Vera hilang
tenggelam di telan kesibukan. Anya juga hingga mereka sementara ini kurang
dalam komunikasi. Banyak tugas yang harus dikerjakan dan banyak juga hal-hal
yang perlu diselesaikan. Oh ya, ternyata..Adrian satu kelas dengan Anya. Uhh!
Tamparan untuk kedua kalinya. Dan gak nyangkanya lagi, Adrian langsung main
nyelonong duduk sebangku dengannya. PLAK! Ketiga kalinnya. Anya kemudian
beranggapan kalau ini Cuma sementara. Besok kan terserah anak-anak mau duduk
dimana. Begitu orang kuliah! Tapi siapa bilang? Dosen yang kebetulan menghandal
kelas mereka, langsung menegaskan dia ingin seperti ini hingga semester dua
berakhir.
“ apa?! Semester kedua! Oh
Tuhan! “ desahnya dalam hati.
Adrian sekilas
menatapnya lalu kembali ke catatan yang ada didepannya. Dia tidak yakin Anya
menyimak. Tatapannya kedepan tapi kosong. Dan saat dosen itu nanti bertanya
pasti Anya kegalapan mencari sumber. Itu sudah lima kali dilakukan Anya pada
Adrian. Dia tidak biasa menanggapi sikap seperti itu. Tapi setelah anya
memperlakukannya, dia jadi mengerti dan terkadang Adrian sengaja meletakkan
bukunya agak ke sisi Anya.
Hari itu bel istirahat. Kevin yang
dicari-cari Anya semenjak MOS berlalu tak pernah muncul lagi. Tapi setelah ada
informasi dari salah satu informan yang di tugasnya, ternyata angkatan mereka
mengambil kuliah malam. Genaplah sudah! Dia hanya bisa berkhayal tiap hari
ditaman. Entah kenapa mencari teman tidak menjadi minatnya. Dia sudah hampir 3
minggu seperti ini. Selalu menyendiri dikala break dan lain-lain. Tiba-tiba..
SPLASH!
Flash Camera yang tertuju kematanya
langsung membuatnya tersadar dan kemudian muncul sesosok wajah datar dan duduk
disampingnya. Kenapa harus dia terus? Gue pengennya Kevin! Kevin!.
“ apa loe? apus tuh
foto!”kata Anya dengan ketus.
“ loe lagi nungguin siapa
sih? Taman buruk ini tempat pertama loe ya?”Tanya Adrian sambil menatap aksen
taman yang buruk tatanannya.
“ sok tau!” jawab Anya
singkat dan memangku wajahnya di kedua telapak tangannya.
“ terus? Kenapa disini tiap
break?”Tanya Adrian. Anya tertegun. Buset dahhh ini orang! Kenapa begini! SMA
diam abis! Kuliah jadi begini. Si Vera kasih apa? Jampi-jampi!?
“ suka-suka gue donk.. “kata
Anya lagi dia kemudian memutar arah pandangnya. Langsung aja dia tersenyum dan
membesarkan matanya. Jelaslah, ada orang yang ditunggu didepannya.
“ ka Kevin?!” teriaknya
memanggil.
“ hei, anya! Kamu masuk pagi
ya? Pantes gak nongol tiap dicariin,” Kata-kata Kevin membuatnya cenat-cenut.
“ ahh, kakak bisa aja. Iya.
Gue masuk pagi. Gak kuat kalau malam-malam kuliah kak.”kata Anya.
“ ouh gitu. Ya udah. Besok
gue masuk pagi deh ya, biar kita bisa jalan bareng. Terus entar gue tunjukkin
tempat favorit gue.. gimana?”Tanya Kevin sambil senyum. Mata itu pernah dilihat
dia. Waktu pertama kali mereka bertemu , disaat Anya sedang buru-buru ditarik
sang mama dan Kevin pertama biasa aja dan kemudian dia jadi senyum seperti
sekarang.
“ sip! Kalau gitu gue bawa
baju ganti deh ya..”kata Anya. Kevin kemudian tersenyum simpul lalu mengusap
kepalanya. Anya pernah mendapat perhatian seperti itu! Tepat waktu dia jadian
dulu sama …….
“ ck! Ck! Ck. Jadi dia yang loe
tungguin dari kemarin-kemarin..?”Tanya Adrian memecah kenangan pahit. Wajah
murung Anya yang dilintasi masa lalu membuatnya mengangguk lesu.
“ kirain gue entah siapa. Gue
pikir, Kevin Lukas atau Taemin yang sering loe ceritain di twitter loe,
facebook sama BLOG. Bosen gue baca. “kata Adrian langsung. Alisnya langsung
bertaut heran.
“ loe ikutin semua kegiatan
gue?! Loe stalker?!!”tanyanya tidak
percaya.
“ gak. Sengaja aja loe
terlintas.” Padahal bohong. Di facebook Adrian emang rame temannya. Tapi di
Twitter Cuma ada dua. Vera dan Anya. Mata Anya semakin menyipit dan kemudian
memperhatikan Adrian.
“ loe suka ya sama gue?”Tanya
Anya menyelidiki.
“ gue mau cabut dulu. Banyak
urusan. Bye..” kata Adrian dengan cuek tapi dalam hatinya dia gugup tertangkap
basah.
continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar