“ loe beneran
jadian sama Adrian ya?”Tanya Anya sambil sibuk memilih pakaian buat kuliah
entar. Sekaligus perlengkapan MOSnya. (emang ada perlengkapan MOS di butik
mewah? Pikir sendiri!).
“ loe orang ke sejuta sekian
yang nanyak masalah itu. Kan udah gue bilang gue itu Cuma temen biasa. Mentang
gue jomblo loe ikutan nuduh gue juga gitu?”Tanya Vera. Sekilas Vera melihat ada
ua orang cowok kece masuk kedalam butik itu.
“yah enggak juga sih, gue kan
Cuma penasaran aja.”kata Anya.
“ ah, elo udah tiga kali
nanyak gue nyak..”kata Vera.
“ ihh, emang loe itung?!
Beuh, masih ada aja orang kayak elo.”kata anya lalu mengambil dress bebahan
lembut dan harganya juga WOW. buat Anya sama Vera sih itu gak seberapa. Jelas!
Orang tua mereka orang-orang terpandang dan ekonomi mereka menengah ke atas.
Vera bokapnya anggota DPR, nyokapnya Ketua ARisan Komplek Gajah Mada. Sementara
Anya, orang tuanya pengusaha sukses. Dua-duanya sekaligus.
“ udah belanjaan loe?”Tanya
Vera sambil menenteng beberapa kantong plastic.
“ udah. Nih..” hanya ada dua
kantong. Isinya pun hanya enam biji. Anya kalau belanja gak segila Vera. Dia
bukan maniak baju-baju mahal dengan gaya-gaya trendy. Makanya kalau jalan dulu
sama Niko, Anya itu sedehana. Dan itu yang di suka Niko. Tapi karena dia bosan
dengan kesederhanaan cewek ini, mereka jadi putus dan alasannya yah itu,.
“ gue bosen sama cewek
sederhana nyak.” Mendengar itu Anya serasa baru mengantuk kan kepala sendiri.
Serasa memegang pisau dan gak sengaja ketusuk ke dadanya. Benar-benar
menyakitkan.
@
Besok hari pertama MOS dan terang aja.
Selama dia bolak-balik Universitas itu, Anya gak pernah sedikitpun gak jumpa
sama Kevin. Kevin bahkan meringankan MOS Anya. Dia sendiri bicara begitu di
depan semua para anggotanya. Anya sebenarnya gak mau, tapi mendengar kata-kata
anggotanya anya jadi terhasut.
“ gak apa-apa kok anya.
Kita-kita disini juga orang terpilih . dan sama sekali gak ikut MOS dulu.” Kata
cewek maniak jilbab namanya Sesi.
“ iya. Tiap angkatan punya
anak istimewa. Wuah beruntung banget loe bisa di istimewain sama Kevin. Dia itu
baik loh..”kata Mita.
“ hehehe. Keberuntungan kali
ya kak..”kata Anya beberapa hari yang lalu.
Esok
pagi…………………………………….
Anya pakai baju biasa. Langsung dengan
almamater kampus. Dia segera meluncur berjalan ke depan halte. Tapi tebak siapa
yang dia jumpa! Bukan Kevin, bukan Vera, bukan Dodo , BAdrin atau yang
lain-lain. Dan juga bukan KEVIN LUKAS, atau TAEMIN!. Tapi..
“ pagi..” sapa cowok ini
dengan tatapan datar. Sekilas dia memandang penampilan anya dari atas sampai
kebawah.
“ ju……eh loe masuk
mana?”Tanya Anya penasaran.
“ Universitas Pelita
Jaya.”kata Adrian dan menatap lurus jalan raya.
WHAT?! Rasanya
jantungnya pengen copot. Harusnya Vera yang ada disamping dia pagi ini nunggu Bus.
Tapi mustahil. Dara cantik itu mana pernah naik BUS! Paling dia naik Bajai
kalau udah memang dalam posisi tersulit. Dia gak suka keramaian dalam kendaraan
umum.
“ ha? Masa?”Tanya Anya gak
percaya.
“ kenapa loe pakek almamater?
Kenapa gak pakai perlengkapan MOS?”Tanya Adrian.
“ pikir sendiri
jawabannya!”kata Anya dengan ketus dan memberhentikan taksi. Adiran mengerutkan
keningnya dan berpikir. Kenapa ini orang?.....
Di kampus itu udah dipenuhi anak-anak
yang berpakaian hitam putih lengkap dengan ornament-ornamen yang bisa membuat
mereka kelihatan unyu, lucu dan imut. Semua di bariskan di bawah terik matahari
yang mencekam. Kulit yang putih berubah warna seperti kepiting direbus. Insiden
jatuh pingsan pun terjadi. Tapi sebagian Cuma modus. Maklumlah, kapan lagi ada
acara di tenteng sama kakak senior cowok. Anya hanya tersenyum sinis melihat
kejadian itu. Paling tidak dia aman berada di samping Kevin Martin, seorang
ketua.
DEsas- desus mencekam yang sudah di
duga Anya dari awal tepat sekali dan pas terjadi! Istilah dianak emaskan oleh
sang ketua membuat banyak yang iri. Padahal banyak yang jauh lebih cantik dari
dia, lebih baik dari dia, pendiem, manis, cute, seksi , bohai, gempal dan
lain-lain. Begitulah sebagian tanggapan yang terdengar. Namun anggota di bawah
kepemimpinan Kevin memberikan motivasi dan juga sejumlah kata membangkitkan
semangat. Hingga dia bisa dan yakin sanggup menjalani hari esok. Dimana semua
hal baru akan di mulai. Tumpukan buku akan segera memecah isi otaknya dan siap
untuk di ajak perang dengan sejuta argument. Bakalan banyak pertemuan singkat
tatapan mata di rumah yang nantinya bakala di tentukan (kerja kelompok
maksudnya!).
continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar