Sabtu, 12 Januari 2013

COOL Part 4



Vera hilang tenggelam di telan kesibukan. Anya juga hingga mereka sementara ini kurang dalam komunikasi. Banyak tugas yang harus dikerjakan dan banyak juga hal-hal yang perlu diselesaikan. Oh ya, ternyata..Adrian satu kelas dengan Anya. Uhh! Tamparan untuk kedua kalinya. Dan gak nyangkanya lagi, Adrian langsung main nyelonong duduk sebangku dengannya. PLAK! Ketiga kalinnya. Anya kemudian beranggapan kalau ini Cuma sementara. Besok kan terserah anak-anak mau duduk dimana. Begitu orang kuliah! Tapi siapa bilang? Dosen yang kebetulan menghandal kelas mereka, langsung menegaskan dia ingin seperti ini hingga semester dua berakhir.
                   “ apa?! Semester kedua! Oh Tuhan! “ desahnya dalam hati.
Adrian sekilas menatapnya lalu kembali ke catatan yang ada didepannya. Dia tidak yakin Anya menyimak. Tatapannya kedepan tapi kosong. Dan saat dosen itu nanti bertanya pasti Anya kegalapan mencari sumber. Itu sudah lima kali dilakukan Anya pada Adrian. Dia tidak biasa menanggapi sikap seperti itu. Tapi setelah anya memperlakukannya, dia jadi mengerti dan terkadang Adrian sengaja meletakkan bukunya agak ke sisi Anya.
          Hari itu bel istirahat. Kevin yang dicari-cari Anya semenjak MOS berlalu tak pernah muncul lagi. Tapi setelah ada informasi dari salah satu informan yang di tugasnya, ternyata angkatan mereka mengambil kuliah malam. Genaplah sudah! Dia hanya bisa berkhayal tiap hari ditaman. Entah kenapa mencari teman tidak menjadi minatnya. Dia sudah hampir 3 minggu seperti ini. Selalu menyendiri dikala break dan lain-lain. Tiba-tiba..
SPLASH!
          Flash Camera yang tertuju kematanya langsung membuatnya tersadar dan kemudian muncul sesosok wajah datar dan duduk disampingnya. Kenapa harus dia terus? Gue pengennya Kevin! Kevin!.
                   “ apa loe? apus tuh foto!”kata Anya dengan ketus.
                   “ loe lagi nungguin siapa sih? Taman buruk ini tempat pertama loe ya?”Tanya Adrian sambil menatap aksen taman yang buruk tatanannya.
                   “ sok tau!” jawab Anya singkat dan memangku wajahnya di kedua telapak tangannya.
                   “ terus? Kenapa disini tiap break?”Tanya Adrian. Anya tertegun. Buset dahhh ini orang! Kenapa begini! SMA diam abis! Kuliah jadi begini. Si Vera kasih apa? Jampi-jampi!?
                   “ suka-suka gue donk.. “kata Anya lagi dia kemudian memutar arah pandangnya. Langsung aja dia tersenyum dan membesarkan matanya. Jelaslah, ada orang yang ditunggu didepannya.
                   “ ka Kevin?!” teriaknya memanggil.
                   “ hei, anya! Kamu masuk pagi ya? Pantes gak nongol tiap dicariin,” Kata-kata Kevin membuatnya cenat-cenut.
                   “ ahh, kakak bisa aja. Iya. Gue masuk pagi. Gak kuat kalau malam-malam kuliah kak.”kata Anya.
                   “ ouh gitu. Ya udah. Besok gue masuk pagi deh ya, biar kita bisa jalan bareng. Terus entar gue tunjukkin tempat favorit gue.. gimana?”Tanya Kevin sambil senyum. Mata itu pernah dilihat dia. Waktu pertama kali mereka bertemu , disaat Anya sedang buru-buru ditarik sang mama dan Kevin pertama biasa aja dan kemudian dia jadi senyum seperti sekarang.
                   “ sip! Kalau gitu gue bawa baju ganti deh ya..”kata Anya. Kevin kemudian tersenyum simpul lalu mengusap kepalanya. Anya pernah mendapat perhatian seperti itu! Tepat waktu dia jadian dulu sama …….
                   “ ck! Ck! Ck. Jadi dia yang loe tungguin dari kemarin-kemarin..?”Tanya Adrian memecah kenangan pahit. Wajah murung Anya yang dilintasi masa lalu membuatnya mengangguk lesu.
                   “ kirain gue entah siapa. Gue pikir, Kevin Lukas atau Taemin yang sering loe ceritain di twitter loe, facebook sama BLOG. Bosen gue baca. “kata Adrian langsung. Alisnya langsung bertaut heran.
                   “ loe ikutin semua kegiatan gue?! Loe stalker?!!”tanyanya tidak percaya.
                   “ gak. Sengaja aja loe terlintas.” Padahal bohong. Di facebook Adrian emang rame temannya. Tapi di Twitter Cuma ada dua. Vera dan Anya. Mata Anya semakin menyipit dan kemudian memperhatikan Adrian.
                   “ loe suka ya sama gue?”Tanya Anya menyelidiki.
                   “ gue mau cabut dulu. Banyak urusan. Bye..” kata Adrian dengan cuek tapi dalam hatinya dia gugup tertangkap basah.

continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar