Sebuah keluarga lengkap dengan
suami, istri dan dua orang anak yang masing-masing wanita dan pria keluar dari
bagian belakang. Membalas salam hangat dari keluarga owlen dan wolfen. Lalu
kemudian di ikuti dengan salam akrab khas ala pria macho di belakangnya. Rain makin betah memandang keharmonisan tiga
keluarga yang ada didepannya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan
kebiasaan ibunya yang selalu lebih asyik dan hingga terbuai berbicara diluar, lupa
mempersilahkan masuk tamunya sekalipun itu presiden.kurasa. Tiba-tiba pria yang datang dengan keluarga Wolfen memandang
keatas dengan tatapan dingin lalu melihat gadis bergaun warna peach memandangi mereka.
“
ayo masuk. Aku yakin kalian sudah lapar dengan perjalanan jauh yang kalian
alami. Ayo..Farah, Gideon wolfen.”kata Ria kepada kedua sahabat lamanya itu.
Mereka
masuk dan segera Rain turun kebawah. Dia tidak ingin di omeli. Perlahan
menyusuri anak tangga dan kemudian masih seperti kejadian di luar pekarangan
rumahnya, mereka tetap bertukar salam hangat kemudian ramah kepada Oma yang
hari ini tampak lebih segar setelah meminum lima botol bir rendah alcohol. Oma
hari ini sangat berkilau dengan setelan ala senator wanita dengan warna soft orange dan kemudian lipstick merah pucat dan sedikit eyeshadow dan blushon tipis cukup untuk membuatnya tampak muda.
Oma
bukan seperti Oma atau nenek-nenek yang lainnya. Dia masih tegap berdiri dengan
rambut colanya yang ikal dan matanya
hijaunya. Umurnya 59 tahun dengan senyum dan gigi putih rata yang masih utuh.
“
hei.. putri kecilku…” seru ibu menyambutku dengan antusias. Dengan cepat tante
Farah dan om Gideon melirik kearahku dan tersenyum seakan melihat berliat
langka yang muncul di hadapan mereka. Begitu juga dengan keluarga wijaya.
“
hai rain. Apa kau masih mengingatku?”Tanya gadis itu melangkah dengan pasti
merentangkan tangannya dibalik gaun vintage
berwarna biru tua yang membuat kulitnya tampak lebih kontras dan mempesona. Dia
lebih tinggi dibandingkan Rain.
“
hahaha, tentu saja.kau gadis yang
menghancurkan mental rick…” batinnya sesaat.
“
kau jauh lebih cantik sekarang. “katanya memuji. Cih! Senyumnya tetap sama
seperti Rain pertama kali di perkenalkan oleh Rick. Saat itu, Rick dan Miranda
sedang berada di restoran Itali. Rain yang saat itu sedang menjadi teman kencan
Sebastian Orlando, melihat Rick kakaknya mencium mesra Miranda. Miranda waktu
itu sedang duduk di bangku SMP sementara Rick SMA. Takut ketahuan oleh sang
ibu, Rain mengancam hingga akhirnya dia terpaksa memperkenalkan Miranda pada
Rain. Hubungan Rick berlangsung lama hingga akhirnya masa-masa backstreetnya tercium ibunya. Mereka
berpacaran selama empat tahun, hingga pada saat perceraian di keluarga Owlen
selesai, akhirnya Rick membawa Miranda dan melamarnya. Mereka bertunangan
hingga akhirnya Miranda pergi meninggalkan Rick begitu saja. Rain tidak
menyukai gadis yang senyumnya seperti evil
itu semenjak dia menanamkan prinsip kalau Rick pergi meninggalkan rumah karena
Miranda.
“
kau pasti masih mengingat adik ku bukan?”Tanya Miranda sambil menyeret halus
tanganku menuntun ku ke arah sofa di ruang tengah yang sudah didarati oleh pria
ter-playboy sejagat raya, Prasetyo Wolfen. Dia duduk dengan memasang tampang
bosan. Dari jauh, saat Miranda dan Rain akan menghampirinya dia bisa melihat
dada bidang milik Tyo bergerak dan dari bibir tipis nya terdengar desahan
berat, sementara Miranda si gadis sialan meninggalkan mereka berdua.
“
sebenarnya aku berharap kau tidak datang. Tapi berhubung aku mendengar nama
keluarga Wolfen aku jadi agak tersiksa.”kata Rain.
“
lihat.. kau saja tidak menghargai wanita yang sedang bicara dengan mu.”lanjut
Rain lagi. Dia bangkit berdiri, risih duduk dengan Tyo.
“
apa maumu sebenarnya?”Tanya pria dingin itu tiba-tiba. Rain tetap berjalan
santai dan kemudian berkata
“
tidak ada. Lupakan”kata gadis itu lalu meluncur ke ruang makan.
to be continue.......:*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar