…Tahu Diri…
Bukan ini mauku, tapi entah kenapa
akhir-akhir ini aku bisa merasakan sosok kehadirannya didalam mimpiku yang
menyelimuti tidurku. Kami memang sudah tidak lama bersama, tapi entah kenapa
awalnya begitu mudah untuk melepas dia yang sekarang sudah tak lagi terengkuh
hatinya. Aku meninggalkannya atas semua inisiatif dari hati yang tersakiti.
Sikapnya perlahan kaku tak menentu kala itu, hingga aku sampai pada titik jenuh
ku. Aku merasa aku sudah tidak dibutuhkan lagi. Apa aku harus selalu menangis?
Kemudian tersenyum kepada semua orang seakan mengatakan ‘aku baik-baik saja’ sementara hatiku mulai pahit, hambar hingga
akhirnya ku putuskan semuanya.
Sudah berapa lama kita tidak
bersama? Tidak melewati waktu? Membuat momen indah? Indah? Hm… mungkin itu
hanya sekejap hingga kau menghentakkan sebuah pukulan keras di hadapanku
seperti berkata ‘bisakah kau diam dan
bersikap lebih dewasa lagi? Aku muak dengan perbedaan usia kita. Dewasalah
dalam menyikapi aku. Ini aku dan berusahalah menerimaku’. Tapi apa kau
pernah tau, dalam diam aku menangisi mu hingga aku merasakan insomnia
bertubi-tubi berusaha memahami setiap kelakuan mu yang semakin tak bisa ku
mengerti. Aku tak ingin menunjukkannya di hadapanmu. Kenapa? Aku terintimidasi
dengan sikapmu.
Aku wanita! Harusnya kau sadar!
Sadar dimana posisimu sekarang?! Memang kita berusaha saling melengkapi, tapi
jika tak ada inisiatif darimu sama saja aku harus berjuang sendiri melewati
ribuan kawat duri yang semakin menusuk-nusuk hatiku. CUKUP!! Aku rasa ini semua
sudah cukup! Cukup aku korbankan semua diriku untukmu. Hingga..’maaf. aku harus mengakhiri hubungan ini…aku
harap kau bisa menemukan gadis seperti
ku . bersabar menghadapi setiap sikap yang kau sadari sendiri kalau sikapmu itu
sangatlah tidak wajar. Kau tau, tapi kau tak ingin memperbaiki. Mana janjimu?!
Palsu, basi!’.
Setelah semuanya berlalu, beban ku
hilang seketika. Aku belum bangkit , masih diterjang arus deras tapi berusaha
melawan arus itu. Aku ingin pulih membuktikan bahwa aku bisa tanpamu. Aku bisa.
Aku sekarang sudah lebih banyak tersenyum ketimbang berpikir bagaimana hari
esok? Apa dia akan berubah sesuai janjinya. Maaf. Rasa penasaran itu sudah ku
buang jauh sebelum kau menunjukkan sikap tolol mu tak berusaha untuk mengerti
perasaanku. Aku jijik ketika kau mengatakan kalau kau siap jika aku
meninggalkanmu. Dimana perasaan mu sebagai pria yang pernah berikrar kalau kau
mencintaiku?! Pendusta. Cukup amarah ku, cukup kesedihanku. Aku tidak butuh
peta untuk menemukan keceriaan ku kembali dan kebahagiaanku juga! aku mudah
menemukannya!. Aku senang dengan aku yang sekarang.
Setelah semuanya berlalu, disaat aku
sedang menikmati kesendirianku, dan kau datang tiba-tiba perlahan menghantui
setiap mimpi. Aku bertanya-tanya apa arti itu semua? Hingga pada akhirnya…….
Rasanya seperti Bom Atom menerjang
tubuhku, seperti luka yang disiram air garam, seperti hati yang sedang hangat
diterjang dengan siraman air dingin. Kau muncul di depanku? Setelah kemarin kau
meminta maaf. Kau telat mengatakannya sehingga setelahnya aku harus tersiksa di
masa-masa indah ku yaitu mimpi. Dan sekarang kau muncul secara langsung di
hadapanku ditempat pertama kali kita bertemu dan kau menawari ku untuk semeja
dengan mu? Di tempat yang penuh dengan memori dan kau juga duduk di meja
pertama kali kita membuat janji dulu hingga kau sendiri bisa melihat kilatan
mataku dan begitu juga aku dan kau akhiri semuanya dengan perasaan cinta ,
mendaratkan sebuah kecupan dikening bahwa kita sekarang sah untuk menempuh
perjalan bersama. Itu dulu…
Aku berupaya untuk tahu diri. aku
berupaya menahan hati ini, syok, desiran darah yang mengalir seperti tersengat
ratusan volt sengatan listrik. Kenapa kau kembali?. Awalnya aku berupaya tahu
diri tapi tak berhasil terpaksa menyapa nama belakangmu untuk membalas bibirmu
yang berkata namaku. Ketika memandang mu semua hal-hal yang dulu kau buat yang
membuatku sakit hati muncul di benakku hingga aku memutuskan untuk menyerah dan
hingga aku membalas ajakanmu dengan senyum serta penolakan halus hingga aku pergi
dan aku berdoa berkoar dalam hati…”Pergilah….menghilang
sajalah lagi…..”
13 november 2013
For my new friend.
Thanks for giving me inspiration.
I.Y.U.T.H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar