Minggu, 24 November 2013

BEBANKU

Bebanku.
            Aku bahagia bisa memilikimu. Aku bahagia karena kau orang yang mengerti perasaanku. Aku bahagia dengan sisi lainmu. Aku bahagia karena aku bisa menjadi bagian dari pengisi hidupmu. Aku bahagia, karena kau selalu memberikan aku dukungan dan kau berusaha ingin tau semua apa isi hatiku, apa yang sedang terjadi dengan ku dan apa yang membuat hatiku terluka. Aku bahagia………
            Kegigihanmu berusaha tetap mengimbangi perasaanku membuat ku takjub. Ini yang ku tunggu selama ini. kau memberikan sebuah hadiah special, lebih dari SPESIAL di sepanjang kehidupanku. Aku berterima kasih kepada Tuhan karena dia mengirimkan seseorang menjadi kado terindah di sepanjang hidupku selain kedua orang tuaku.
            Kau berusaha ada, mengangkat ku bersama dengan mu tak ingin aku tertinggal jauh dari kehidupanmu. Kau menggenggam tanganku erat, menerobos setiap sela-sela jariku, menariknya lebih erat hingga aku harus memelukmu dan merasakan hangatnya tubuhmu. Aku memejamkan mataku sesaat. Apa begini cinta yang sesungguhnya?. Selama aku menjelajahi apa itu cinta, tak pernah aku mengalami dunia cinta yang nyata seperti ini. oh. Jadi ini namanya cinta? Sudah lama aku ingin memelukmu. Hingga akhirnya semuanya terwujud sudah. Saat kau menggenggam tanganku, tau kah kau? Hampir saja menetes air mata ku. Apa selanjutnya ya Tuhan? Bagaimana kisah ku selanjutnya.
            Ketika aku sampai di depan pintu gerbang depan rumahku. Itu seakan menggambarkan ada perbedaan diantara kita yang berusaha kita terobos sekarang. Dua orang disana menatap tersenyum kepadaku, begitu juga dengan kau dengan kesungguhan mu memandangku. Aku bingung haruskah aku memilih? Kenapa Tuhan?!! Kenapa?!
            Kembali kita bertemu. Di bawah sinar lampu bewarna warni menjadi pemberi warna diantara kita. Kau mengulas kembali semuanya. Mengulas malam kemarin…saat kau bertemu sosok ayahku. Dan aku harus mengingat kembali perkataan orang yang ku cintai, ayahku. Kau bisa melihat ada sesuatu yang berbeda saat aku terdiam tak menjawab pertanyaanmu, …
            Perlahan namun pasti, air mataku tumpah. Sebenarnya aku berusaha menahan. Tapi ada beban yang menekan ku dengan keras hingga aku harus merasakannya. Aku tak bisa mengatakannya untukmu karena aku takut kau terluka. Aku tak ingin menyakitimu setelah sering kali aku membuat dirimu merasakan kegalauan, kesedihan , sakit hati mendalam. Cukuplah aku yang merasakan ini, hingga ada waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya. Ada sebaris doa dan harapan semenjak semalam menghabiskan waktu dengan mu. Aku hanya bisa menangis saat ibadah hari ini. Aku sedih, ingin sekali menggantung diriku dihadapanmu, agar cintaku abadi. Biar arwah ku terbang bebas menyelimuti disekitarmu, hingga pada akhirnya aku bisa menerima kenyataan. Bahagia atau tidak……..serahkan pada Tuhan bukan? :’)
Tuhan memang satu, kita yang tak sama. Iman kita……… itu yang ku pikirkan.
24 november ‘13(22:10)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar