Rabu, 13 November 2013

..TAHU DIRI..

…Tahu Diri…

            Bukan ini mauku, tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku bisa merasakan sosok kehadirannya didalam mimpiku yang menyelimuti tidurku. Kami memang sudah tidak lama bersama, tapi entah kenapa awalnya begitu mudah untuk melepas dia yang sekarang sudah tak lagi terengkuh hatinya. Aku meninggalkannya atas semua inisiatif dari hati yang tersakiti. Sikapnya perlahan kaku tak menentu kala itu, hingga aku sampai pada titik jenuh ku. Aku merasa aku sudah tidak dibutuhkan lagi. Apa aku harus selalu menangis? Kemudian tersenyum kepada semua orang seakan mengatakan ‘aku baik-baik saja’ sementara hatiku mulai pahit, hambar hingga akhirnya ku putuskan semuanya.
            Sudah berapa lama kita tidak bersama? Tidak melewati waktu? Membuat momen indah? Indah? Hm… mungkin itu hanya sekejap hingga kau menghentakkan sebuah pukulan keras di hadapanku seperti berkata ‘bisakah kau diam dan bersikap lebih dewasa lagi? Aku muak dengan perbedaan usia kita. Dewasalah dalam menyikapi aku. Ini aku dan berusahalah menerimaku’. Tapi apa kau pernah tau, dalam diam aku menangisi mu hingga aku merasakan insomnia bertubi-tubi berusaha memahami setiap kelakuan mu yang semakin tak bisa ku mengerti. Aku tak ingin menunjukkannya di hadapanmu. Kenapa? Aku terintimidasi dengan sikapmu.
            Aku wanita! Harusnya kau sadar! Sadar dimana posisimu sekarang?! Memang kita berusaha saling melengkapi, tapi jika tak ada inisiatif darimu sama saja aku harus berjuang sendiri melewati ribuan kawat duri yang semakin menusuk-nusuk hatiku. CUKUP!! Aku rasa ini semua sudah cukup! Cukup aku korbankan semua diriku untukmu. Hingga..’maaf. aku harus mengakhiri hubungan ini…aku harap kau bisa  menemukan gadis seperti ku . bersabar menghadapi setiap sikap yang kau sadari sendiri kalau sikapmu itu sangatlah tidak wajar. Kau tau, tapi kau tak ingin memperbaiki. Mana janjimu?! Palsu, basi!’.
            Setelah semuanya berlalu, beban ku hilang seketika. Aku belum bangkit , masih diterjang arus deras tapi berusaha melawan arus itu. Aku ingin pulih membuktikan bahwa aku bisa tanpamu. Aku bisa. Aku sekarang sudah lebih banyak tersenyum ketimbang berpikir bagaimana hari esok? Apa dia akan berubah sesuai janjinya. Maaf. Rasa penasaran itu sudah ku buang jauh sebelum kau menunjukkan sikap tolol mu tak berusaha untuk mengerti perasaanku. Aku jijik ketika kau mengatakan kalau kau siap jika aku meninggalkanmu. Dimana perasaan mu sebagai pria yang pernah berikrar kalau kau mencintaiku?! Pendusta. Cukup amarah ku, cukup kesedihanku. Aku tidak butuh peta untuk menemukan keceriaan ku kembali dan kebahagiaanku juga! aku mudah menemukannya!. Aku senang dengan aku yang sekarang.
            Setelah semuanya berlalu, disaat aku sedang menikmati kesendirianku, dan kau datang tiba-tiba perlahan menghantui setiap mimpi. Aku bertanya-tanya apa arti itu semua? Hingga pada akhirnya…….
            Rasanya seperti Bom Atom menerjang tubuhku, seperti luka yang disiram air garam, seperti hati yang sedang hangat diterjang dengan siraman air dingin. Kau muncul di depanku? Setelah kemarin kau meminta maaf. Kau telat mengatakannya sehingga setelahnya aku harus tersiksa di masa-masa indah ku yaitu mimpi. Dan sekarang kau muncul secara langsung di hadapanku ditempat pertama kali kita bertemu dan kau menawari ku untuk semeja dengan mu? Di tempat yang penuh dengan memori dan kau juga duduk di meja pertama kali kita membuat janji dulu hingga kau sendiri bisa melihat kilatan mataku dan begitu juga aku dan kau akhiri semuanya dengan perasaan cinta , mendaratkan sebuah kecupan dikening bahwa kita sekarang sah untuk menempuh perjalan bersama. Itu dulu…
            Aku berupaya untuk tahu diri. aku berupaya menahan hati ini, syok, desiran darah yang mengalir seperti tersengat ratusan volt sengatan listrik. Kenapa kau kembali?. Awalnya aku berupaya tahu diri tapi tak berhasil terpaksa menyapa nama belakangmu untuk membalas bibirmu yang berkata namaku. Ketika memandang mu semua hal-hal yang dulu kau buat yang membuatku sakit hati muncul di benakku hingga aku memutuskan untuk menyerah dan hingga aku membalas ajakanmu dengan senyum serta penolakan halus hingga aku pergi dan aku berdoa berkoar dalam hati…”Pergilah….menghilang sajalah lagi…..”

13 november 2013
For my new friend.
Thanks for giving me inspiration.

I.Y.U.T.H


                        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar