Bebanku.
Aku bahagia bisa memilikimu. Aku
bahagia karena kau orang yang mengerti perasaanku. Aku bahagia dengan sisi
lainmu. Aku bahagia karena aku bisa menjadi bagian dari pengisi hidupmu. Aku
bahagia, karena kau selalu memberikan aku dukungan dan kau berusaha ingin tau
semua apa isi hatiku, apa yang sedang terjadi dengan ku dan apa yang membuat
hatiku terluka. Aku bahagia………
Kegigihanmu berusaha tetap
mengimbangi perasaanku membuat ku takjub. Ini yang ku tunggu selama ini. kau
memberikan sebuah hadiah special, lebih dari SPESIAL di sepanjang kehidupanku.
Aku berterima kasih kepada Tuhan karena dia mengirimkan seseorang menjadi kado
terindah di sepanjang hidupku selain kedua orang tuaku.
Kau berusaha ada, mengangkat ku
bersama dengan mu tak ingin aku tertinggal jauh dari kehidupanmu. Kau
menggenggam tanganku erat, menerobos setiap sela-sela jariku, menariknya lebih
erat hingga aku harus memelukmu dan merasakan hangatnya tubuhmu. Aku memejamkan
mataku sesaat. Apa begini cinta yang sesungguhnya?. Selama aku menjelajahi apa
itu cinta, tak pernah aku mengalami dunia cinta yang nyata seperti ini. oh.
Jadi ini namanya cinta? Sudah lama aku ingin memelukmu. Hingga akhirnya
semuanya terwujud sudah. Saat kau menggenggam tanganku, tau kah kau? Hampir
saja menetes air mata ku. Apa selanjutnya ya Tuhan? Bagaimana kisah ku
selanjutnya.
Ketika aku sampai di depan pintu
gerbang depan rumahku. Itu seakan menggambarkan ada perbedaan diantara kita
yang berusaha kita terobos sekarang. Dua orang disana menatap tersenyum kepadaku,
begitu juga dengan kau dengan kesungguhan mu memandangku. Aku bingung haruskah
aku memilih? Kenapa Tuhan?!! Kenapa?!
Kembali kita bertemu. Di bawah sinar
lampu bewarna warni menjadi pemberi warna diantara kita. Kau mengulas kembali
semuanya. Mengulas malam kemarin…saat kau bertemu sosok ayahku. Dan aku harus
mengingat kembali perkataan orang yang ku cintai, ayahku. Kau bisa melihat ada
sesuatu yang berbeda saat aku terdiam tak menjawab pertanyaanmu, …
Perlahan namun pasti, air mataku
tumpah. Sebenarnya aku berusaha menahan. Tapi ada beban yang menekan ku dengan
keras hingga aku harus merasakannya. Aku tak bisa mengatakannya untukmu karena
aku takut kau terluka. Aku tak ingin menyakitimu setelah sering kali aku
membuat dirimu merasakan kegalauan, kesedihan , sakit hati mendalam. Cukuplah
aku yang merasakan ini, hingga ada waktu yang tepat untuk mengungkapkan
semuanya. Ada sebaris doa dan harapan semenjak semalam menghabiskan waktu
dengan mu. Aku hanya bisa menangis saat ibadah hari ini. Aku sedih, ingin
sekali menggantung diriku dihadapanmu, agar cintaku abadi. Biar arwah ku
terbang bebas menyelimuti disekitarmu, hingga pada akhirnya aku bisa menerima
kenyataan. Bahagia atau tidak……..serahkan pada Tuhan bukan? :’)
Tuhan memang satu, kita yang tak sama. Iman kita………
itu yang ku pikirkan.
24 november ‘13(22:10)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar