab tapi dia sudah duduk manis dengan sedikit polesan bedak yang
bisa menyegarkan dia.
“ ready?”Tanya Adrian.
“ gue udah naik udah siap!
Gak perlu meluk loe kan?!” tanyanya. Sontak Adrian tertawa. Cowok misterius itu
tertawa. Dan suaranya yang nyaring itu membuat Anya terdiam dan terhenyak. Dia
tak menyangka sosok Adrian pendiam jadi begini. Selama pelajaran dia terus
mengajak Adrian yang serius berbicara. Diambilnya kameranya lalu memoto Adrian
dari samping. Lalu diamatinya…
Bener apa kata Vera selama ini. Adrian
itu manis. Meskipun gak kayak Kevin Lukas dan Taemin. Tapi dia cool… batinnya.
“ loe gak keluar?”Tanya
Adrian sambil membereskan beberapa buku.
“ gak. Gue mau tidur. “kata
Anya dengan cuek seperti biasa.
“ ya udah. Gue ke kantin dulu
ya. Entar gue datang lagi. Titip tas gue ya! Jangan dibuka! “kata Adrian.
“ emang kenapa kalau gue
buka? Nongol jin?”Tanya Anya. Adrian yang tadinya sudah mau melankah langsung
berbalik lagi.
“ pokoknya gak boleh dibuka!”
kata Adrian lagi.
“ ouh, loe bawa majalahhh..”
“ANYA!!! Intinya JANGAN DI
BUKA!” katanya dengan nada tinggi. Anya kaget dan langsung menganggukkan
kepalanya dengan reflex. Sadar Anya tertekan dia langsung minta maaf.
Lima belas menit dengan rasa sabar,
akhirnya dia merasa sudah cukup dia kemudian mengamati tas hitam keren itu.
Lalu di bukanya dan nongol sebuah buku besar tipis berwarna coklat. Lalu
dibukanya perlahan. Ada foto …
“ gue??...” gumamnya. Di
bukanya kehalaman berikutnya.
“ ini waktu gue sama dodo di
hukum, ini gue sama vera sophing! Ini waktu gue lagi ngantuk dikelas sampe kena
marah bu Nani, ini waktu…. Iya! Ini waktu pertama kali gue denger
suaranya!”kata Anya dengan heran. Tentang gue semua?! Apa’an nih! Wahh dia
emang benar pengaggum gue! Pikirnya lagi.
“ jadi udah tau?’tanya Adrian
dan meletakkan sebuah cup cappuccino. Anya langsung kepinggir dan merasa
bersalah.
“ sori drian, abisnya gue..”
“ penasaran?”Tanya Adrian.
“ I….iya.ma….maaf.” kata Anya
dengan gugup dan menundukkan kepalanya.
“ hufh. Bocor dehhh..”kata
Adrian.
“ apanya?”Tanya Anya heran.
“ itu hadiah gue ke elo kalau
elo ultah entar. Tapi .. ya udah deh. Gue kasih aja sekarang. “kata Adrian. Dia
menyerahkan buku itu..keliatan tipis tapi aslinya,. Melebihi eniklopedia. Beuh!
“ini hadiah apa? Kan gue
belum ultah. Bukannya loe bilang..”
“ itu sebagai tanda gue suka
sama loe.”kata Adrian. Lalu meminum cappucinonya. Dia kemudian menyodorkan cup
cappuccino ke depan Anya. Anya tertegun melihat hasil jepretan Adrian yang
memang memiliki kualitas seni yang luar biasa. Sesekali anya tertawa kecil
melihat hal tersebut.
“ jadi ini alasannya loe bawa
camera tiap hari? Mulai dari dulu kita sekolah sampe sekarang?”Tanya anya.
“ iya. tapi bukan loe doang
gue poto. Banyak. Cuma itu terspesial albumnya. “kata Adrian dan melihat senyum
anya yang memancar.
“ nah, gini kan enak. Loe senyum..
dua hari loe cemberut gak jelas. Asem jadinya”kata Adrian lagi.
“ sialan! Eh, kok masih
banyak yang sisa…?”Tanya Anya. Adrian kemudian memperbaiki posisi duduknya.
Diaturnya juga Anya. Lalu Adrian menatap mata Anya lekat. Tatapan itu seakan
hipnotis buat Anya.
“ gue udah lama jadi
penggemar loe. dari twitter, facebook sampai blog loe tiap hari gue ikutin.
Vera , dari Vera gue tau tentang loe anya. Gue jatuh cinta sama loe waktu loe
di hukum sama Dodo. Loe menderita tapi loe tetap ketawa renyah..tawa loe buat
gue tertarik. Awalnya loe Cuma objek gue. Tapi tiap gue liat loe di hasil foto
gue, gue gak nyangka gue suka sama loe. gue sebenernya gak mau kuliah tapi
karena loe bersikeras kuliah kata Vera, gue undur buat ambil Sekolah
Photography di Paris.
Mendengar nama Paris , dia langsung
ngehh. Anya tertegun. Simisterius ini seperti ini ternyata. Dia diam dan
bertindak gesit dan pasti. Tapi Anya sebenarnya agak sensian ketika mendengar
dia Cuma jadi objek la, terus gak nyangka cara jatuh cinta Adrian jelek.
“ anya,…” Adrian menarik
tangannya.
“ loe mau gak.. jadi cewe
gue?”Tanya Adrian. Bibirnya kelu seakan susah mengeluarkan jawaban. Dua hari
dia menangis dan setelah itu Adrian yang selalu ada di saat tak diharapkan kini
datang dengan segudang pernyataan cinta. Akhirnya dia sadar, Adrian ini tipe
orang yang memang ingin segalanya pasti. Tapi sifatnya itu bisa ditandas dengan tenggang rasanya. Anya
tau sorot mata seorang pria cemburu. apa lagi saat dirinya sedang dibisikkan
oleh Kevin, tatapan itu tak pernah dilupakan. Anya akhirnya menangis.
“ kenapa loe nangis? Apa
karena gue jelek? Atau telat?” Tanya Adrian. Anya tersenyum kesal lalu dia
menjawab.
“ gue gak percaya apa yang
loe bilang kemarin drian. Waktu loe bilang loe pengagum gue. Gue juga gak
pernah ada ingin tau tentang loe, karena loe gue kira beneran pacaran sama
Vera. Awal loe motret sana sini waktu di sekolah gue sempat tertarik tapi
ketika banyak cewek yang suka sama loe gue gak terlalu mau lagi ikutin
desas-desus loe. gimana loe sebenernya,. Gue gak mau tau. Apa lagi loe deket
sama Vera. Gue sempat waswas tapi ternyata kalian Cuma teman. Jujur loe itu
orang yang penuh dengan kejutan fantastis. “ kata Anya.
Adrian lega dengan pernyataan Anya,
itu pertanda singal setenah positif akan muncul.
“ iya gue mau jadi pacar
loe!”kata Anya. Adrian dengan cepat memeluk Anya. Ini yang ditunggu-tunggunnya.
Selama ini gadis itu hanya bisa ditatapnya dan membuatnya geram dan berpikir
bagaimana caranya menyatakan perasaan itu yang akhirnya terjawab sudah.
SEKIAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar