Perlu para
pembaca ketahui! Vera ternyata Cuma dimanfaatin sama Adrian. Dibalik sosok
kemisteriusannya itu, dia ternyata sengaja memancing Vera untuk menceritakan
tentang Anya. Jujur dia suka dengan sosok Anya yang seleweran dan bisa menjaga
penampilan di depan umum. Tapi sekali tau kalau orang yang dihadapinya itu
masih muda atau gampang bergaul, dia gak bakalan sungkan-sungkan menjaga
imagenya. Sosoknya juga cuek,malah saat Adrian dikatakan dekat dengan Nikita
Anya orang pertama mengatakan langsung didepan Adrian.
“Masa BODOH! Dia bukan artis
Hollywood! Dia bukan Kevin Lukas dan TAEMIN! Jelas beda! “kata Anya. Kata-kata
itu masih terngiang di telinganya dengan tajam.
BEnar-benar terjadi. Esoknya Kevin
masuk dikelas pagi dan sontak memberikan sensasi luar biasa bagi mata-mata liar
yang berkeliaran tiap pagi berusaha mencari sosok yang mereka anggap bisa
memberi mereka semangat dalam perjalanan menuju jurang (mata kuliah
maksudnya!).
Break tiba, dia langsung mencari Anya
duduk ditaman biasa. Namun sudah kedua kali ini dia melihat anya dengan pria
berkamera disampingnya. Duduk dengan wajah datar. Dan diakui Kevin kalau gaya
pria ini cool.
“ pagi kak Kevin?” sapa Anya
dengan gembira.
“ pagi.” Ditariknya Anya
mendekat dengannya lalu di bisikkannya kalimat yang membuat Anya terkejut.
“ dia pacar kamu ya?”Tanya
Kevin. Seakan bisa membaca gerak-gerik Adrian berdiri dan langsung berkata..
“ gue pengagumnya. Bukan
pacarnya. “kata Adrian dan berdiri cuek bebek. Dia tak melihat kagetnya Anya mendengar
jawaban itu. Dia semakin yakin dengan perkataan Official twitter yang berkata
“cowok misterius itu punya sejuta surprise!”.
Selama perjalanan Kevin terdiam dia
sesekali memandang Anya lewat pinggiran matanya. Setiap Anya mengehela nafas
dia berusaha menangkap raut wajahnya. Sampai lah mereka ditempat yang mereka
tuju.
“ ini namanya secretPLACE! “
kata Kevin. Dia kemudian melanjutkan kalimatnya. “ loe tau anya kenapa gue bawa
loe kesini?”Tanya Kevin.
“ gak tau. Karna kakak belum
kasih tau.”kata Anya.
“ gue suka cara loe manggil
ke gue kakak. Gak ada orang di kampus manggil gue dengan sebutan kakak. Cuma
elo doank.”kata Kevin dan tersenyum tipis. Anya semaki deg deg an. Sepertinya
hari ini dia akan segera mengganti statis kalau dia berpacaran dengan pandangan
pertamanya. Aishh!
“ dan cara gue istimewain loe
waktu loe MOS kemarin sebagai bentuk cinta dan kasih sayang gue ke elo..”kata
Kevin. Anya tak kuat lagi mendengar perkataan itu. Dia ingin memeluk badan
tegap yang sedang berdiri di hadapannya. Ayo kak! Langsung GOAL kan kata-kata
cinta loe! itu yang dipikirkan Anya.
“ gak ada orang yang pernah
gue ajak kesini. Cewe gue sekalipun!”kata Kevin dengan tegas.
Hah?! CEWE? Maksud?! Oh,..No!
“ jadi loe pengen tau kenapa
alasan gue ajak loe kesini apa?”Tanya Kevin lagi.
“ iya..”kata Anya menahan
diri.
“ hari ini, kita resmi…”
BERPACARAn!!! I
Need that Word! Ouhhh!....
“ resmi jadi kakak adik! Loe
maukan ? jadi adik gue. Meskipun kita gak sedarah. Gue pengen banget punya
seorang adik.. perempuan lagi. Yahh…”kata Kevin dengan mantap. Anya pengen
pingsan didalam kepalanya berantonim dengan apa yang ada. Ternyata senyum itu
bukan tanda dia suka! Dia suka tapi karena gue panggil dia kakak!
OUH! BAD WORD! ..
megoshhh!
Selama perjalanan pulang, dia
cemberut. Kevin berusaha menghiburnya tapi apalah daya. Dia sesekali akrhinya
ketawa. Sampai di rumah dia langsung berpamitan begitu saja dengan Anya.
Layaknya seorang kakak adik. Pfttttttttt….
ESOK PAGI…..
Adrian udah tau cirri-ciri seperti
ini. Ada sesuatu yang gak beres. Waktu break langsung di samperinnya Anya
sambil membawa sekotak Cake coklat. Anya menatap kotak itu lalu menatap Adrian
dengan sendu. Lingkaran panda itu ada di mata Anya.
“ loe kenapa? “Tanya Adrian.
“ gu….gue….sakit hati Drian!”kata
Anya lalu menekuk kakinya dan menangis sekencang-kencangnya. Adrian sebenarnya
malu tapi dia masih sempatnya mengabadikannya di kameranya. Langsung diseretnya
Anya dan dibawanya ke taman belakang Kampus.
“ udah! Nangis disini!” kata
Adrian. Anya terisak-isak hingga tissue yang dibawa Adrian tak cukup. Anya
kemudian memakan cake yang di bawa Adrian setelah merasa tenaganya hilang. Lalu
menangis lagi. Hari itu, Adrian mengantar Anya kembali kerumah. Begitu turun
dari motor Adrian, Anya langsung menerobos pintu gerbang. Adrian sudah biasa di
cuekin karena dia sadar selama ini dia sering nyuekin orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar