Sabtu, 12 Januari 2013

COOL Part 3



“ loe beneran jadian sama Adrian ya?”Tanya Anya sambil sibuk memilih pakaian buat kuliah entar. Sekaligus perlengkapan MOSnya. (emang ada perlengkapan MOS di butik mewah? Pikir sendiri!).
                   “ loe orang ke sejuta sekian yang nanyak masalah itu. Kan udah gue bilang gue itu Cuma temen biasa. Mentang gue jomblo loe ikutan nuduh gue juga gitu?”Tanya Vera. Sekilas Vera melihat ada ua orang cowok kece masuk kedalam butik itu.
                   “yah enggak juga sih, gue kan Cuma penasaran aja.”kata Anya.
                   “ ah, elo udah tiga kali nanyak gue nyak..”kata Vera.
                   “ ihh, emang loe itung?! Beuh, masih ada aja orang kayak elo.”kata anya lalu mengambil dress bebahan lembut dan harganya juga WOW. buat Anya sama Vera sih itu gak seberapa. Jelas! Orang tua mereka orang-orang terpandang dan ekonomi mereka menengah ke atas. Vera bokapnya anggota DPR, nyokapnya Ketua ARisan Komplek Gajah Mada. Sementara Anya, orang tuanya pengusaha sukses. Dua-duanya sekaligus.
                   “ udah belanjaan loe?”Tanya Vera sambil menenteng beberapa kantong plastic.
                   “ udah. Nih..” hanya ada dua kantong. Isinya pun hanya enam biji. Anya kalau belanja gak segila Vera. Dia bukan maniak baju-baju mahal dengan gaya-gaya trendy. Makanya kalau jalan dulu sama Niko, Anya itu sedehana. Dan itu yang di suka Niko. Tapi karena dia bosan dengan kesederhanaan cewek ini, mereka jadi putus dan alasannya yah itu,.
                   “ gue bosen sama cewek sederhana nyak.” Mendengar itu Anya serasa baru mengantuk kan kepala sendiri. Serasa memegang pisau dan gak sengaja ketusuk ke dadanya. Benar-benar menyakitkan.
         
@
          Besok hari pertama MOS dan terang aja. Selama dia bolak-balik Universitas itu, Anya gak pernah sedikitpun gak jumpa sama Kevin. Kevin bahkan meringankan MOS Anya. Dia sendiri bicara begitu di depan semua para anggotanya. Anya sebenarnya gak mau, tapi mendengar kata-kata anggotanya anya jadi terhasut.
                   “ gak apa-apa kok anya. Kita-kita disini juga orang terpilih . dan sama sekali gak ikut MOS dulu.” Kata cewek maniak jilbab namanya Sesi.
                   “ iya. Tiap angkatan punya anak istimewa. Wuah beruntung banget loe bisa di istimewain sama Kevin. Dia itu baik loh..”kata Mita.
                   “ hehehe. Keberuntungan kali ya kak..”kata Anya beberapa hari yang lalu.

Esok pagi…………………………………….
          Anya pakai baju biasa. Langsung dengan almamater kampus. Dia segera meluncur berjalan ke depan halte. Tapi tebak siapa yang dia jumpa! Bukan Kevin, bukan Vera, bukan Dodo , BAdrin atau yang lain-lain. Dan juga bukan KEVIN LUKAS, atau TAEMIN!. Tapi..
                   “ pagi..” sapa cowok ini dengan tatapan datar. Sekilas dia memandang penampilan anya dari atas sampai kebawah.
                   “ ju……eh loe masuk mana?”Tanya Anya penasaran.
                   “ Universitas Pelita Jaya.”kata Adrian dan menatap lurus jalan raya.
WHAT?! Rasanya jantungnya pengen copot. Harusnya Vera yang ada disamping dia pagi ini nunggu Bus. Tapi mustahil. Dara cantik itu mana pernah naik BUS! Paling dia naik Bajai kalau udah memang dalam posisi tersulit. Dia gak suka keramaian dalam kendaraan umum.
                   “ ha? Masa?”Tanya Anya gak percaya.
                   “ kenapa loe pakek almamater? Kenapa gak pakai perlengkapan MOS?”Tanya Adrian.
                   “ pikir sendiri jawabannya!”kata Anya dengan ketus dan memberhentikan taksi. Adiran mengerutkan keningnya dan berpikir. Kenapa ini orang?.....
         
          Di kampus itu udah dipenuhi anak-anak yang berpakaian hitam putih lengkap dengan ornament-ornamen yang bisa membuat mereka kelihatan unyu, lucu dan imut. Semua di bariskan di bawah terik matahari yang mencekam. Kulit yang putih berubah warna seperti kepiting direbus. Insiden jatuh pingsan pun terjadi. Tapi sebagian Cuma modus. Maklumlah, kapan lagi ada acara di tenteng sama kakak senior cowok. Anya hanya tersenyum sinis melihat kejadian itu. Paling tidak dia aman berada di samping Kevin Martin, seorang ketua.
          DEsas- desus mencekam yang sudah di duga Anya dari awal tepat sekali dan pas terjadi! Istilah dianak emaskan oleh sang ketua membuat banyak yang iri. Padahal banyak yang jauh lebih cantik dari dia, lebih baik dari dia, pendiem, manis, cute, seksi , bohai, gempal dan lain-lain. Begitulah sebagian tanggapan yang terdengar. Namun anggota di bawah kepemimpinan Kevin memberikan motivasi dan juga sejumlah kata membangkitkan semangat. Hingga dia bisa dan yakin sanggup menjalani hari esok. Dimana semua hal baru akan di mulai. Tumpukan buku akan segera memecah isi otaknya dan siap untuk di ajak perang dengan sejuta argument. Bakalan banyak pertemuan singkat tatapan mata di rumah yang nantinya bakala di tentukan (kerja kelompok maksudnya!).

  continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar